Nasional

Media Digital & Konvensional, Mana yang Paling Disukai ?

Views Agustus 15, 2000
Tidak sedikit yang menyebutkan bahwa impact digitalisasi telah membuat media digital sangat digemari. Bahkan konon katanya, pebisnis banyak yang lebih suka beriklan di media digital dibandingkan dengan media tradisional. Benarkah?
Menurut pemasar, mudahnya pengukuran serta penggunanya yang massif, membuat media digital jadi senjata ampuh untuk beriklan.
Kenyataannya, tidak sepenuhnya demikian. Bahkan menurut survei yang dilakukan oleh Nielsen, media tradisional masih yang paling digandrungi oleh pemasar ketimbang media digital.
Ya, Nielsen menjelaskan pada infografisnya, bahwa bentuk konvensional masih yang paling dipercaya, khususnya pemasar di kawasan Amerika Utara.
Dijelaskan pula oleh Mashable, bahwa lebih dari setengah responden percaya pada platform iklan konvensional seperti surat kabar, majalah, TV, radio, dan billboard. Namun iklan di media digital seperti online video ads, social media ads, mobile display ads, atau online banner ads, menerima kepercayaan kurang dari 50%.
Media tradisional
Secara berturut-turut, tingkat kepercayaan yang paling tinggi masih dimiliki oleh iklan di surat kabar dengan presentasi sebanyak 63%. Kemudian disusul oleh iklan majalah (62%), iklan TV (61%), iklan radio (58%), dan iklan billboard (55%).
Hasil ini menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan seluruh media tradisional sangat tinggi. Lebih dari setengahnya percaya akan media tradisional.
Media digital
Sementara ketika melirik iklan di media digital, tingkat kepercayaannya masih sangat rendah.
Coba saja lihat dari yang tertinggi, iklan di mesin pencari, hanya berhasil menembus angka 44%. Kemudian disusul oleh iklan video online (44%), iklan di media sosial (39%), serta iklan di ponsel (35%). Sedangkan yang terakhir adalah online banner,yang hanya mampu menembus angka 33%.
media-digital-vs-media-konvensional
Hasil ini mungkin akan memecah persepsi mengenai efek digitalisasi yang kabarnya sangat besar. Bahkan akan membunuh industri media cetak.
Entahlah, karena itu hanya di dalam lingkup Amerika Utara saja. Bagaimana jika di Indonesia? Melihat animo masyarakat terhadap perkembangan dunia digital sangat tinggi. Jika Anda tahu, Anda bisa berbagi bersama kami di kolom komentar.
Sumber & Infografik: Mashable | Foto Ilustrasi: Exceler on Designs) 
Sumber Berita dan Gambar : http://www.majalahmarketing.com/media-digital-konvensional-mana-yang-paling-disukai/


4 BISNIS TEKNOLOGI YANG BAKAL JADI TREN

Views Agustus 15, 2000
Kita semua tentu tahu, perkembangan bisnis teknologi sudah sangat pesat, dan kini semua orang tertarik untuk mulai membangun startup, apapun itu. Tapi apakah semudah itu? Ada banyak orang yang sukses membangun bisnis teknologi, dan tentunya ada lebih banyak lagi yang gagal.

4 Bisnis Teknologi yang Bakal Jadi TrenSalah satu hal yang membuat bisnis startup gagal adalah, banyak dari mereka yang tidak memerhatikan apa yang sedang jadi tren. Maka dari itu, sangat baik mengetahui tren pasar, dengan begitu, Anda tidak perlu repot mendrive konsumen, karena jumlah permintaannya sudah banyak.
Lantas, apa saja bisnis teknologi (startup) yang bakal jadi tren?
Amanda Julia Isa, mahasiswi Telkom University, Bandung, sekaligus founder Semperfy mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Kumoh National Institute of Technology, Korea Selatan. Dalam rangka pertukaran pelajar, ia pun coba menggali, bisnis teknologi apa yang bakal tren di Asia untuk para pembaca marketing.co.id
Dan inilah 4 bisnis teknologi yang dinilai akan booming, seperti yang diutarakan oleh James Cunningham, dosen mata kuliah Management of Technology & Management Information System di Kumoh National Institute of Technology.
  1. Consultant IT Security
Menggali berbagai informasi kini dapat dengan mudah dilakukan lewat internet. Kendati begitu, internet juga memiliki banyak informasi mengenai data diri tiap individu di bumi. Mulai dari kontak kerabat yang terkoneksi via email di mobile phone, hingga berbagai private data yang baik secara sengaja atau tidak telah kita buat dalam bentuk digital.
Untuk itu,  Contultant IT Security pun diaku James akan sangat dibutuhkan oleh mereka pengakses dunia maya.
  1. Pengembang Aplikasi
Tak berbeda jauh dengan Consultant IT Security, pengembang aplikasi juga sangat dibutuhkan untuk konteks private security.
“Saya rasa keduanya, more application online untuk menjaga data pribadi, dan kita akan banyak menemukan cara bagaimana mendapatkan data pribadi kita dalam menggunakan internet akan lebih aman,” kata James.
  1. Personal Style Communication & Entertainment
Satu fenomena lagi yang kerap muncul di dalam kehidupan masyarakat urban kota besar adalah, bergesernya alat komunikasi yang tidak hanya sekadar untuk kebutuhan komunikasi, tapi juga sebagai lifestyle.
Coba lihat bagaimana smartphone menjamur? Bukan karena mereka butuh, tapi untuk gaya. Google Glass yang ramai di luar negeri, hingga smartwatch. Fungsi nomer dua, but style is number one.
  1. E-commerce
Dari ketiga contoh di atas, mungkin e-commerce masih yang paling potensial jika berbicara ruang lingkup Indonesia. Kita bisa lihat berbagai contoh e-commerce sukses, apalagi jika melihat demografinya, tentu e-commerce masih akan sangat ramai di tahun 2015.
Sementara jika melihat maraknya pengguna internet mobile, mungkin akan sangat bijak jika para pelaku e-commerce mulai membuat toko onlinenya dalam bentuk aplikasi.
“Tergantung negara masing-masing, tapi menurut saya, ke depannya memiliki toko online akan lebih menguntungkan. Saya sendiri lebih suka mencari barang secara online untuk membandingkan harga terbaik mengenai barang yang akan saya beli,” tegas James.
Nah, itu adalah sedikit kutipan yang di dapat dari Amanda Julia Isa mahasiswi Telkom University, Bandung, sekaligus founder Semperfy yang mendapat kesempatan untuk mengunjungi Korea dalam rangka pertukaran pelajar.

Sumber Berita dan Gambar (by: The Next Web)
http://www.marketing.co.id/4-bisnis-teknologi-yang-bakal-jadi-tren/
Sumber Gambar : http://netpreneur.co.id/wp-content/uploads/2014/12/information_technology-600x415.jpg

Follow us