Nasional

Silaturrahim dan Tabliq akbar peringatan tahun baru islam satu muharam 1437 Hijriyah 2015 Masehi, bersama keluarga besar Abituren Pondok Pesantren Musthafawiyah Kota Batam

Views Oktober 28, 2015
Silaturrahim dan Tabliq akbar peringatan tahun baru islam satu muharam 1437 Hijriyah 2015 Masehi, bersama keluarga besar Abituren Pondok Pesantren Musthafawiyah Kota Batam, dihadiri calon Wakil Gubernur Dr. H. Nurdin Basirun beserta calon wakil Walikota Batam Bapak Amsakar Ahmad, Minggu (25/10).
Kegiatan yang diselenggarakan digedung balai adat Kota Batam ini dalam rangka selain silaturrahim dan Tabliq Akbar, hal tersebut juga dalam rangka temu ramah bersama alumni yang tamatan dari pondok pesantren Musthafawiyah se-Provinsi Kepri.
dihadapan para Ustaz mengungkapkan betapa senangnya beliau karena berada ditengah-tengah para ustaz yang selalu menciptakan keindahan dan kedamaian dalam bermasyarakat untuk menciptakan masyarakat Kepri yang madani yang beriman dan ber akhlak mulia yang selalu bertaqwa kepada Allah SWT.
dan suasana seperti ini menurut Nurdin suasana yang sangat famili, dan suasana seperti ini sudah kami bangun di Kab. Karimun sejak dahulu sampai sekarang. dan kita harapkan suasana seperti ini bisa kita bangun bersama di Provinsi Kepri kedepan agar negeri kita tercinta ini Kepri akan selalu mendapatkan keberkahan disisi Allah, ungkap Nurdin.
Kedepan sebagai proritas peningkatan iman dan taqwa kami bersama bapak H.M. Sani akan menciptakan program hapalan Al-Quran satu hari satu ayat bagi anak-anak kepulauan riau. dan harapan kita semua program ini untuk pengenalan dan pemahaman nilai-nilai Al-Quran bagi anak-anak kita kedepan, dan program-program tersebut sudah kami laksanakan ketika kami (Nurdin) masih menjabat sebagai Bupati Karimun. dan diakhir sambutannya Nurdin mengungkapkan semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat selalu mendapat berkah dan amalan yang kita pada hari ini akan lebih baik dari hari kemarin. 
From : Tim KKB

Dr. H. Nurdin Basirun lepas gerak jalan santai di warga perumahan kijang kencana Kota Tanjung Pinang

Views Oktober 28, 2015
Dr. H. Nurdin Basirun lepas gerak jalan santai di warga perumahan kijang kencana 1,2 dan mutiara bintan kelurahan batu sembilan kec. kijang kencana kota tanjung pinang, minggu (25/10).
menurut Nurdin dirinya tidak asing lagi dengan suasana seperti ini dan semoga dengan jalan santai ini tubuh kita akan semakin sehat dan pikiran kita akan menjadi bersih. selain itu juga jalan santai yang kita lakukan ini dapat meningkatkan silaturrahim yang sangat
harapan Nurdin kepada warga ini bukanlah pertemuan yang pertama dan teraher antara kita semua, akan tetapi ini adalah awal bagi kita untuk sama-sama membangun Provinsi Kepulauan Riau ini akan lebih baik lagi kedepannya. dan Nurdin juga mengharapkan dukungan dan doa restu dari warga masyarakat kijang kencana atas pencalonan beliau bersama bapak H.M. Sani selaku calon Gubernur Kepri periode 2016-2021 nomor urot satu, karena tanpa adanya dukungan dan doa restu kami tidak akan ada apa-apanya bagi masyarakat Kepri.
seusai pelepasan jalan santai Nurdin beserta rombongan ikut serta mengikuti jalan santai tersebut hingga akhir dan dilanjutkan dengan kegiatan senam sehat bersama dan makan bersama masyarakat kijang kencana.
erat antar sesama kita warga masyarakat di kec. kijang kencana pada umumnya dan bagi perumahan kijang kencana pada khususnya.

Silaturrahim bersama Masyarakat nelayan sekaligus penyerahan SK Grup rumpun nelayan Kecamatan seri kuala lobam Kabupaten Bintan

Views Oktober 28, 2015
Silaturrahim bersama msyarakat nelayan sekaligus penyerahan SK gerub rumpun nelayan kec. seri kuala lobam kab. Bintan senin (19/10).
Adi M. Nur selaku ketua panitia Harapan para nelayan untuk dapat menjadikan nelayan yang mandiri demi kehidupan sehari.
Ka. Himpunan nelayan Saparudin, mendukung dan menyatakan sikap kepada sanur Sani-Nurdin menjadi pemimpin kepri periode 2016-2021, dan harapan kami, jika bapak terpilih nantinya, bapak dapat mendukung kami para nelayan di lobam ini, krn kami para nelayan tidak tahu hukum dan pendidikan yang tinggi. Krn jika seandainya terjadi hal-hal yang tidak kita tidak inginkan terjadi ada tempat kami mengadu, sesuai kita semua ketahui bahwa daerah kita merupakan darah yang berbatasan dengan negara lain.
Nurdin Basirun. Saya sudah terbaca pemikiran msyarakat membutuhkan perubahan apa lg buat para nelayan menjadi sejahtera. Apa lagi pada siangnya nurdin sudah belusukan ke kampung-kampung nelayan di bintan ini. Selama saya memimpin karimun kelompok nelayan ini sangat saya perhatikan krn kita merupakan daerah perairan yang manyoritas penduduk kepri ini adalah kerjanya nelayan.
Apa yang kita lakukan hari ini adalah tugas dalam rangka mencari ridho Allah dan hablum minannas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat nelayan pada khususnya. Dalam belusukan yang saya lihat di kelompok nelayan banyak yang diberikan bantuan itu yang sia-sia dengan tidak dimamfaatkan sebagai mana mestinya. Sebagaimana sesampainya Nurdin siangnya didesa teluk sasah kec. Seri kuala lobam, Nurdin berharap kepada para warga masyarakat tang berada dipinggiran pantai untuk dapat menjaga pantai dan laut kita agar tanpak bersih dan ikan akan datang di daerah kita dan semoga daerah ini akan dapat menjadi daerah pariwisata untuk penunjang perekonomian masyarakat. Dan kedepan kita harapkan sebelum kita memberi bantuan mari kita berondeng bersama-sama apa yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat dan kita tidak mau bantuan itu sia-sia saja tidak sesuai dengan harapan bapak-bapak nelayan. Dan harapan ini bisa kami lakukan jika kami duduk nanti dan semua itu terletak pada tangan dingin bapak dan ibu untuk mendukung kami sebagai pemimpin kepri kedepan. Dan harpan Nurdin pada nelayan semua untuk tidak buang sampah di bibir pantai dan laut kita agar lingkungan laut bersih dan ikan pun banyak datang dilaut kita. Dan kepada para ketua kelompok nelayan yang baru diberikan Surat Keputusan SK agar dapat bekerja dengan sebaiknya karena tugas ini merupan amanah yang di berikan oleh masyarakat kepada bapak-bapak maka peganglah amanah ini dengan baik agar para masyarakat kita akan semakin sejahtera.

DR.H. Nurdin Basirun pulang kampung halamannya di kec. moro dan bersilaturrahim

Views Oktober 13, 2015
Dr.H. Nurdin Basirun pulang kampung halamannya di kec. moro dan bersilaturrahim serta mohon doa restu pada masyarakat atas pencalonannya sebagai wakil gubernur mendapingi bapak H.M. Sani sebagai gubernur kepri periode 2016-2021, sabtu (10/10).
nurdin basirun beserta rombongan di sambut masyarakat setibanya di pelabuhan moro dan kemudian diiring menuju ke lokasi kegiatan sekali gus makan siang bersama. 
nurdin mengungkapkan kegiaatan ini juga sama ini lakukan beberapa tahun yang lalu ketika ia ingin mencalonkan sebagai wakil bupati karimun, dan sekarang juga saya lakukan dengan tanpa ada rencana yang matang sebelum-sebelumnya akan tetapi ini saya lakukan secara sepontanitas akan tetapi terkejut saya alhamdulillah sambutan yang sangat hangat nurdin rasakan karena masyarakat moro sudah berbondong-bondong hadir pada pertemuan tersebut. 
bahkan salah seorang tokah masyarakat moro bapak H. Bahar mengatakan kami masyarakat moro sudah siap menghantarkan bapak Dr. H. Nurdin basirun menjadi wakil gubernur mendampingi bapak H.M. sani selaku gubernur kepri periode 2016-20121 menuju kemenangan pada pilkada tanggal 09 desember 2015 ini. 
Nurdin berharap kepada masyarakat moro untuk bulatkan tekat bersama-sama untuk siap menjadikan anak moro sebagai pemimpin kepri kedepan. 
dan saya yakin bahwa suara masyarakat moro tidak akan bisa dibeli dengan uang dan jika ada beberapa orang yang melenceng semoga kita doakan ia dapat kembali kejalan yang benar, ungkap nurdin 
seusai pertemuan bersama mayarakat moro nurdin beserta rombongan kembali melanjutkan perjalanannya ke kota kundur utara tepatnya di dusun IV Srimulio desa tg. berlian barat kec. kundur utara kab. karimun.
oleh : Tim KKB

Dr.H.Nurdin Basirun menghadiri acara wirid bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kec.Tebing Karimun

Views Oktober 07, 2015
Karimun- sabtu (26/9). Dr. H. Nurdin Basirun menghadiri acara wirid bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kec. Tebing di mesjid Darussalam Kel. Pamak Kec. Tebing, sabtu (26/9). 
kehadiran Nurdin pada saat ini berbeda dengan kehadirannya waktu-waktu yang terdahulu, yang biasa kedatangannya selaku Bupati karimun akan tetapi kedatangannya pada acara BKMT sebagai ustaz untuk memberikan pencerahan bagi ibu-ibu BKMT kec. Tebing, hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang panitia ketika menyambut kedatangan Nurdin di mesjid Darussalam. 
Nurhayati selaku ketua BKMT kec. tebing mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tiap bulan yang dilselenggarakan oleh ibu-ibu BKMT kec. Tebing. 
tanpak berdeda hari ini kita telah didatangi oleh seorang ustaz kondang bapak DR. H. Nurdin Basirun, kami harapkan bapak dapat memberikan pencerahan kepada kami semua demi kelancaran kegiatan ibu-ibu BKMT kec. tebing. 
Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini adalah sebuah kegiatan yang bersifat pengorbanan yakni pengorbanan dalam meningkatan keimanan dan ketaqwakan kepada Allah SWT. dan semoga pengorbanan yang kita lakukan ini dapat dibalas dengan catatan amal dan menambahkan pahala bagi kita semua yang hadir pada hari ini.
dan diakhir pengorbanan kita dapat dipanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadan Umrah dan Haji. 
dan yang paling terpenting marilah sama-sama kita dapat tingkatkan silaturrahim dan kebersamaan. 
kontribusi yang dilakukan oleh ibu-iubu BKMT sangatlah besar dalam peningkatan prekonomian di daerah kita khususnya bagi Kab. karimun dan Prov. Kepri pada umumnya 
pemerintah tidak bisa bergerak sendirinya jika tanpa adanya dorongan dan kerja sama dari segala pihak baik dari masyarakat maupun ormas-ormas salah satunya ibu-ibu BKMT seperti ini. 
selain pengembangan dibidang ekonomi dan pembangunan, akan tetapi pengembangan dibidang agama itu sangat penting, maka dari itu kita selalu meningkatkan pengembangan dibidang agama agar dapat menjadi ikon bagi kab. karimun kedepan. 
marilah kita sama-sama menjemput keberkahan agar permasalah yang kita alami seperti dipisit di karimun dapat berjalan dengan baik. 
sesuai dengan ayat yang dibacanya "jika seandainya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami akan limpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, akan tetapi jika mereka mendustakannya maka kami akan siksa meraka disebabkan perbuatannya" 
maka dari itu jika selama saya menjabat sebagai Bupati karimun selama 10 tahun itu merupakan keberkahan buat saya dan masyarakat maka di tanggal 09 desember 2015 nantilah jawabannya, tangan dingin bapak dan ibu-ibulah menentukan segalanya. ungkap nurdin diakhir sambutannya

Tim KKB


Dr.H. Nurdin Basirun kunjungi pasar baru kota tanjung pinang seusai shalat subuh berjamaah

Views Oktober 05, 2015
Tanjung Pinang - minggu (4/10). - 
Dr.H. Nurdin Basirun kunjungi pasar baru kota tanjung pinang seusai shalat subuh berjamaah.
Kebiasaan ini sering dilakukan nurdin baik dimana pun daerah yang iya kunjungi di provinsi kepri. tujuan nurdin meninjau ke pasar-pasar adalah untuk meninjau secara langsung kondisi yang dialami oleh para pedagang baik masalah kondisi harga barang dan lokasi pasar apakah sudah memadai dan cita-cita nurdin ingin menjadikan pasar-pasara dikepri ini menjadi tempat pasar yang aman nyaman dan bersih. dan dalam kesempatan tersebut tujuannya juga ingin bersilaturrahim bersama para pedagang dan pembeli, karena dengan silaturrahim dan kebersamaan ini lah kita bisa meningkatkan mutu prekonomian dan pembangunan di kepri ini, ungkap nurdin. 


Tim KKB

Dr.H. Nurdin Basirun menghadiri acara gerak jalan santai yang diselenggarakan oleh keluarga besar teluk keriting di tanjung pinang

Views Oktober 05, 2015
Tanjung Pinang - Minggu (4/10). Dr.H. Nurdin Basirun menghadiri acara gerak jalan santai yang diselenggarakan oleh keluarga besar teluk keriting di tanjung pinang.
pelaksanaan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat kepri dan masyarakat teluk keriting pada khususnya untuk mengolahragakan masyarakatb dan memasyarakatkan olahraga.

Nurdin Basirun sebelum melepaskan peserta gerak jalan santai mengajak kepada mayarakat untuk selalu gemar melaksanakan ola raga agar supaya tubuh akan semakin sehat dan selalu meningkatkan silaturrahim dan kebersamaan. 
dimana pun nurdin berada ia selalu mengajak kepada masyarakat untuk selalu menjaga silaturrahim dan kebersamaan karena ini adalah ujung tombak sebuah kesuksesan dalam pembangunan pada suatu daerah dan hal tersebut juga untuk mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata’ala

nurdin berharap kepada warga dan masyarakat teluk keriting untuk selalu dapat menjaga ini semua agar lebih baik lagi kedepannya. 
dan iya jugak berharap supaya warga dapat membangun sebuat gedung serbaguna untuk wadah perkumpulan bagi masyarakat teluk keriting. dan hal tersebut dengan rasa solidaritas serta tingkatan sosial yang tinggi nurdin membantu warga masyarakat teluk keriting dengan bantuan dana pembebasan lahan tanah tempat pembangunan gedung serbaguna tersebut sebanyak RP. 50 jt, kepada masyarakat teluk keriting. 
dan kemudian Nurdin mengikuti jalan santai dengan selesai bersama masyarakat teluk keriting.

Tim KKB

Batam-Bintan akan Terhubung Jembatan Sepanjang 6,7 Km Senilai Rp 3 Triliun

Views Oktober 02, 2015

Seogwipo - Pulau Bintan dan Batam (Babin) bakal terhubung dengan sebuah jembatan dengan bantuan dari Korea Selatan (Korsel). Dana yang dibutuhkan untuk jembatan ini sebesar Rp 3 triliun.

"Jembatan Batam-Bintan ini proyek yang sangat monumental di Sumatera karena menghubungkan dua pulau besar," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Menko Perekonomian Dedy Priatna Jeju International Convention Center, Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan, Jumat (12/10/2012).

Jembatan sepanjang 6,7 Km ini akan menghubungkan dua pulau yang menjadi bagian dari zona perdagangan bebas di regional. Kedua pulau tersebut juga punya peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebanyak 1.200 perusahaan menanamkan modalnya di Batam, sementara pulau Bintan sebanyak 40 perusahaan yang berada di industri agrikultur, wisata, dan perdagangan.

"Pengembangan jembatan Babin ini akan memudahkan akses dan konektivitas antar kedua pulau sehingga meningkatkan ekonomi di area sekitar," ujarnya.

Pulau-pulau lain yang diperkirakan akan kecipratan dana gairah pertumbuhan ekonomi antara lain pulau Rempang, Galang dan Galang Baru.

Jembatan ini akan dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama akan menghubungkan Batam dan pulau Tanjung Sau, kemudian dilanjutkan dengan penyambungan ke Pulau Buau di tahap ketiga.

Sedangkan di tahap ketiga, penghubungan Pulau Buau dengan Bintan. Rencananya sebanyak 40% dari kebutuhan dana itu akan diambil dari pinjaman, 60% sisanya dari modal sendiri.

Modal sendiri yang dimaksud adalah patungan dari beberapa pihak, yaitu pemprov Riau dan pemkot Tanjung Pinang. Jembatan itu akan dioperasikan oleh perusahaan patungan antara pemerintah dengan swasta.

Hasil studi kelayakan yang terakhir kali dilakukan pada 2010 menunjukkan, jembatan itu akan dilalui oleh 9.189 mobil dan 6.500 motor per hari. Tarif keekonomian jembatan itu diperkirakan Rp 66.120 sekali jalan.

Sumber Berita dan Gambar :
m.detik.com/finance/read/2012/10/12/192111/2061529/4/batam-bintan-akan-terhubung-jembatan-sepanjang-67-km-senilai-rp-3-triliun

Dr.H. Nurdin Basirun beserta rombongan disambut hangat oleh pendukung dan simpatisan serta warga masyarakat Dabosingkep Kabupaten Lingga

Views Oktober 01, 2015
Lingga, Kehadiran Dr.H. Nurdin Basirun beseta rombongan disambut hangat oleh pendukung, dan simpatisan serta warga masyarakat dabok kab. lingga, .Nurdin di sambut dari pelabuhan dabo pada pukul 15.00 wib dan diiring menuju lapangan sepak bola mahkota gelamet desa kote kec. singkep pesisir kab. lingga. sebelum sampainya dilapangan Nurdin sempat melaksanakan shalat berjamaah di mesjid nurul shalah desa kute yang memang mesjid tersebut bersebelahan di lapangan bola tersebut,dan kemudian nurdin beserta rombongan menuju kelokasi kegiatan.
sesampainya dilapangan kembali nurdin sambut dan diarak dengan kompang serta pencak silat
dari masyarakat kute. permasadi selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan kegiatan sepak bola ini diselenggarakan dua tahun sekali open bagi Kab. Lingga, dengan jumlah tim yang mengikuti sebanyak 68 tim dan diselenggarakan selama 40 hari, untuk juara pertama hadiah uang saguhati sebanyak 25 jt juara dua 17 jt, juara tiga 10 jt dan juara empat 5 Jt. dalam kesempatan tersebut Nurdin sempat memberikan sambutan yang diawali dengan pemukulan tanda pertandingan resmi di mulai.
nurdin juga mengharapkan dengan kegiatan ini kita dapat meningkatkan silaturrahmi dan kebersamaan dalam pembangunan lingga kedepan, tingkatkan sportivitas dalam bertanding, dan nurdin mendoaakan semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan lancar sampai dengan selesai nanti. nurdin juga mengajak kepada masyarakat lingga mari bersama-sama bergandengan tangan bersama pemerintah dalam mengembangkan pemmbangunan di lingga ini, karena menurutnya lingga ini adalah daerah yang sangat menjanjikan di kepri ini apa lagi di bidang pariwisata karena alam lingga ini sangat indah dan sangat pantas untuk di kembangkan. dan ungkapnya juga kedepan kita harapkan lapangan pertandingan ini akan dibangun stadion yang indah apa lagi letaknya strategis dipinggiran pantai.
nurdin juga sempat menyinggung masalah pilkada yang sebentar lagi datang pada tanggal  09 desember 2015 yang akan datang, kita harapkan pesta demokrasi yang sebentar lagi dating kita semua dapat menjalankan ini dengan baik dan menjadikan pilkada yang bersih, pilihlah sesuai hati nurani bapak dan ibu yang sesuai dengan akidah kita masing-masing dan semoga pemimpin yang terpilih nantinya pemimpin yang benar-benar mampu bisa membawa kepri menjadi lebih baik lagi yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. dan harapnnya juga jangan lah pilkada yang sebentar ini akan dapat menjadikan kita berpecah belah sikut sanani sikut sini sehingga akan mendapatkan dampak yang negatif bagi warga masyarakat kita.
adapun eksebisi perdana antara PS. Olstar Karimun VS pesisir legen lingga. yang diawali dengan tepung tawar yang dilakukan oleh Nurdin yang didampingi sekda lingga beserta para orangtua pemuka agama, agar pertandingan ini dapat berjalan dengan baik dan tidak ada gangguan dan rintangan apapun. nurdin dan sekda lingga turut ikut serta dapat pertandingan nurdin menguatkan timnya dari karimun dan sekda lingga pak Aini menguatkan tim dari kab. linga. seusai pembukaan bola kaki nurdin melanjutkan perjalanannya bersilaturrahim bersama msyarakat dabok, dengan datang keposko pemenangan sanur serta ada beberapa tempat simpatisan dan pendukung sanur yang siap menjadikan sanur menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2016-20121. dan kemudian paginya nurdin beserta rombongan melanjutkan perjalanannya menuju kembali.

Tim KKB

Jokowi Mau Batam-Bintan-Karimun Jadi Kawasan Bebas Tahun Ini

Views September 30, 2015

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan bawahannya untuk segera menjadikan Batam-Bintan-Karimun sebagai kawasan terpadu perdagangan bebas pada tahun ini. Kebijakan ini dalam rangka menampung potensi investasi yang tidak tertampung di Singapura.

Hal itu disampaikan oleh Menkopolhukam Luhut Panjaitan, yang juga merangkap sebagai Kepala Kantor Kepresidenan di Istana Presiden, Jumat (21/8).

""Ini tindaklanjut pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura (Lee Hsien Loong) mengenai Batam-Bintan-Karimun untuk menjadi (kawasan) terpadu sehingga investasi yang datang dari berbagai negara ke situ bisa lebih bagus," jelas Luhut.

Jokowi menginginkan, kata Luhut, pejabat pemerintah tidak hanya melakukan kunjungan kerja ke luar negeri tanpa da eksekusi atau tindak lanjut yang sifatnya kongkret. Terkait dengan kunjungan kerja ke Singapura, Luhut mengatakan Jokowi ingin Batam bebnar-benar bisa menjadi kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).

"Keuntungannya banyak. Misal seperti dari perindustrian minyak, kemudian banyak (investasi) spill over dari Singapura yang sudah tidak bisa ditampung di sana kita bisa kelola dan itu akan punya nilai tambah untuk Indonesia," tuturnya.

Menurut Luhut, pembentukan kawasan terpadu FTZ Batam-Bintan-Karimun harus segera dilakukan mengingat banyak permasalahan yang menghambat investasi masuk ke kawasan tersebut. Untuk itu, akan dibentuk gugus tugas khusus untuk melaksanakan instruksi presiden ini yang salah satu anggotanya Purbaya Yudhi Sadewa. 

"Harus tahun ini. Tadi sudah diperintahkan untuk membuat task force," jelasnya.

Luhut menambahkan, selama ini terdapat sejumlah industri pipa dan perminyakan di kawasan tersebut. Hal itu menjadi nilai tambah seandainya Batam-Bintan-Karimun sudah menjadi kawasan perdagangan bebas.

Sumber Berita :
http://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20150821135256-92-73576/jokowi-mau-batam-bintan-karimun-jadi-kawasan-bebas-tahun-ini/
Sumber Gambar :
http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.penghubungkepri.org/images/24636560.png

Dr.H. Nurdin Basirun beri bantuan semen dan pasir pada warga bukit melati dapur 12 kel. pelungut kec. segulung kota batam

Views September 28, 2015
Dr.H. Nurdin Basirun beri bantuan semen dan pasir pada warga bukit melati dapur 12 kel. pelungut kec. segulung kota batam, minggu (27/9).
bantuan yang diserahkan kepada warga tersebut dipergunakan untuk pembangunan lapangan olahraga bagi warga setempat. 
dalam kesempatan Nurdin juga ikut melakukan guntong royong pada pembangunan lapangan olahraga tersebut. 
bapak Masaudin selaku ketua RW. 05 mengatakan masyarakat bukit melati siap untuk mendukung pasangan nomor 1 pasangan Sani-Nurdin (SANUR). 
dan harapannya kedepan jika bapak terpilih menjadi Wakil Gubernur mendapingi bapak H.M. Sani selaku gubernur  Kepri agara dapat berbuat lebih baik lagi bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat kepulauan riau dan bagi warga bukit melati khususnya. 
Nurdin berjanji jika ia terpilih nantinya akan berbuat lebih baik lagi dan akan selalu dekat bersama masyarakat kerpri. karena hal tersebut sudah ia lakukan ketika masih menjabat sebagai Bupati Karimun selama dua periode berturut-turut, sehingga masyarakat Karimun selalu mendorong dan berdoa semoga pencalonan saya sebagai wakil gubernur akan membuah kan hasil yang sangat baik bagi kepri kedepan. 
nurdin jugak mengungkapan pencalonan beliau untuk ikut dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur ini bukanlah saya pengen mendapatkan kedudukan dan gila akan pangkat dan jabatan, akan tetapi saya ingin kedepan masyarakat Kepri bisa sejahtera dalam bidang ekonomi dan pembangunan. akan tetapi nurdin juga mengungkapkan untuk mencapai sebuah kemajuan dan sejahtera itu tidak terlepas dari peningkatan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, karena tanpa adanya iman dan taqwa maka sebuah kemajuan itu tidak akan mendapatkan keberkahan dari Allah, ungkap Nurdin. 
seusai kunjungan ke bukit melati Nurdin melanjutkan perjalanannya ke Kampung tua, sesampainya Nurdin meninjau pembangunan di kampung tua tersebut, tanpak haru dan perihatin akan pembanguan rumah dan jembatan yang dipergunankan warga kampungtua  tersebut. 
Nurdin berjanji jika dirinya terpilih nanti, akan membenahi pembangunan peruhanan dan pelabuhan yang ditempati oleh warga. dan harapan nurdin setelah kita benah dan kita tata dengan baik pembangunan dikampung tua tersebut, kita inginkan kampung tua ini menjadi aset pariwisata dan lahan perikanan di Kota batam. 
maka dari itu harapannya juga kepada masyarakat untuk dapat mendukung penuh dan doa restu semoga beliau bersama bapak H.M. Sani menang dalam pemilihan pada tanggal 9 desember 2015 tersebut.

Tim KKB

KEMLU AJAK INVESTOR GALI POTENSI EKONOMI KARIMUN

Views September 27, 2015
Moneter.co – Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kabupaten Karimun menyelenggarakan acara “Updates from the Region” (UFTR) untuk mengajak investor asing menggali potensi ekonomi di Karimun.
Keterangan pers yang dilansir situs resmi Kemlu RI di Jakarta, Kamis, menyebutkan acara UFTR “Free Trade Zone and Free Port of Karimun” yang diselenggarakan pada tanggal 22 September di Hotel Intercontinental, Jakarta, itu dihadiri oleh para duta besar, diplomat asing di Jakarta, serta pengusaha dan media massa.
Acara tersebut bertujuan mempromosikan potensi usaha yang ada di Kabupaten Karimun, yang merupakan salah satu dari empat kawasan perdagangan bebas (free trade zones) di Indonesia, selain Batam, Bintan, dan Sabang.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, Esti Andayani menyampaikan bahwa Karimun memiliki banyak kelebihan, termasuk lokasi geografis.
Menurut Esti, Karimun memiliki lokasi strategis karena merupakan bagian dari kepulauan Riau di Selat Malaka yang adalah salah satu jalur dagang tersibuk di dunia karena dilewati 90.000 kapal per tahun.
“Dengan lokasi strategisnya, Karimun memainkan peran penting dalam visi Poros Maritim Indonesia Presiden Joko Widodo, terutama sebagai pusat (hub) antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” ujar dia.
Selain lokasi strategis, lanjut Esti, Karimun memiliki kelebihan lain, termasuk sumber daya manusia yang besar, keindahan alam, dan budaya, serta peraturan-peraturan yang ramah usaha dan investasi.
“Peraturan yang ramah usaha dan investasi itu, termasuk bebas bea ekspor dan impor, bebas pajak pertambahan nilai, dan ‘tax holiday’,” ungkap dia.
Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Bidang Ekonomi dan Kemaritiman Purba Robert Sianipar mengatakan bahwa sejak ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas pada tahun 2007, Karimun telah mengalami pertumbuhan pesat.
“Sebelum tahun 2009, hanya ada sembilan perusahaan yang beroperasi di Karimun. Setelah penetapannya sebagai kawasan perdagangan bebas, jumlah perusahaan yang berinvestasi di Karimun meningkat pesat menjadi sekitar 150,” jelas dia.
Updates from the Region merupakan forum yang diselenggarakan dua kali setahun oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi usaha daerah kepada para diplomat asing, pengusaha, dan investor.
Sejak 2007, UFTR telah mempromosikan potensi di daerah-daerah, seperti Batam, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

Sumber Berita :
http://moneter.co/kemlu-ajak-investor-gali-potensi-ekonomi-karimun/
Sumber Gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXoPz9_PLzNrzS313OeZ_minZEXITNQigtErsSgm-4LVEI01J5xxFUnMXLaqsN0eigfClvSxbAx8pPX80cfVKo18R460zD6kr4JaxYdBONM2xzwZKRZl5Ay-cowbwLjbs-KBioovn-MUQ/s1600/menlu.png

Anambas, Daerah Terisolir yang Kaya Migas

Views September 27, 2015
Semua fraksi DPR menyetujui 12 Rancangan Undang- Undang tentang Pembentukan Daerah Otonom untuk ditetapkan sebagai Undang-Undang. Salah satunya adalah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kompas, 25/6).
Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani RUU itu menjadi UU, berarti secara definitif Kepulauan Anambas menjadi kabupaten, terlepas dari kabupaten induk, yaitu Kabupaten Natuna.
Mengapa Kepulauan Anambas diusulkan menjadi kabupaten tersendiri? Banyak faktor yang dapat dijelaskan. Misalnya, dari segi ekonomi, potensi kekayaan alam berupa ladang minyak dan gas bumi (migas) yang dapat menjadi sumber bagi pendapatan bagi daerah. Selain itu, faktor geopolitik juga memengaruhi pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kepulauan Anambas merupakan gugusan pulau yang terletak di Laut Natuna dan di bagian utara dikelilingi Laut China Selatan. Kepulauan Anambas juga berbatasan dengan tiga negara, yaitu Malaysia di sebelah barat serta Vietnam dan Thailand di sebelah utara.
Meskipun terisolir, Kepulauan Anambas memiliki potensi migas yang besar. Sebagai gambaran, perusahaan migas ConocoPhillips melakukan eksploitasi di perairan Kepulauan Anambas dan menjadikan Pulau Palmatak sebagai basis dari kegiatan eksploitasi migas.
Potensi gas di Kabupaten Natuna pun masih besar. Sebagai gambaran, potensi gas di sumur gas di Blok Alfa D di Kabupaten Natuna saat ini mencapai 46 triliun kaki kubik (TCF). Ladang sumur itu diperkirakan baru dapat berproduksi tahun 2018. Potensi gas itu merupakan potensi terbesar di Asia Pasifik.
Ketua Umum Badan Pembentukan dan Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas Muhamad Zen mengungkapkan, sektor migas memang menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Kepulauan Anambas. ”Banyak lokasi sumur migas berada di Kepulauan Anambas,” kata Zen.
Selama ini, Kabupaten Natuna menjadi salah satu daerah penghasil gas terbesar di Indonesia. Dengan pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas, ”kue” migas dari dana bagi hasil (DBH) untuk Kabupaten Natuna pun akan terbagi ke Kabupaten Kepulauan Anambas yang baru nanti.
PAD migas
Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Natuna Basri mengungkapkan, DBH migas untuk Kabupaten Natuna tahun 2007 sekitar Rp 225 miliar. Sebagai perbandingan, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Natuna sekitar Rp 4 miliar.

Menurut Basri, pendapatan DBH migas sebesar Rp 225 miliar itu masih kecil jika dibandingkan dengan nilai total dari produksi migas di Kabupaten Natuna. ”Pendapatan kotor dari hasil migas yang keluar dari perut bumi Natuna tahun 2007 mencapai Rp 21,8 triliun,” katanya.
Akan tetapi, kata Basri, dalam menghitung DBH, pendapatan kotor tersebut masih harus dikurangi dengan berbagai potongan biaya. ”Misalnya pajak, cost recovery, seperti biaya eksplorasi, eksploitasi, dan ekspansi, serta biaya yang lain,” katanya.
Setelah potongan biaya diperhitungkan, menurut Basri, barulah DBH migas diperhitungkan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda). Untuk minyak, perbandingannya adalah pemerintah pusat sebesar 85 persen dan pemda 15 persen. Untuk gas, pemerintah pusat mendapat 70 persen dan pemda sebesar 30 persen.
Jika Kabupaten Kepulauan Anambas benar-benar terbentuk, seberapa besar Kabupaten Kepulauan Anambas dapat menikmati pembagian DBH itu? Hal tersebut sangat bergantung pada negosiasi Pemerintah Kabupaten Natuna, Pemkab Kepulauan Anambas bersama pemerintah pusat nanti.
Masalah pembagian dari hasil sumber kekayaan alam di daerah tentu dapat menjadi isu yang cukup sensitif.
Hal tersebut setidaknya juga terlihat dari laporan akhir pengkajian pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas yang dibuat Pemerintah Kabupaten Natuna, Badan Pembentukan dan Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas, serta Pusat Pengembangan Potensi dan Profesi. 

sumber berita dan gambar :
 http://www.anambaskab.go.id/statis-31-kekayaanalam.html

Dr. H. Nurdin Basirun menghadiri acara wirid bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kec.Tebing Karimun

Views September 27, 2015
Karimun- Dr. H. Nurdin Basirun menghadiri acara wirid bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kec. Tebingdi mesjid Darussalam Kel. Pamak Kec. Tebing, sabtu (26/9). 
kehadiran Nurdin pada saat ini berbeda dengan kehadirannya waktu-waktu yang terdahulu, yang biasa kedatangannya selaku Bupati karimun akan tetapi kedatangannya pada acara BKMT sebagai ustaz untuk memberikan pencerahan bagi ibu-ibu BKMT kec. Tebing, hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang panitia ketika menyambut kedatangan Nurdin di mesjid Darussalam. 
Nurhayati selaku ketua BKMT kec. tebing mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tiap bulan yang dilselenggarakan oleh ibu-ibu BKMT kec. Tebing. 
tanpak berdeda hari ini kita telah didatangi oleh seorang ustaz kondang bapak DR. H. Nurdin Basirun, kami harapkan bapak dapat memberikan pencerahan kepada kami semua demi kelancaran kegiatan ibu-ibu BKMT kec. tebing. 
Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini adalah sebuah kegiatan yang bersifat pengorbanan yakni pengorbanan dalam meningkatan keimanan dan ketaqwakan kepada Allah SWT. dan semoga pengorbanan yang kita lakukan ini dapat dibalas dengan catatan amal dan menambahkan pahala bagi kita semua yang hadir pada hari ini.
dan diakhir pengorbanan kita dapat dipanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadan Umrah dan Haji. 
dan yang paling terpenting marilah sama-sama kita dapat tingkatkan silaturrahim dan kebersamaan. 
kontribusi yang dilakukan oleh ibu-iubu BKMT sangatlah besar dalam peningkatan prekonomian di daerah kita khususnya bagi Kab. karimun dan Prov. Kepri pada umumnya 
pemerintah tidak bisa bergerak sendirinya jika tanpa adanya dorongan dan kerja sama dari segala pihak baik dari masyarakat maupun ormas-ormas salah satunya ibu-ibu BKMT seperti ini. 
selain pengembangan dibidang ekonomi dan pembangunan, akan tetapi pengembangan dibidang agama itu sangat penting, maka dari itu kita selalu meningkatkan pengembangan dibidang agama agar dapat menjadi ikon bagi kab. karimun kedepan. 
marilah kita sama-sama menjemput keberkahan agar permasalah yang kita alami seperti dipisit di karimun dapat berjalan dengan baik. 
sesuai dengan ayat yang dibacanya "jika seandainya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami akan limpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, akan tetapi jika mereka mendustakannya maka kami akan siksa meraka disebabkan perbuatannya" 
maka dari itu jika selama saya menjabat sebagai Bupati karimun selama 10 tahun itu merupakan keberkahan buat saya dan masyarakat maka di tanggal 09 desember 2015 nantilah jawabannya, tangan dingin bapak dan ibu-ibulah menentukan segalanya. ungkap nurdin diakhir sambutannya.
Team KKB

DR.Nurdin Bashirun Calon Gubernur Kepulauan Riau Periode 2015-2019 melakukan tabligh akbar menyambut Idul Adha 1436 H

Views September 25, 2015

Karimun- DR.Nurdin Bashirun, Calon Gubernur Kepulauan Riau Periode 2015-2019 melakukan tabligh akbar menyambut hari raya Idul Adha 1436 H, di panggung halaman rumah dinas Bupati karimun bersama Pemerintah Kabupaten Karimun dan Ust DR. Muhammad Yahya Waloni mantan rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Papua.

Kegiatan mengangkat tema "Menguak Rahasia Fitrah Manusia Dibalik Fakta Hidaya" ini, menghadirkan penceramah mantan Pendeta dan mantan rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Papua, DR. Muhammad Yahya Waloni, M.Th. Yang mana ustadz dari Jakarta tersebut juga menjadi khatib pada Sholat Ied Idul Adha di Masjid Agung Karimun Jl Poros Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kamis 24 September 2015/10 Dzulhijjah 1436 H pukul 17.15 WIB.
Dr.H. Nurdin Basirun dalam sambutannya selaku pembina Persaudaraan Haji Kab. Karimun mengucapkan selamat Hari Raya Idul adha 1436 H, dan kita harapkan Kabupaten karimun sebagai Kabupaten yang percontohan bagi daerah lain di Prov. Kepri ini. 
walaupun depisit yang kita alami ini tidak menurunkan semangat dan aktivitas di karimun ini sebagai penghambat tingkat pembangunan di Karimun, hal tersebut sampai saat ini kita bisa mengelola keuangan daerah dengan membantu pemberangkatan haji dan kegiatan lainnya. ini disebabkan masyarakat karimun selalu menjemput hidayah dan meningkatkan silaturrahim dalam kehidupan sehari hari. 
kita harapkan dengan kondisi politik yang dialami pada saat ini jangan sampai kita semua berpecah belah dan saling pitnah dan kita harapkan kedepan Prov. kepri dan Kab. Karimun pada khususnya akan mendapatkan pemimpin yang cinta dengan masyarakat dan cinta pada agama. 
saya harapkan kepada adinda saya bapak H. Aunur Rapiq silaturrahmi yang sudah kita jalani bersama masyarakat karimun saya harapkan tetap dijaga dengan baik. 
dan diakhir sambutannya Nurdin mengajak kepada masyarakat karimun untuk berdoa bersama sama bagi jamaah haji kita yang sedang melaksanakan ibadah di tanah suci mekah agar senantiasa sehat selalu dan dapat beribadah dengan lancar. 
Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan tidak diaksanakan pawai takbir berkendaraan berkeliling seperti tahun sebelumnya, tapi dialihkan dengan tabligh akbar untuk lebih menghikmatkan dimalam menyambut Idul Adha tahun ini.

"Diharapkan kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Intinya, ambil sejarah dan makna dimalam menyambut hari raya kurban serta hari raya haji tahun ini.

Sebelum ustadz menyampaikan ceramah, dilakukan pemukulan bedug oleh Wabup Karimun dan FKPD bersamaan.

Anambas, Daerah Terisolir yang Kaya Migas

Views September 11, 2015

Semua fraksi DPR menyetujui 12 Rancangan Undang- Undang tentang Pembentukan Daerah Otonom untuk ditetapkan sebagai Undang-Undang. Salah satunya adalah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kompas, 25/6).

Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani RUU itu menjadi UU, berarti secara definitif Kepulauan Anambas menjadi kabupaten, terlepas dari kabupaten induk, yaitu Kabupaten Natuna.

Mengapa Kepulauan Anambas diusulkan menjadi kabupaten tersendiri? Banyak faktor yang dapat dijelaskan. Misalnya, dari segi ekonomi, potensi kekayaan alam berupa ladang minyak dan gas bumi (migas) yang dapat menjadi sumber bagi pendapatan bagi daerah. Selain itu, faktor geopolitik juga memengaruhi pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepulauan Anambas merupakan gugusan pulau yang terletak di Laut Natuna dan di bagian utara dikelilingi Laut China Selatan. Kepulauan Anambas juga berbatasan dengan tiga negara, yaitu Malaysia di sebelah barat serta Vietnam dan Thailand di sebelah utara.

Meskipun terisolir, Kepulauan Anambas memiliki potensi migas yang besar. Sebagai gambaran, perusahaan migas ConocoPhillips melakukan eksploitasi di perairan Kepulauan Anambas dan menjadikan Pulau Palmatak sebagai basis dari kegiatan eksploitasi migas.

Potensi gas di Kabupaten Natuna pun masih besar. Sebagai gambaran, potensi gas di sumur gas di Blok Alfa D di Kabupaten Natuna saat ini mencapai 46 triliun kaki kubik (TCF). Ladang sumur itu diperkirakan baru dapat berproduksi tahun 2018. Potensi gas itu merupakan potensi terbesar di Asia Pasifik.

Ketua Umum Badan Pembentukan dan Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas Muhamad Zen mengungkapkan, sektor migas memang menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Kepulauan Anambas. ”Banyak lokasi sumur migas berada di Kepulauan Anambas,” kata Zen.

Selama ini, Kabupaten Natuna menjadi salah satu daerah penghasil gas terbesar di Indonesia. Dengan pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas, ”kue” migas dari dana bagi hasil (DBH) untuk Kabupaten Natuna pun akan terbagi ke Kabupaten Kepulauan Anambas yang baru nanti.

PAD migas

Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Natuna Basri mengungkapkan, DBH migas untuk Kabupaten Natuna tahun 2007 sekitar Rp 225 miliar. Sebagai perbandingan, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Natuna sekitar Rp 4 miliar.

Menurut Basri, pendapatan DBH migas sebesar Rp 225 miliar itu masih kecil jika dibandingkan dengan nilai total dari produksi migas di Kabupaten Natuna. ”Pendapatan kotor dari hasil migas yang keluar dari perut bumi Natuna tahun 2007 mencapai Rp 21,8 triliun,” katanya.

Akan tetapi, kata Basri, dalam menghitung DBH, pendapatan kotor tersebut masih harus dikurangi dengan berbagai potongan biaya. ”Misalnya pajak, cost recovery, seperti biaya eksplorasi, eksploitasi, dan ekspansi, serta biaya yang lain,” katanya.

Setelah potongan biaya diperhitungkan, menurut Basri, barulah DBH migas diperhitungkan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda). Untuk minyak, perbandingannya adalah pemerintah pusat sebesar 85 persen dan pemda 15 persen. Untuk gas, pemerintah pusat mendapat 70 persen dan pemda sebesar 30 persen.

Jika Kabupaten Kepulauan Anambas benar-benar terbentuk, seberapa besar Kabupaten Kepulauan Anambas dapat menikmati pembagian DBH itu? Hal tersebut sangat bergantung pada negosiasi Pemerintah Kabupaten Natuna, Pemkab Kepulauan Anambas bersama pemerintah pusat nanti.

Masalah pembagian dari hasil sumber kekayaan alam di daerah tentu dapat menjadi isu yang cukup sensitif.

Hal tersebut setidaknya juga terlihat dari laporan akhir pengkajian pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas yang dibuat Pemerintah Kabupaten Natuna, Badan Pembentukan dan Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas, serta Pusat Pengembangan Potensi dan Profesi.

Penulis: FERRY SANTOSO

Sumber Berita :
http://nasional.kompas.com/read/2008/07/02/23523572/anambas.daerah.terisolir.yang.kaya.migas
Sumber Gambar :
https://ninetoursindonesia.files.wordpress.com/2012/12/anambas-map.jpg

Saatnya Karimun Menjadi FTZ Menyeluruh

Views September 02, 2015

RAPAT Koordinasi Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Batam Bintan Karimun di Tanjungpinang pada akhir Januari lalu mempertegas kembali usulan dari Ketua Dewan Kawasan agar FTZ Karimun ditetapkan menjadi seluruh pulau, tidak lagi enclave seperti saat ini.

Dasar usulan tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Tingginya kebutuhan lahan untuk industri galangan kapal dan penunjang off-shore di FTZ Karimun, dan demi efektifitas perpindahan orang dan barang dari dan ke kawasan bebas, sehingga Karimun layak untuk dikembangkan menjadi FTZ Menyeluruh.
Target dari semua itu adalah kemajuan pembangunan Kabupaten Kepulauan Karimun  sebagai salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura.
Sejak terpisah dari Kabupaten Kepulauan Riau dan menjadi daerah otonom pada tahun 2000, Kabupaten Kepulauan Karimun terus berbenah untuk mengembangkan berbagai potensi daerah yang menjadi andalan kabupaten tersebut, salah satunya sebagai kawasan industri maritim dan galangan kapal.

Jejak pembangunan industri maritim di kabupaten tersebut sebenarnya sudah dimulai pada tahun 1990 ketika pemerintah menetapkan tiga pulau di daerah ini sebagai pusat pembangunan baru, yaitu Batam, Bintan, dan Karimun.
Saat itu peran pemerintah Singapura bekerjasama dengan Indonesia mengembangkan kawasan industri Batamindo di Mukakuning, Batam, Kawasan Industri Lobam dan Kawasan Pariwisata Lagoi di Bintan, dan kawasan industri maritim di Karimun. Sampai hari ini, keempat daerah itu masih terus berkembang menjadi andalan daerah masing – masing.
Puncaknya adalah ketika pemerintah menetapkan Batam Bintan Karimun sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas melalui Peraturan Pemerintah nomor 46, 47, 48 tahun 2007.

Dari tiga daerah FTZ tersebut, hanya Batam yang ditetapkan sebagai FTZ menyeluruh karena mempertimbangkan sejarah awal pulau tersebut ketika menjadi kawasan berikat dan berkembang menjadi pulau berikat seperti saat ini. Sedangkan Bintan dan Karimun ditetapkan terbatas di beberapa lokasi atau dikenal dengan istilah enclave.
Setelah 4 tahun status FTZ diimplementasikan di Karimun, berbagai catatan kemajuan berhasil ditorehkan di antaranya dengan mulai masuknya investasi asing dengan nilai yang fantastis di daerah itu sehingga membuka banyak peluang kerja  dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi setempat.

Pertumbuhan
Kabupaten Kepulauan Karimun dibentuk berdasarkan UU Nomor 53 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Karimun bersama 8 daerah otonom lainnya. Luas wilayah kabupaten tersebut mencapai 920 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 230.000 jiwa.

Untuk melihat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Karimun dipakai data indeks berantai PDRB atas dasar harga konstan. Pada tahun 2010 perekonomian Kabupaten Karimun mampu tumbuh sebesar 6,56 persen yang didukung oleh pertumbuhan di sektor bangunan, keuangan dan persewaan, industri pengolahan dan jasa-jasa.
Sektor-sektor yang menjadi andalan dalam perekonomian kabupaten tersebut adalah sektor pertanian sebesar 26,69 persen, sektor perdagangan, hotel, restoran sebesar 26,47 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 13,18 persen, dan sektor industri pengolahan sebesar 8,71persen.
Kendati sudah mendapatkan status FTZ, namun Karimun belum sepenuhnya bertransformasi menjadi daerah industri seperti Batam.

Meski tidak termasuk daerah tertinggal namun Karimun masih menanti pembangunan ekonomi yang menyentuh seluruh sendi kehidupan.

Data Dewan Kawasan FTZ Karimun, nilai investasi di FTZ Karimun selama 4 tahun terakhir sejak 2008 – 2011 cenderung fluktuatif, dimulai pada 2008 sebesar US$185 juta, 2009 US$15,4 juta, 2010 US$99,7 juta, dan 2011 US$12,3 juta.
Investasi terbesar pada 2008 dikontribusi oleh PT Saipem Karimun Yard yang mencatatkan investasi hampir mencapai Rp 2 triliun untuk pengembangan fasilitas pendukung off-shore migas.
Secara bertahap, Pemerintah Kabupaten Karimun memang telah membangun sarana infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan dalam rangka meningkatkan daya tarik kawasan tersebut bagi investor asing.

Dari sisi perdagangan dan jasa, sebenarnya Karimun sudah mulai bergeliat dengan kontribusi sebesar 26,4 persen terhadap PDRB. Ini terlihat dari semakin banyaknya hotel dan restoran yang beroperasi di Karimun, ditopang oleh arus wisatawan asing dan domestik. Serta tingginya tingkat konsumsi bahan bakar minyak yang menandakan bahwa semakin banyak jumlah kendaraan beredar dari kabupaten tersebut.
Namun sayang, infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum masih terbatas, dan lebih sering kehabisan stok.

Sektor ritel sebenarnya sudah mulai tumbuh, dipicu oleh daya beli masyarakat yang terus meningkat. Hanya saja, ketiadaan pusat berbelanjaan menyebabkan masyarakat terpaksa harus menyeberang ke Batam.
Kadin Provinsi Kepulauan Riau mencatat setiap akhir pekan sekitar 2.000 – 2.500 warga Karimun menyeberang ke Batam untuk berlibur atau berbelanja. Itu data dari satu operator feri saja, sementara ada empat operator yang melayani rute Batam – Karimun hingga 10 kali sehari pulang – pergi.

Potensi
Mempertimbangkan berbagai indikator tersebut, tidak ada salahnya jika Karimun juga ingin agar FTZ ditetapkan di seluruh pulau tidak hanya terbatas di lokasi tertentu, tujuannya agar akselerasi pembangunan ekonomi bisa dipercepat.
Penulis berpandangan manfaat yang bisa diperoleh dengan penetapan FTZ menyeluruh ini adalah pertama, pemerataan pembangunan karena seluruh wilayah bisa dijadikan basis produksi bagi perusahaan yang masuk. Apalagi ketersediaan lahan di lokasi yang sudah ditetapkan sebagai FTZ mulai terbatas.

Jika kekhawatiran adanya peluang rembesan atau penyelundupan karena seluruh pulau yang terbuka, tentunya ini berpulang kepada kesiapan aparatur kepabeanan dan keamanan untuk mengoptimalkan pengawasan di setiap pintu masuk, dan sejak dini mulai mendisain mekanisme pengawasan efektif di seluruh pulau.
Artinya, tidak ada alasan untuk tidak menetapkan Karimun sebagai FTZ menyeluruh karena kawasan tersebut sejak awal memang telah didisain sebagai kawasan industri maritim yang akan menjadi penopang di saat ketersediaan lahan industri maritim di Batam mulai terbatas.

Tren ke arah itu sudah mulai terjadi, Batam saat ini mulai kesulitan memenuhi permintaan lahan bagi industri yang membutuhkan lahan yang luas, sedangkan Karimun dan Bintan masih berpotensi untuk memenuhi itu semua.
Kedua, tumbuhnya sektor usaha pendukung industri seperti perdagangan, properti, perbankan, transportasi, dan jasa lainnya.

Jika berkaca pada keberhasilan pola pembangunan Batam, sektor industri memang menjadi sektor andalan untuk mengangkat pertumbuhan sektor lainnya.
Diharapkan terjadinya multiplier effect dari kebangkitan sektor industri di Karimun, yang awalnya hanya 8,7 persen terhadap PDRB menjadi 25 persen – 30 persen. Untuk mencapai itu semua tentu dibutuhkan investasi yang besar untuk masuk ke Karimun, baik dari investor maupun dari pemerintah sendiri.

Dari sisi pemerintah daerah, sebenarnya dengan dukungan APBD yang terus meningkat setiap tahunnya seharusnya bisa menjadi pemicu pembangunan, dan tampaknya komitmen Pemkab Karimun sudah sangat besar.
Tahun 2013 ini, APBD Karimun disahkan sebesar Rp 1,077 triliun, angka ini meningkat dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp 953 miliar. Dengan penduduk di bawah 300.000 jiwa, tentu Karimun memiliki peluang besar untuk meningkatkan alokasi anggaran di sektor infrastruktur dalam rangka menggenjot pertumbuhan sektor – sektor ekonomi andalan daerah.

Kadin Kepri telah berkomitmen untuk bergandengan tangan dengan Kadin kabupaten Karimun bersama pemerintah kabupaten dalam pembangunan agar Karimun pada 5 – 10 tahun mendatang bisa mengimbangi Batam sebagai lokomotif pembangunan di Kepulauan Riau.

Sumber Berita : 
batampos.co.id/18-02-2013/saatnya-karimun-menjadi-ftz-menyeluruh-2/
Sumber Gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcP893HHwbbyIGzQ7jq2SSrNLaVm9we5LocLrMvBefpB9bk4RK9CtB-9Yokt44hgj8JXFOj_-f-EB2j2C7d5ntcKsOaowFyuxF_I7FDgm_prj1MmzJNNjj11Fu-R9IT11znPsR_ww2qhPn/s1600/karimun.jpg

Peluang Ekonomi Peternakan Sapi di Bintan Belum Dioptimalkan

Views Agustus 31, 2015

TANJUNGUBAN, batamtoday - Kebutuhan harian akan daging sapi segar untpinang selama ini dipenuhi oleh daerah lain. Peluang pasar yang besar ini belum dilirik oleh peternak Bintan. Belum lagi kedekatannya secara geografis dengan Batam maupun Karimun, ataupun dengan negara tetangga seperti Singapura.

"Peluang peternakan sapi sampai saat ini belum diambil oleh peternak sapi secara maksimal. Kebutuhan sapi untuk Tanjungpinang dan Bintan masih dari luar daerah seperti dari Jambi. Kita masih sebatas penggemukan sapi untuk pemenuhan hewan kurban," kata Azhari, Kepala Seksi Pengembangan Peternakan Bintan, Selasa (2/10/2012).

Bahkan untuk saat ini kata Azhari, peternak sapi Bintan baru sebatas penggemukan sapi belum bisa beternak sebagaimana peternak sapi pada umumnya.

"Berbagai upaya kita lakukan supaya peternak sapi bisa melangkah dari penggemukan menuju peternakan. Salah satunya dengan mengadakan berbagai penyuluhan akan manfaat kotoran sapi untuk diolah menjadi kompos dan biogas," ujarnya.

Seluruh bagian dari ternak sapi sangat bermanfaat, dari daging, kotoran, bahkan air kencingnya juga bisa dijadikan pupuk.

"Pola pikir peternak harus dirubah mulai sekarang, dari pemikiran peternakan menuju agro industri. Sehingga peternakannya berorientasi pasar. Bahwa kotoran sapi bisa dijual dengan mengolahnya menjadi kompos. Bisa memakai biogas untuk memasak, sebagai pengganti gas elpiji," terangnya.

Sumber Berita:
http://m.batamtoday.com/detail2.php?id=20188

Sumber Gambar : https://totoharyanto.com/wp-content/uploads/2015/08/ternak-sapi-potong.jpg



Potensi Kabupaten Lingga

Potensi Kabupaten Lingga

Views Agustus 30, 2015

Potensi Peternakan dan Perikanan

1. Peternakan
Pada tahun 2010, populasi ternak besar seperti sapi tercatat 1.341 ekor, kerbau 3 ekor, kambing 748 ekor dan babi 335 ekor. Bila dibandingkan tahun sebelumnya populasi ternak besar mengalami kenaikan untuk sapi sebesar 3,2 persen, kambing sebesar 19,9 persen, dan babi sebesar 4,7 persen.
Populasi unggas pada tahun 2010 berjumlah 113.042 ekor. Jika dibandingkan dengan tahun 2009 yaitu sebanyak 110.169 ekor, ternak unggas di Kabupaten Lingga naik sebesar 2,6 persen.
Populasi ayam kampung memiliki jumlah terbanyak yaitu sebanyak 72.131 ekor. Populasi ayam petelur dan ayam pedaging masing-masing sebanyak 6.500 dan 32.800 ekor. Dan populasi itik sebanyak 1.611. Dari keempat jenis unggas tersebut, ayam kampung dan itik mengalami penurunan populasi masing-masing sebesar 1,5 persen dan 15 persen.
2. Perikanan
Untuk sub sektor perikanan di Kabupaten Lingga pada umumnya adalah perikanan laut. Pada tahun 2009 volume produksi perikanan laut sebesar 18.310,988 ton, pada tahun 2010 bertambah menjadi 21.560,931 ton atau mengalami peningkatan sebesar 17,7 persen.
Jumlah alat produksi perikanan dari tahun ke tahun cenderung mengalami penambahan. Pada tahun 2010 tercatat 9.964 unit alat penangkap ikan, 2.715 kapal motor, 124 motor tempel, 2.391 perahu tanpa motor dan 1.025 keramba.
Direncanakan akan dikembangkan pelabuhan perikanan di Kabupaten Lingga berdasarkan arahan dari RTRW Provinsi Kepulauan Riau adalah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) melayani kapal perikanan berukuran sekurang-kurangnya 3 GT dan menampung 20 buah kapal atau 60 GT kapal perikanan sekaligus.
Rencana pengembangan PPI di 6 lokasi wilayah Kabupaten Lingga sesuai dengan rencana pembangunan dan pengembangan pelabuhan perikanan di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tahun 2010 – 2030.
Pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Lingga meliputi:
1. Perikanan Tangkap
Perikanan tangkap meliputi:
a. jalur penangkapan 0 (nol) – 6 (enam) mil dari garis pantai diperuntukan bagi kegiatan perikanan tangkap dengan bagan, bubu atau perahu kurang dari 6 (enam) GT penekanan pada kegiatan penangkapan udang, ikan pelagis, dan ikan laut lainnya skala kecil;
b. jalur penangkapan 6 (enam) -12 (duabelas) mil dari garis pantai diperuntukan bagi kegiatan perikanan tangkap komersil untuk perahu/kapal ikan 6 (enam) – <60 (enam puluh) GT penekanan pada kegiatan penangkapan udang, ikan pelagis, dan ikan laut lainnya skala komersil; dan
c. jalur penangkapan >12 (duabelas) mil dari garis pantai diperuntukan bagi kegiatan perikanan tangkap komersil untuk perahu/kapal ikan >60 (enam puluh) GT penekanan pada kegiatan penangkapan ikan pelagis, dan ikan laut lainnya skala komersil.
2. Perikanan Budidaya
Kawasan perikanan budidaya laut berupa kawasan budidaya rumput laut, budidaya perikanan keramba jaring apung dan budidaya keramba jaring tancap. Adapun rencana pengembangan perikanan budidaya laut pada kawasan pemanfaatan umum berada di:
a. Kecamatan Senayang meliputi:
1. perairan Pulau Benan;
2. perairan Pulau Mensanak;
3. perairan Pulau Dua Besar;
4. perairan Pulau Duyung;
5. perairan Pulau Panjang;
6. perairan Pulau Tekeres;
7. perairan Pulau Setumu;
8. perairan Tanjung Gantung;
9. perairan Pulau Kongki Besar;
10. perairan Pulau Penaah;
11. perairan Pulau Senayang;
12. perairan Pulau Tajur Biru;
13. perairan Pulau Rejai;
14. perairan Pulau Pongok;
15. perairan Pulau Talas;
16. perairan Pulau Kekek;
17. perairan Pulau Baran; dan
18. perairan Pulau Cempa;
b. Kecamatan Lingga Utara meliputi:
1. perairan Kelurahan Pancur;
2. perairan Desa Teluk;
3. perairan Desa Limbung;
4. perairan Tanjung Bungsu;
5. perairan Pasir Lulun;
6. perairan Air Kelubi; dan
7. perairan Desa Sekanah;
c. Kecamatan Lingga terletak di perairan Serteh Desa Kelumu
d. Kecamatan Selayar meliputi:
1. perairan Pulau Selayar; dan
2. perairan Pulau Serang Lima;
e. Kecamatan Singkep Pesisir meliputi:
1. perairan Desa Kote;
2. perairan Desa Lanjut;
3. perairan Desa Berindat; dan
4. perairan Desa Sedamai;
f. Kecamatan Singkep Selatan meliputi:
1. perairan Tanjung Napan; dan
2. perairan Pulau Lalang;
g. Kecamatan Singkep Barat
meliputi:
1. perairan Desa Marok Tua;
2. perairan Teluk Sekanak;
3. perairan Desa Sungai Buluh; dan
4. perairan Desa Posek.

Potensi Kabupaten Natuna

Views Agustus 30, 2015

Potensi Kabupaten Natuna
1. GEOGRAFIS
A.Letak Wilayahh
Secara geografis, Kabupaten Natuna terletak pada titik koordinat 1016’-7019’ LU (Lintang Utara) dan 105000’-110000’ BT (Bujur Timur),dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
a.Sebelah utara dengan Vietnam dan Kamboja.
b.Sebelah selatan dengan Kabu-paten Bintan.
c.Sebelah barat dengan Kabupaten Kepulauan Anambas
d.Sebelah timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

B.Luas Wilayah
Menurut UU Nomor 33 Tahun 2008, Kabupaten Natuna memiliki luas wilayah 264.198,37 km2 Dengan luas daratan 2.001,30 km2 dan lautan 262.197,07 km2. Ranai sebagai Ibukota Kabupaten Natuna. Di kabupaten ini terdapat 154 pulau, dengan 30 pulau (19,48 persen) yang berpenghuni dan sebagian besar pulau (124 buah) tidak berpenghuni. Dua pulau terbesar diantaranya adalah Pulau Bunguran, dan Pulau Serasan. Pulau-pulau yang ada dapat dikelompokkan dalam 2 gugusan:
1. Gugusan Pulau Natuna, terdiri dari pulau-pulau di Bunguran, Sedanau, Midai, Pulau
2. Laut, dan Pulau Tiga. Gugusan Pulau Serasan, terdiri dari pulau-pulau di Serasan, Subi Besar dan Subi Kecil.

2. Keadaan Demografi.
Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Natuna (angka sementara) adalah 69.319 orang, yang terdiri atas 35.780 laki-laki dan 33.449 perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Barat, dan Midai merupakan 3 kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu masing masing 23.230 orang, 10.827 orang, 5.015 orang. Kecamtan Pulau Laut merupaka kecamtan yang memiliki jumlah penduduk terkecil yaitu 2.200 orang.

3.Iklim
Iklim di Kabupaten Natuna sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin. Musim kemarau biasanya terjadi pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Juli. Curah hujan rata-rata setahun berkisar 193,2 milimeter dengan rata-rata kelembaban udara sekitar 90,4 persen dan temperatur berkisar antara 25,80 celcius.

4. Topografi
Berdasarkan kondisi fisiknya, Kabupaten Natuna merupakan tanah berbukit dan bergunung batu. Dataran rendah dan landai banyak ditemukan di pinggir pantai. Ketinggian wilayah antar kecamatan cukup beragam, yaitu berkisar antara 3 sampai dengan 959 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 2 sampai 5 meter. Pada umumnya struktur tanah terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan yang tanah dasarnya mempunyai bahan granit, dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus.

Dengan segala potensi yang dimiliki Kabupaten Natuna diharapkan mampu dikelola dengan baik agar dapat mengembangkan wilayahnya. Potensi yang dimaksud terdiri dari beberapa sektor, antara lain:

A.Sektor Pertanian.Pertanian & perkebunan
seperti ubi-ubian, kelapa, karet, sawit dan cengkeh. Terdapat di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna, walaupun hasilnya prosentasinya terlalu tinggi namun mampu memberikan suplai masyarakat natuna.

B.SektorPerikanan.
Sumber daya perikanan laut yang mencapai lebih dari 1 juta ton/tahun dengan total pemanfaatan hanya 36%, yang hanya sekitar 4,3% oleh Kabupaten Natuna.

C.Sektor Pariwisata

1).Masjid Natuna
Masjid raya natuna dibangun oleh investor dari perusahan minyak yang menanamkan investasi di kabupaten natuna. Masjid ini dibangun pada tahun 2004 yang terletak di pusat kota, ranai. Keindahan masjid ini mampu menarik wisata dikarenakan gaya arsiktetur yang tinggi dari timur – tengah.

2).Pantai batu sindu.
Pantai ini memiliki legenda ada sepasang laki – laki dan perempuan ingin menikah laki – laki dari daerah ranai darat, dan perempuan daerah pesisir, kedua belah pihak melamar dan mengantar makanan. Dan yang laki – laki mencaci masakan perempuan sehingga pihak perempuan bersumpah dan mengutuk sehingga menjadi batu. Pantai batu sindu ini terletak di desa tanjung. Yang memiliki keindahan pantai denga bebatuan yang menghiasi pesisir pantai.

3.Sektor Migas
Selain banyak pantai dan pulau masih “perawan” Natuna juga super kaya dengan kandungan gas maupun minyak bumi. Terasa tak lengkap jika membicarakan Natuna tanpa kandungan alam gas alam yang disebutkan oleh para ahli, memiliki cadangan terbesar Asia Pasifik bahkan di dunia.Yaitu Blok Natuna D-Alpha merupakan blok gas dan minyak yang menyimpan sekitar 500 juta barel. Total potensi gas diperkirakan mencapai 222 triliun kaki kubik, dan inilah cadangan terbesar di dunia yang tidak akan habis dieksplorasi 30 tahun ke depan.

Potensi gas yang recoverable sebesar 46 tcf (46,000 bcf) atau setara dengan 8,383 miliar barel minyak (1 boe, barel oil equivalent = 5.487 cf ).Dengan potensi sebesar itu, dan asumsi harga rata-rata minyak US$ 75 / barel selama periode eksploitasi, nilai potensi ekonomi gas Natura adalah US$ 628,725 miliar atau sekitar Rp 6.287,25 triliun (kurs US$/Rp = Rp 10.000).

Bandingkan dengan APBN 2010 yang hanya Rp 1.047,7 triliun.Terhitung 2 November 2010 hingga 2 Maret 2011, Premier Oil telah mendeteksi kandungan minyak dan gas di kawasan Blok D Alpa Natuna.

Premier Oil perusahaan pengeboran minyak dan gas yang berkantor pusat di Inggris itu bakal melakukan pengeboran selama 30 tahun sesuai dengan kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia mulai tahun 2007. Pelaksanaannya secara bertahap, masa penjajakan potensi 10 tahun jika tidak menemukan potensi Migas yang bernilai ekonomis, maka pengeboran dihentikan. Goverment Affairs, Manager PT Premier Oil, Nina Marlina menjelaskan, butuh waktu hingga 2 Maret 2011 untuk mendeteksi kandungan Migas Blok yang berada di utara laut Natuna. Hal itu dia paparkan di aula kantor bupati Natuna di Ranai beberapa waktu lalu.

Saat itu, Nina hadir juga Kepala Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas (BP. Migas), Elan Biantoro bersama jajaran Kontraktor Premier Oil.Terkait hal itu, guna menunjang pelaksanaan proses eksploitasi, Premier Oil meminta kepada pemerintah Natuna untuk menyiapkan kelengkapan. Misalnya kantor Bea Cukai, Sah Bandar, Petugas Karantina dan Imigrasi, karena awal November ini kapal-kapal pembawa logistik dan lain nya mulai beroperasi di Natuna.Plt Bupati Natuna, Raja Amirullah menyambut baik kunjungan kerja BP Migas & Premier Oil ke daerahnya.

Perushaan yang melakukan investasi di kabupaten natuna adalah sebagai berikut :

1.PEARL ENERGY GROUP INDONESIA
Pearl Energy adalah anak perusahaan dari Mubdala Petroleum yang merupakan perusahaan kelas dunia. beroperasi di Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kazakhtan, Libia, Tanzania, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapore dan Indonesia. Di Natuna, Pearl Energy menjadi operator pada blok Kerapu, sistem kontraknya adalah PSC (Production Sharing Contract). seismik 3D pertama dilakukan pada 2010 kemarin, sedangkan pengeboran explorasi baru akan dimulai pada 2013 ini.

2.LUNDIN OIL & GAS B.V
Perusahaan minyak dan gas ini telah ada selama 30 tahun, dari awal tahun 80an dengan nama IPC (International Petroleum Corporation), kemudian menjadi Lundin Oil pada akhir 90an, dan terakhir menjadi LUNDIN PETROLEUM pada 2001 hingga sekarang. Daerah Operasi LUNDIN PETROLEUM meliputi Prancis, Tunisia, Irlandia, Malaysia, Norwegia, Belanda, Rusia dan Indonesia. Aset Lundin Petroleum di Indonesia meliputi produksi non-operasi dari lapangan gas Singa dan lima lisensi eksplorasi terletak di Laut Natuna, Jawa dan Papua Barat. Di Natuna, Lundin Oil mengelola blok Cakalang dan Baronang dengan sistim kontrak PSC.

3.STAR ENERGY
Merupakan perusahaan migas dunia, star energy memfokuskan kegiatan pada 3 sumber energi saat ini, yaitu Oil and Gas, Geothermal (panasbumi) dan CBM (Coal Bed Methane). Wilayah kerja Star Energy di Indonesia adalah : Sebatik, Sekayu, dan Kakap untuk Oil dan Gas, Jailolo dan Wayang Windu untuk Geothermal, dan GMB Sekayu II untuk CBM.
Di Natuna, star energy mengelola blok Kakap. Blok ini terletak di laut utara Natuna, 486 km arah timur laut dari Singapore dan 1,247 km sebelah utara dari Jakarta. Sejak 2003, Star Energy sudah menjadi operator dari contract yang mencakup 2,00 km persegi dalam dua blok terpisah. Sistimnya adalah PSC. PSC mengandung ladang gas dan minyak yang dioperasikan melalui empat platform dengan 6 subsea tie-backs. Kontrak terhadap blok ini memasuki fase perpanjangan dan akan efektif hingga 2028.

4.AUSTRALIA WORLDWIDE EXPLORATION, LTD
Sesuai dengan namanya, ini adalah perusahan explorasi milik Australia.AWE Limited telah melaksanakan perjanjian jual beli dengan anak perusahaan Genting Berhad untuk mengakuisisi 100 persen dan operatorship dalam dua kontrak bagi hasil lepas pantai Indonesia sebesar $ 39 juta. Menurut ketentuan perjanjian, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki AWE akan memperoleh aset yang meliputi ladang minyak yang belum dikembangkan dengan perkiraan 76 MMbbl minyak dipulihkan. Kedua PSC ini, yaitu North West Natuna PSC dan Anambas PSC, yang terletak di Laut Natuna di 230-295 feet (70 sampai 90 meter) dari air. NWN PSC berisi dari pengembangan lapangan minyak Ande Lumut, yang diperkirakan mengandung 76 MMbbl minyak berat dipulihkan, dan tiga sumur eksplorasi dan appraisal. Anambas PSC memiliki lapangan gas Anambas, ditemukan pada tahun 2006, bersama-sama dengan sejumlah prospek eksplorasi tambahan dalam suatu daerah lepas pantai yang mengandung pengembangan gas yang signifikan dan infrastruktur pipa. Transaksi ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2012 dan diantisipasi akan selesai pada Februari 2012. Pembelian tersebut akan didanai oleh cadangan kas dan hasil dari bagian penjualan saham AWE dalam Proyek BassGas.

5.PREMIER OIL, LTD.
Premier Oil merupakan perusahaan migas dunia yang banyak beroperasi di negara-negara luar, seperti Falkland Island, Norwegia, Pakistan, Mauritania, Inggris, Vietnam dan Indonesia.Premier Oil Indonesia adalah operator dari West Natuna Sea Block A, dan telah memproduksi minyak lebih dari satu dekade. dan yang baru ditemukan adalah lapangan Tuna.
Premier mengakuisisi areal operasi pertama di Indonesia - Natuna Sea Block A - termasuk ladang minyak Anoa pada tahun 1996. Dan kemudian mengembangkan Proyek Gas Laut Natuna:
1.GSA1 ditandatangani pada tahun 1999, membuat komersialisasi tutup gas di Anoa
2.Pipa WNTSdari Singapura selesai pada tahun 2000
3.Gas pertama dari lapangan Anoa dicapai pada awal tahun 2001

6.NATUNA VENTURES B.V
Merupakan perusahaan yang memenangi lelang terhadap lapangan Gurita dengan sistim kontrak PSC. tidak banyak info mengenai yang satu ini, dikarenakan tidak terdapat banyak refrensi.

7.CONOCO PHILIPS INDONESIA
Bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia perminyakan. siapa yang tak mengenal perusahaan ini. CoPhil adalah perusahaan migas besar kelas dunia. Beroperasi di 30 negara dengan 17.000 pekerja. di Natuna, CoPhil mengelola South Natuna Sea Block B dengan sistim kontrak PSC.
The West Natuna Gas Konsorsium, perusahaan patungan yang terdiri dari Pertamina, Conoco, Premier Oil dan Gulf Indonesia Resources, dikontrak oleh SembGas Singapura pada Januari 1999 untuk 325 juta kaki kubik per hari (MCFD) gas alam. Sebuah kontrak pipa pergi ke McDermott International.

Sumber Berita :
http://www.ismailsiabuga.com/2013/11/potensi-kabupaten-natuna.html?m=1
Sumber Gambar :
www.coremap.or.id/i/artikel/WB-Natuna.jpg

Nelayan Karimun Dibekali Ilmu Navigasi

Views Agustus 30, 2015

KARIMUN (HK) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karimun memberikan pembekalan aturan hukum tentang kelautan kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan yang ada di Kecamatan Buru. Selain aturan hukum, para nelayan juga diberi pelatihan navigasi serta bagaimana membaca peta dan alat bantu Global Positioning System (GPS).
Kegiatan yang berlangsung satu hari itu dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun,  Hazmi Yuliansyah. Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri sebanyak 30 orang pelaku usaha perikanan dan kelompok nelayan di Kecamatan Buru, agar para nelayan lebih memahami tentang aturan di laut.

"Selama ini kebanyakan nelayan di Karimun, khususnya nelayan tradisional tidak memahami bagaimana aturan tentang kelautan, apalagi Karimun berada di wilayah perbatasan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, banyak aturan yang mengikat dua negara khususnya di bidang kelautan," kata Hazmi.

Menurutnya, dalam UU No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Dalam UU tersebut sudah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.

Selain itu, ada juga Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan no 02 tahun 2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia. "Mulai sekarang, nelayan kita harus menguasai aturan tersebut agar tidak menjadi masalah saat mereka melaut," ungkap Hazmi.

Selain memberikan materi tentang aturan perikanan dan jalur penangkapan ikan bagi nelayan, kata Hazmi, pihaknya juga mempraktekkan bagaimana cara membaca peta yang baik kepada nelayan serta membaca alat bantu navigasi seperti GPS. Bukan itu saja, agar ilmu yang diberikan kepada nelayan tidak hilang, DKP juga memberikan silabus penggunaan GPS tersebut.  

Dikatakan, selain berada di wilayah perbatasan, Karimun yang masuk sebagai pelabuhan bebas dan kawasan perdagangan bebas (FTZ), maka menjadikan perairan Karimun sebagai lalulintas padat pelayaran. Untuk itulah, maka pelaku usaha perikanan nelayan di Karimun perlu dibekali ilmu tentang hukum dan navigasi laut.

Selain pemateri dari DKP Karimun, kegiatan itu juga menghadirkan narasumber dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun yang mengupas tentang cara membaca peta di laut dan alat bantu navigasi, serta Lanal Tanjungbalai Karimun yang memberikan materi tentang hukum di laut. (ham)

Sumber Berita :
http://haluankepri.com/karimun/54695-nelayan-karimun-dibekali-ilmu-navigasi.html
Sumber Gambar:
images.detik.com/customthumb/2011/07/29/1026/travel_dsc_9071.jpg

MEMACU DAYA SAING INDUSTRI MARITIM

Views Agustus 28, 2015

Kepulauan Riau memang merupakan daerah maritim. Bahkan, dari total luas wilayah daerah ini, daratan hanya tersisa 4 persen.
Tentu, potensi sumber daya maritimnya berlimpah. Bahkan, diyakini, untuk saat ini, potensi itu belum tergarap maksimal dan masih banyak dihasilkan nelayan asing.
Untuk memaksimalkan hasil dari potensi itu, Pemerintah Provinsi Kepri terus membuat beberapa rencana dan terobosan. Di antaranya, akan dibangun beberapa pelabuhan yang mendukung industri perikanan. Tujuannya, tak lain untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka lapangan kerja.
Rencana pembangunan industri perikanan itu disampaikan Gubernur Kepri, HM Sani, baru-baru ini. Saat ini, kata Sani, rencana strategis pembangunan industri perikanan itu masih disusun.
Industri perikanan dibutuhkan untuk mengolah hasil laut di Kepri yang cukup besar karena 96 persen wilayah Kepri adalah lautan. Kepri menghasilkan ikan tangkap rata-rata 360 ribu ton setiap tahunnya dan ikan budi daya 130 ribu ton setiap tahun. Jumlah itu masih sedikit jika dibanding dengan potensi yang dimiliki Kepri. Selama ini, potensi tersebut banyak dimanfaatkan oleh nelayan asing.
Untuk itu, pemerintah melakukan kajian guna mengembangkan industri perikanan di Kepri yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan produktivitas hasil perikanan di Kepri. Salah satu hasil kajiannya akan dibangun beberapa pelabuhan perikanan. "Pemerintah akan membangun tiga pelabuhan perikanan dengan anggaran sekitar 30 miliar rupiah," jelas Sani.
Tiga pelabuhan perikanan yang akan dibangun terletak di daerah Antang, Kabupaten Kepulauan Anambas, kemudian di Parit Rampak, Kabupaten Karimun, dan di Selat Rampa, Kabupaten Natuna. Ketiga tempat tersebut selama ini merupakan sentra perikanan tangkap dan budi daya sehingga diperlukan pelabuhan khusus perikanan untuk menunjang industri perikanan di daerah itu.
"Rencana pembangunan pelabuhan perikanan di tiga daerah itu sedang dalam kajian dan Detail Engineering Desain (DED) dalam persiapan, termasuk DED untuk lanjutan pembangunan di Parit Rampak, Karimun," kata dia.
Anggaran untuk membangun tiga pelabuhan itu berasal dari APBN dan APBD. Untuk itu, telah diusulkan anggarannya ke pemerintah pusat. Pembangunan pelabuhan perikanan juga dimaksudkan sebagai tempat berlabuh kapal-kapal penangkap ikan, termasuk kapal asing yang mendapat izin dari pemerintah pusat dan daerah.***

Sumber Berita: 
http://www.disperindagkepri.org/index.php?option=com_content&view=article&id=129:memacu-daya-saing-industri-maritim&catid=2:berita&Itemid=12
Sumber Gambar :
i431.photobucket.com/albums/qq38/BATAMANIA/maritim2.gif

Lingga Akan Kembangkan Ternak Sapi Skala di Tiga Lokasi

Views Agustus 28, 2015

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA- Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Lingga merencanakan membuka tiga wilayah peternakan sapu skala besar untuk masyarakat Kabupaten Lingga.
Satu lokasi di pulau Singkep yakni desa Marok. Sementara dua lainnya Pulau Cempa di Kecamatan Senayang dan Pulau Mabung.
Tiga lokasi tersebut dipilih, menurut Rusli Ismail selaku Kepala Distanhut Lingga, karena lahan untuk peternakan masih luas dan hijau.
"Kita rencanakan tiga wilayah peternakan lembu sekala besar. Lokasinya nanti di desa Mabung dan Cempa kecamatan Senayang dan satu lokasi lagi di Marok Tua Pulau Singkep," kata Rusli Ismail kepada Bintan News, Rabu (22/4/2015).
Dia menambahkan, program Distanhut tahun-tahun sebelumnya juga telah membantu pengadaan lembu bagi masyarakat Desa Mensanak, Kecamatan Senayang, Sungai Pinang dan Desa Bukit Harapan.
Hasilnya pun dikatakan Rusli sangat baik, ternak yang dikelola masyarakat berkembang.
"Sistemnya bergulir seperti di Bukit Harapan, peternakan lembu sangat berkembang, anakan ketiaga, lembu tersebut berpindah ke masyarakat lain," jelasnya.

Sumber Berita :
http://batam.tribunnews.com/2015/04/22/lingga-akan-kembangkan-ternak-sapi-skala-di-tiga-lokasi
Sumber Gambar :
kabarlingga.com/wp-content/uploads/2015/04/sapi-madura-272x125.jpg

Follow us