Nasional

KEPULAUAN RIAU, PENUH DENGAN KEKAYAAN ALAM

Views Agustus 01, 2015

Sejak diresmikan sebagai Provinsi ke-32 di Negara Indonesia, Kepulauan Riau menunjukan perkembangan yang cukup signifikan. Berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja di bagian utara; Malaysia, Singapura dan Provinsi Riau di sebelah barat; Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di bagian selatan; serta Malaysia, Brunei, dan Provinsi Kalimantan Barat di sebelah timur, Kepulauan Riau memiliki letak yang strategis dan kekayaan alam yang begitu melimpah ruah.

Terdiri dari empat kabupaten dan dua wilayah kota yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, serta Kabupaten Lingga. Secara administratif Kepulauan Riau memiliki 42 Kecamatan dan 256 Kelurahan/Desa yang rata-rata semuanya terdiri dari gugusan kepulauan. Melihat kondisi alam Kepulauan Riau yang 95% daerahnya merupakan lautan, sekarang ini sedikitnya terdapat 2.408 pulau besar dan kecil dimana sekitar 40% dari pulau tersebut belum memiliki nama dan belum berpenghuni.

Dengan menjadikan Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi, Kepulauan Riau terletak pada jalur lalu lintas yang sangat strategis dan berada tepat di bibir pasar dunia. Tidaklah heran bila kondisi tersebut memicu kemajuan ekonomi di Kepulauan Riau yang semakin hari kian pesat.

Nah, untuk mengetahui potensi bisnis apa saja yang bisa kita gali di Provinsi Kepulauan Riau, pada pekan ini sengaja kami informasikan beberapa sektor unggulan yang cukup potensial untuk diangkat sebagai peluang usaha.

Potensi Hasil Tambang
Kepulauan Riau merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi hasil tambang cukup berlimpah. Misalnya saja seperti sumber daya alam mineral dan energi yang meliputi bahan galian A (strategis) seperti minyak bumi dan gas alam yang terdapat di Kabupaten Natuna, bahan galian B (vital) seperti timah (di Kab. Karimun dan Lingga), bauksit (di Kab. Bintan, Karimun, Lingga, Tanjungpinang), dan pasir besi (di Kab. Lingga, dan Natuna), bahan galian golongan C seperti granit (Kab. Karimun, Bintan, Natuna, Lingga) , pasir dan kuarsa (Kab. Karimun dan Natuna), serta masih banyak lagi bahan tambang lainnya seperti Granulit, Diorit, Andesit, Kaolin, dan lain sebagainya.

Potensi Kelautan
Dikepung dengan lautan, menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah penghasil ikan yang cukup potensial. Bahkan sekarang ini tidak hanya ikan tangkap saja yang diandalkan masyarakat sebagai sumber pendapatan, namun mereka mulai mengembangkan usaha budidaya serta pembenihan ikan untuk meningkatkan perekonomian daerah setempat dan mendongkrak kapasitas ekspor hasil laut. Contohnya saja seperti di Kabupaten Karimun, yang belakangan ini mulai mengembangkan usaha budidaya ikan kakap, budidaya rumput laut, serta kerambah jaring apung. Sedangkan di Kota Batam tepatnya di Pulau Setoko, sekarang ini mulai dibangun pusat pembenihan ikan kerapu yang setiap tahunnya bisa menghasilkan benih hingga lebih dari 1 juta ekor. Selain itu, untuk mendukung pemasaran hasil laut di Kepulauan Riau, baru-baru ini telah dibangun sebuah Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur di kota Batam yang mulai beroperasi sejak tahun 2010 silam sebagai salah satu pintu ekspor hasil laut dari daerah Batam ke beberapa negara tetangga, termasuk Negara Singapura.

Potensi Pertanianpotensi cengkeh
Selain memiliki potensi kelautan yang cukup melimpah, 5% daerah di Provinsi Kepulauan Riau merupakan daratan yang tingkat kesuburan tanahnya sangat bagus. Kekayaan inilah yang menjadikan seluruh daerah Kepri (Kepulauan Riau) berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian yang potensial dan menghasilkan komoditas tanaman dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Sebut saja seperti potensi palawija, kelapa, gambir, nanas, dan cengkeh yang banyak ditanam di wilayah Kabupaten Bintan, Karimun, Natuna, dan Kota Batam. Serta komoditas tanaman lainnya seperti buah-buahan dan sayuran yang mulai dibudidayakan di beberapa kabupaten yang tersebar di Kepulauan Riau.

Potensi Pariwisata
Dianugerahi pesona alam yang begitu indah, membuat Kepulauan Riau selalu ramai dipadati wisatawan lokal maupun internasional. Bahkan saking banyaknya turis mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut, Kepulauan Riau sempat dijuluki sebagai gerbang wisata kedua bagi turis mancanegara, tentunya setelah kawasan wisata di Pulau Bali. Banyaknya objek wisata pantai yang tersebar di seluruh Kepulauan Riau, menjadikan daerah ini menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Misalnya saja seperti Pantai Melur, Pulau Abang dan Pantai Nongsa yang terdapat di Kota Batam. Pantai Pelawan di Kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Tanjung Berakit, Pantai Trikora dan Bintan Leisure Park di Kabupaten Bintan, serta berbagai macam pesona wisata bahari lainnya yang ditawarkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Natuna.

Semoga informasi potensi bisnis daerah yang mengulas tentang kepulauan riau, penuh dengan kekayaan alam ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat di Indonesia untuk mengoptimalkan potensi unggulan di daerahnya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Sumber ;
www.bisnisukm.com/kepulauan-riau-penuh-dengan-kekayaan-alam.html

Sumber gambar ; www.cdn.bisnisukm.com/2012/05/kepulauan-riau.jpg

Menteri Susi Bakal Relokasi Nelayan ke Laut Arafura dan Natuna

Views Juli 31, 2015

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susiokasi-nelayan-ke-laut-arafura-dan-natuna

asi para nelayan dari wilayah Barat ke Timur Indonesia akibat overfishing. Salah satunya merelokasi nelayan ke laut Arafuru.

Dia mengaku, maritim Indonesia harus menuju sektor kelautan dan perikanan yang berkesinambungan (suistanable fisheries). Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan getol menerbitkan peraturan untuk memberantas illegal fishing sampai larangan penggunaan penangkap ikan berbahaya seperti cantrang, trawl dan puket hela.

"Kami ingin menuju suistanable fisheries. Nanti cantrang, trawl kami ganti pakai jaring ramah lingkungan karena kami mesti salurkan mereka (nelayan)," terang dia di kantornya, Jakarta, Senin (23/3/2015).

Susi menuturkan, sumber daya ikan di wilayah Jawa Bagian Utara terkuras karena maraknya illegal fishing. Relokasi pun menjadi alternatif bagi nelayan untuk tetap melaut dan memperoleh mata pencaharian.

"Kalau wilayah laut dicuri illegal fishing-nya, kemana lagi mereka mesti perg. Ke wilayah pulau kecil, nanti ada konflik. Makanya Laut Arafuru jadi tempat kita menyalurkan nelayan yang wilayahnya overfishing," terang dia. 

Di sisi lain, Susi mengaku masih membahas mengenai wacana zonasi laut. Dalam instruksinya, KKP berencana menjadikan daerah 0-4 mil laut sebagai zona konservasi.

Zona konservasi itu akan dibangun bersama rencana zonasi laut nasional dengan wilayah jangkauan 0-200 mil yang akan diselesaikan KKP pada tahun ini.

"Kami sedang membahasnya. Itu rencana kami menempatkan orang-orang yang wilayah lautnya sudah overfishing tapi tidak boleh dengan trawl. Ada juga Pulau Natuna, kami bisa arahkan nelayan ke sana," pungkas Susi. (Fik/Ahm)

Sumber Berita:
liputan6.com/bisnis/read/2195664/menteri-susi-bakal-relokasi-nelayan-ke-laut-arafura-dan-natuna

Sumber Gambar: 

setkab.go.id/wp-content/uploads/2015/06/Gd-KKP.jpg

Perusahaan Ini Bakal Bangkitkan Listrik di Pulau Karimun

Views Juli 31, 2015

Liputan6.com, Jakarta - PT Soma Daya Utama, perusahaaakal-bangkitkan-listrik-di-pulau-karimun

ngkit listrik di Zona Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di Pulau Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur PT Soma Daya Utama Franky Yason mengatakan, saat ini sebagian besar industri yang beroperasi di FTZ Karimun masih mengandalkan pemakaian diesel generator sendiri untuk pembangkit listrik yang mensuplai kebutuhan daya industri dan produksi dengan biaya yang tinggi terutama untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

"Hal itu terjadi karena belum tercukupinya pasokan tenaga listrik yang handal di FTZ Karimun untuk mendukung Industri-industri serta pertumbuhan investasinya di masa yang akan datang," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan tersebut, PT Soma Daya Utama melakukan penandatanganan bersama perjanjian penjualan, pembelian, dan penyaluran tenaga listrik dengan beberapa offtaker (pembeli) yang sudah berinvestasi dan beroperasi lebih dahulu di FTZ Karimun yaitu PT Eunindo Usaha Mandiri dan PT Bukit Alam Persada.

Franky menyatakan, melalui perjanjian tersebut, pihaknya akan berinvestasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2 x 25 megawatt (MW) berbahan bakar batu bara termasuk jaringan distribusi dengan harapan dapat memberikan pasokan tenaga listrik yang berkelanjutan, handal dan efisien.

"Dengan demikian, diharapkan dapat mengganti seluruh penggunaan pembangkit listrik dengan diesel generator berbahan bakar minyak dengan PLTU yang pastinya akan jauh lebih menguntungkan serta murah dibandingkan penggunaan diesel generator berbahan bakar solar," lanjutnya.

Dia juga menjelaskan, pihaknya saat ini telah selesai melaksanakan kajian-kajian yang terdiri dari pra-studi kelayakan, studi kelayakan pembangkit sampai dengan studi lingkungan AMDAL (UKL/UPL) serta finalisasi pembebasan lahan di lokasi pembangkit.

Sebagai landasan fundamental dari implementasi perencanaan investasinya, Franky menyatakan perseroan telah mendapatkan izin tentang Penetapan Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 943 K/20/DJL.3/2014 tanggal 20 Oktober 2014 untuk beroperasi di dalam Zona I Area FTZ Karimun.

Lebih lanjut, saat ini semua persiapan pengembangan pembangunan proyek telah memasuki tahap seleksi untuk pemilihan EPC Contractor, Manajemen Konstruksi dan O&M Contractor serta persiapan pembuatan basic design engineering yang akan dilanjutkan dengan pelaksanaan pembangunan proyek.

"Ini ditargetkan akan berlangsung pada 2015 ini," tandasnya.

Sumber Berita:
www.liputan6.com/bisnis/read/2214024/perusahaan-ini-bakal-bangkitkan-listrik-di-pulau-karimun

Sumber Gambar:

cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/665372/big/4.jpg

Susi Air Mengudara, Bisnis Perusda Anambas Terancam Bangkrut?

Views Juli 31, 2015

BATAMTODAY.COM, Tarempa - Perusahaan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Perusda Anambas Sejahtera, terancam gulung tikar. Pesawat Indosesia Air Transport (IAT) yang dikelola perusda tersebut akan kalah bersaing dengan pesawat subsidi Kementrian Perhubungan, Susi Air, dengan rute yang sama yakni Kabupaten Kepulauan Anambas - Tanjungpinang.

Direktur Administrasi dan Keuangan Perusda Anambas Sejahtera, M Nasrul, mengatakan, jika pesawat Susi Air tersebut melayani penerbangan dengan rute yang sama, dapat dipastikan penumpang IAT akan beralih ke pesawat tersebut karena harga tiket yang jauh lebih murah.

"Jika Susi Air masuk ke bandara Palmatak, otomatis pesawat IAT yang kita kelola akan gulung tikar. Mereka (Susi Air, red) disubsidi oleh pemerintah. Harga tiketnya juga sangat murah, hanya Rp350 ribu sementara harga tiket IAT Rp1,250 juta karena kita tidak disubsidi," kata Nasrul kepada pewarta di Tarempa, Jumat (27/3/2015).

Nasrul mengatakan, pihak perusda telah melayangkan surat keberatan kepada pengelola bandara ConocoPhilip karena pesawat Susi Air juga akan mendarat di Bandara Palmatak. Menurutnya, pesawat subsidi tidak boleh diberikan jika telah ada transportasi pesawat komersil.

Ia juga mengatakan telah mencoba memberikan solusi dengan mengalihkan subsidi kepada Perusda dari Susi Air sembari menunggu pembangunan Bandara Letung selesai. Menurutnya, jika langkah tersebut dilakukan maka secara otomatis harga tiket IAT akan jauh lebih murah dari harga sekarang.

"Setahu saya pesawat subsidi tidak boleh melayani jalur pesawat yang telah ada pesawat komersil," katanya.

Sumber;
www.batamtoday.com/detail2.php?id=55350

Sumber Gambar; 

www.media.vivanews.com/images/2011/11/23/133236_pesawat-susi-air.jpg


Ke Singapura, Jokowi Bawa Isu Batam, Bintan, Karimun

Views Juli 31, 2015

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini bertolak ke Singapura untuk melakukan kunjungan bisnis. Secara khusus, Jokowi akan membahas pengembangan daerah Batam.

"Fokus pembicaraannya penanganan ‎Batam, Bintan, Karimun," kata Jokowi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2015.

Menurut Presiden, selama ‎bertahun-tahun daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura tersebut luput dari pembahasan pemerintah. Padahal potensinya cukup besar. "Tentu kami harapkan nanti ada kesepakatan dengan Singapura."‎

Kedua negara, kata dia, akan mencari kesepakatan tentang pengembangan Batam. "Maunya kita ‎apa, maunya Singapura seperti apa," katanya. Yang terpenting, menurut dia, yakni pengembangan Batam dan daerah di sekitarnya harus dilanjutkan. ‎

Menurut Jokowi, Indonesia harus memiliki nilai tawar di depan negara-negara sahabat. Caranya, meningkatkan potensi yang ada.

Selain bertemu dengan pemerintah, Jokowi diagendakan bertemu dengan para pengusaha di Negeri Singa. Dalam pertemuan itu dia berencana menyampaikan kondisi terakhir perekonomian Indonesia. "Peluang-peluang investasi yang bisa dimasuki, seperti pelabuhan, power plant, jalan tol, terutama infrastruktur. Saya tidak mau jualan sumber daya alam.‎"

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi didampingi antara lain oleh Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan A. Djalil; Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi; dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Pada 2014, total perdagangan Indonesia dengan Singapura mencapai US$ 41,99 miliar atau terbesar kedua setelah dengan Cina. Dalam bidang investasi, Singapura menempati posisi pertama investor terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir dengan total investasi tahun 2014 mencapai  US$ 5,8 miliar di 2.056 proyek. Kunjungan wisatawan Singapura pun merupakan kunjungan wisatawan asing terbesar di Indonesia, yakni sejumlah 1.519.223 orang pada 2014, meningkat 10,12 persen dari 2013.

Selama kunjungan, Presiden akan bertemu dengan Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong serta menghadiri pertemuan bisnis yang diperkirakan  dihadiri lebih dari 150 CEO perusahaan-perusahaan besar di Singapura.

Selain membicarakan isu bilateral, kunjungan ini akan dimanfaatkan untuk membahas isu mengenai ASEAN. Bagi Indonesia, ASEAN Community 2015 harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ASEAN. Indonesia saat ini tengah memperjuangkan adanya legally binding instrument bagi perlindungan buruh migran ASEAN.

Pada akhir kunjungan, rencananya dilakukan peresmian spesies anggrek baru yang akan dinamai Iriana Jokowi.

Sumber;
www.bisnis.tempo.co/read/news/2015/07/28/090687109/ke-singapura-jokowi-bawa-isu-batam-bintan-karimun

Sumber Gambar;

kwrintl.com/riauislands/images/FinalMapAnimation.gif


FREE TRADE ZONE: Pemerintah Buat Kantor Khusus di Batam, Bintan, Karimun

Views Juli 31, 2015

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan menyelesaikan persoalan zona perdagangan bebas, dan kawasan industri di Batam, Bintan, dan Karimun, agar dapat menarik lebih banyak investor asal Singapura menanamkan modalnya di Indonesia.

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan menyelesaikan persoalan regulasi, dan kewenangan daerah di Batam, Bintan, dan Karimun dengan membuat kantor khusus yang menangani persoalan zona perdagangan bebas, serta kawasan industri di ketiga kawasan tersebut.

"Kami ingin sekali lagi mengundang investor Singapura sebanyak-banyaknya untuk menanamkan investasinya di kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan sekitarnya," katanya seperti dikutip laman resmi Sekretariat Negara, Selasa (28/7/2015).

Selama ini, ketiga kawasan tersebut menjadi tujuan utama investor asal Singapura untuk mengembangkan usahanya, karena lokasinya yang relatif dekat dengan negara tersebut. Akan tetapi, rumitnya perizinan dan regulasi investasi dalam negeri dianggap menghambat alur investasi.

Teten Masduki, Tim Komunikasi Presiden, sebelumnya mengatakan Presiden Jokowi membicarakan upaya peningkatan ekspor dan impor dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Tujuannya, Presiden ingin meningkatkan penjualan produk pertanian dan olahan unggas dari dalam negeri ke Singapura.

"Indonesia ingin meningkatkan ekspor produk-produk pertanian dan olahan unggas," katanya melalui siaran pers, Selasa (28/7/2015).

Teten menuturkan Presiden Jokowi juga meminta Singapura melakukan diversifikasi investasi di Indonesia. Pasalnya, saat ini Pemerintah Indonesia mendorong investasi sektor agribisnis, transportasi, komunikasi, dan energi.

Menurutnya, kunjungan Presiden Jokowi ke Singapura menjadi momentum baru bagi kedua negara untuk meningkatkan kepercayaan dan hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Apalagi, Singapura merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kesempatan itu, kedua negara sepakat untuk bekerjasama mengembangkan dan melakukan promosi cruise tourism. Indonesia dan Singapura juga akan mempercepat penyelesaian perbatasan maritim yang selama ini belum mencapai kesepakatan.

Sumber Berita dan Gambar:  

http://m.bisnis.com/industri/read/20150728/12/457090/free-trade-zone-pemerintah-buat-kantor-khusus-di-batam-bintan-karimun

Pemprov Kepulauan Riau Tawarkan Investasi Pariwisata di Bintan

Views Juli 30, 2015

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membuka peluang investasi industri pariwisata di Kawasan Perdagangan Bebas Bintan kepada para pengusaha dalam dan luar negeri dalam kegiatan Investment Briefing beberapa waktu lalu.

Kepala Kantor Penghubung Provinsi Kepri Yudithia mengatakan Bintan merupakan salah satu tujuan pariwisata internasional di Kepulauan Riau sehingga memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan.

“Peluangnya masih sangat menjanjikan sehingga bisa menjadi lokasi yang tepat untuk berinvestasi, terutama di industri pariwisata seperti pembangunan resort, hotel, dan industri pendukung pariwisata lainnya,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Sabtu (30/5/2015).

Hadir dalam acara tersebut para pengusaha anggota Britcham Indonesia, anggota KADIN Indonesia, serta beberapa perwakilan trade comissioner Kedutaan Asing seperti Turki, Australia, Norwegia, Polandia, dan lainnya.

Peluang tersebut rupanya disambut baik oleh para peserta yang antusias menanyakan beberapa hal. Antara lain terkait insentif yang diberikan, sector prioritas untuk peluang investasi yang ditawarkan dan mengenai pembebasan tanah jika berinvestasi di Bintan.

Pemerintah daerah pun terus melakukan berbagai pembenahan infrastruktur untuk menunjang pengembangan wisata di kawasan tersebut seperti jalan, listrik, ketersediaan air, dan lainnya.
Sumber;
www.bisnis.com/finansial/read/20150530/9/438780/pemprov-kepulauan-riau-tawarkan-investasi-pariwisata-di-bintan

FTZ Batam Diprediksi Jadi Sentral Manufaktur ASEAN

Views Juli 30, 2015

enerapan liberalisasi arus barang dan in ekspor baru.

Kepala Seksi Impor, Subdit Impor, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu RI Dwiyono Widodo mengungkapkan dalam kerangka kepabeanan yang berlaku dalam MEA 2015, status FTZ memiliki kelebihan insentif yang bisa menjadi incaran investor di luar ASEAN.

Kesepakatan hambatan tarif dalam kerangka MEA 2015 hanya sebatas penghapusan bea masuk barang hingga 0% bagi negara sesama ASEAN, serta negara non-ASEAN yang terlibat free trade agreement (FTA) dengan kawasan ini.

Selain itu juga diberlakukan pembatasan, wajib regional of origin (ROO) ASEAN dan penerapan 40% konten regional dalam pengolahan.

Sedangkan Batam dengan status FTZ justru sebaliknya. Pemasukan barang ke kawasan ini selain bebas bea masuk juga menerima insentif bebas PPN, PPnBM dan PPh pasal 22. Pemasukan barang juga tidak diperlakukan ketentutan pembatasan, tanpa wajib ROO, regional content dan bebas dari negara mana saja.

"Dari perspektif kepabeanan, Batam unggul. Tetapi harus tahu apa yang harus dilakukan, yakni dengan ekspor sebanyak-banyaknya karena bisa impor dari mana saja sehingga bisa produksi untuk siapa saja," ujarnya di Batam, Jumat (22/5/2015)

Menurutnya, dengan keunggulan itu wajar saja jika negara non-ASEAN dalam MEA nanti mencari lokasi basis produksi yang memberikan kemudahan arus barang untuk mengincar pasar di kawasan ini.

Lembaga pengelola FTZ BP Batam juga dinilai harus menyiapkan langkah untuk menambah industri yang berorientasi ekspor yang selama ini didominasi ke Singapura.

Sebagai gambaran peta perdagangan ekspor Batam di kawasan ASEAN masih didominasi Singapura di kisaran USD800 juta hingga pertengahan tahun lalu dan Malaysia USD93 juta. Sementara sisa tujuan ekspor yakni AS, Jepang, Australia, China, Korsel, Belanda, UAE dan Spanyol, sebagai 10 negara tujuan ekspor terbesar.

"Batam harus ingat bahwa saat MEA, kota ini bisa impor dari mana saja. Ekspor bukan hanya ke Singapura," imbuh dia.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono R Irianto mengungkapkan, kesiapan sektor pelabuhan di Batam juga harus menjadi perhatian melalui kesiapan menampung kapal ukuran besar, dengan pendalaman alur laut lebih dari 14 meter. BP Batam juga harus mewujudkan pelabuhan internasional.

Terlebih, saat ini pasar kargo dunia melintasi China dan Asia Tenggara hingga 70% atau sekitar 60 juta TEUs. Namun kendalanya saat ini adalah mahalnya biaya logistik dan lamanya waktu sandar kapal (dwelling time).

"Kalau pelabuhan di Batam tidak siap, kapal-kapal itu ke negara tetangga. Industri juga ke tetangga jadi tidak boleh lengah," pungkas Saptono.

Sumber Gambar dan Berita:
ekbis.sindonews.com/read/1004116/34/ftz-batam-diprediksi-jadi-sentral-manufaktur-asean-1432271493

Rute Baru Susy Air tahun 2015 penerbangan Bandara Dabo Singkep

Views Juli 29, 2015
SK, Dabosingkep – Maskapai penerbangan perintis Susi Air. Menambah rute penerbangan baru di bandar udara (Bandara)  Dabo dengan lauching perdana  tanggal 3 pebruari mendatang.
Selain penambahan Rute susi Air  juga menambah armada jenis Donier PK-VSS. Dengan jumlah 20 kursi.  Adapun rute baru tersebut antara lain :
1. Senin, Rabu dan  Sabtu, Dabo singkep – Pekan Baru (PP),
2. Selasa, kamis, sabtu, Dabosingkep- Tanjung Pinang (PP),
3. Jum’at, Dabosingkep- pangkal Pinang (PP),
4. Senin, Rabu, Jum’at,  Jambi- Dabosingkep (PP)
5. Senin, Rabu, Pekan Baru TB Karimun (PP)
6. Senin,  Pekan Baru- pasir pangaraian(PP)
7. Rabu, Pekan baru- Tambilahan (PP)
8. Senin, Rabu, Jum’at,Minggu,  Jambi- kerinci (PP)
9. Selasa, kamis,  Tanjung Pinang- Matak (PP),
10. Selasa, kamis, Matak- Natuna (PP)
Kepala bandar udara dabo Dodi Darma Cahyadi, Kamis (29-1/2015)  mengatakan,  penambahan rute baru, bertujuan agar dapat melayani masyarakat yang ingin berpergian nelalui jalur udara khususnya dari bandara dabo  dapat terlayani, mengigat selama ini, pesawat yang tersedia tidak mampu menghadapi lonjakan penumpang,  berkafasitas hanya 12 kursi saja, (joe)
Sumber Berita:
www.singkepkini.com/info-lingga/rute-baru-sussy-air-tahun-2015-penerbangan-bandara-dabosingkep
Sumber Gambar:
img1.utiket.com/images/airlines/airplane-susi.jpg

Keyakinan Bisnis di Kepri Kuartal III Meningkat

Views Juli 28, 2015

BATAM - Keyakinan bisnis di kawasan perdagangan bebas Kepulauan Riau (Kepri) pada kuartal III/2014 berbalik meningkat untuk kali pertama dalam tujuh bulan terakhir.

Indikator investasi sepanjang kuatal III/2014 yang melihat kinerja pembentukan modal tetap bruto menunjukkan keyakinan usaha terakselerasi ke 10,6% sepanjang kuartal III sejak kuartal I, yang stagnan di 9,9%. Namun penguatan tersebut masih lebih rendah dibanding angka pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 11,6% (yoy).

Sementara otoritas moneter BI Kepri meramalkan kondisi indikator investasi itu akan terus menguat menjadi kekuatan ekonomi kawasan ini bersama konsumsi rumah tangga, asal kondisi aksi unjuk rasa dan faktor eksternal ekonomi global tidak berkepanjangan.

"Peningkatan investasi indikasi ekspektasi positif pelaku usaha terhadap kondisi bisnis di Kepri. Tapi resiko demo semoga tidak berkepanjangan," ujar Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra, akhir pekan ini.

Adapun total impor barang modal senilai USD424,91 juta, atau tumbuh sebesar sebesar 34,5% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 16,3% (yoy).

Peningkatan impor barang modal merupakan indikasi positif adanya peluang peningkatan kapasitas produksi dan diharapkan dalam beberapa waktu ke depan akan mendorong peningkatan output sektor industri.

Selain kepercayaan investor dan peningkatan impor barang modal, BI juga melansir pembiayaan investasi melalui kredit perbankan juga meningkat. Kredit investasi pada akhir periode kuartalan tercatat sebesar Rp9,2 triliun atau tumbuh 21,6% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan kuartal sebelumnya.

"Kredit investasi juga naik lebih tinggi dari sebelumnya. Periode sebelumnya hanya tumbuh 18,5%," ujar Gusti.

Gusti menjelaskan, penguatan pertumbuhan investasi di Kepri juga diyakini masih akan berlanjut pada kuartal IV. Kondisi sosial politik dan ekonomi yang tetap kondusif pasca pelantikan presiden dan kabinetnya akan menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan investasi. 

Selain itu, sejumlah kawasan yang dikategorikan sebagai kawasan berdampak penting dan cakupan luas bernilai strategis (DPCLS) di Kota Batam telah terbebas dari status hutan lindung dengan diterbitkannya SK Menhut No.867 tahun 2014 yang merevisi SK Menhut Nomor 463 tahun 2014. 

Sebelumnya, melalui survei maupun focus group discussion (FGD), investor seringkali mengungkapkan bahwa status hutan lindung yang ditetapkan pada beberapa kawasan DPCLS di Kepri menurut SK Menhut No.463/2013 telah menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan investasi.

Sumber Berita dan Gambar:
ekbis.sindonews.com/read/930978/34/keyakinan-bisnis-di-kepri-kuartal-iii-meningkat-1417341385

Pengusaha Singapura-Malaysia Ini Cari Mitra Bisnis di Kepri

Views Juli 28, 2015
BATAM - Pengusaha Malaysia dan Singapura yang ikut dalam pertemuan antarpebisnis di acara Business Matching 2015, Sabcdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/77342/big/malaysia-singapura130319a.jpgtu (7/3) mendatang, menginginkan mitra dari berbagai bidang bisnis untuk bisa bekerja sama.
"Kami ingin sekali bertemu dalam opportunity di Business Matching di Batam, berbagai bidang bisnis karena kami yang datang pun, dalam berbagai bidang bisnis," kata Dr Maemunah BT Said dari Dewan Perniagaan Melayu Johor Bahru, melalui sambungan langsung internasional, kemarin.
Pengusaha dengan bidang-bidang bisnis yang diharapkan bisa bertemu, terutama adalah bidang food and beverages, fashion, property beserta perusahaan pendukungnya, spa dan produk perawatan, agriculture, perusahaan perdagangan atau trading termasuk di dalamnya distributor.
Industri yang berkaitan dengan jasa pengangkutan barang, bidang usaha yang berkaitan dengan promosi, organized event, pelatihan dan lembaga yang bisa memfasilitasi networking, hingga bisnis yang berkaitan dengan perawatan kecantikan.
Dan tentu juga para penasehat hukum, karena jika terjadi transaksi dan kerjasama bisnis, yang menyangkut investasi, diperlukan badan hukum ikut membantu untuk menyiapkan peraturan kerjasama.
"Banyak usahawan dengan bidang khusus yang ada di Batam, tapi tak ada di Malaysia begitu juga sebaliknya," jelas Maemunah.
Menurut Maemunah, yang sudah beberapa kali ke Batam, Kepri memiliki keunikan produk dan jasa. Dari keunikan itu bisa dikembangkan kerjasama.
Usahawan dari Malaysia, lanjut dia, melihat Batam tidak hanya sebagai pasar untuk produk mereka, tetapi juga rekanan untuk menggali potensi Batam untuk dipasarkan bersama ke seluruh negara ASEAN. 

"Kita boleh bahu membahu untuk bisa masuk ke berbagai negara ASEAN. Jika kita belum bisa menembusnya sendiri, secara bersama kita bisa lakukan," katanya.
Penduduk negara ASEAN yang jumlahnya sangat besar ini, menurut Maemunah, adalah pasar yang sangat potensial. Dan tiap negara ASEAN memiliki keunikan masing-masing. 
Penduduk ASEAN sudah ada sekitar 633,1 juta jiwa. Nah, kebutuhan mereka itu banyak, pasar ini sangat potensial untuk kita lihat sebagai peluang bisnis," ujarnya.
Selain itu, bidang-bidang keahlian tertentu juga menjadi sasaran yang bisa dikembangkan, karena penerapan pasar bebas ASEAN juga berarti kemudahan untuk akses lintas orang atau professional untuk bisa saling berkiprah di berbagai negara ASEAN.
Kerja sama National Malaysia Chamber of Commerce and Industry kali yang pertama dengan Batam Pos Entrepreneur School, yang harapannya akan berkelanjutan.
"Dan penunjang pengembangan pasar bebas ASEAN," katanya.(jpnn)

Sumber Berita:
www.jpnn.com/read/2015/03/04/290477/Pengusaha-Singapura-Malaysia-Ini-Cari-Mitra-Bisnis-di-Kepri-/page2
Sumber Gambar:
cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/77342/big/malaysia-singapura130319a.jpg

Bisnis Pelayaran Batam Lesu

Views Juli 28, 2015

Batam (Antara Kepri) - Bisnis pelayaran di Kota Batam Kepulauan Riau kini lesu, ratusan kapal terpaksa berlabuh sandar karena tidak ada pesanan berlayar ke berbagai wilayah di dunia.

      
"Sudah dua bulan ini bisnis menurun drastis, perkiraan saya sampai turun 40 persen," kata Ketua Indonesian National Shipowner Association (Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia/ INSA) Kota Batam Zulkifli Ali kepada Antara di Batam, Jumat.
      
Jasa pelayaran yang ditawarkan pengusaha di Batam mayoritas untuk perusahaan minyak dan gas bumi. Sedangkan harga minyak dan gas bumi sedang turun, sehingga pesanan pengiriman pasokan minyak menggunakan kapal ikut anjlok.
      
Selain itu, ada beberapa faktor penurunan pelayaran Batam, di antaranya kebijakan pemerintah melarang ekspor tambang mentah dan menurunnya produksi perusahaan-perusahaan di kota itu.
      
"Tidak boleh ekspor batu bara mentah juga mengurangi pelayaran kapal ke luar negeri," kata dia.
      
Menurunnya produksi perusahaan galangan kapal di Batam juga menjadi faktor lain dari melemahnya industri pelayaran.
      
Selama ini industri pelayaran Batam juga banyak melayani pengiriman bahan mentah dan setengah jadi dari luar negeri ke Indonesia, kemudian bahan jadi dikirim dari dalam ke luar negeri.
      
Menurut Zulkifli, penurunan pelayaran itu tidak hanya terjadi di Batam, melainkan di seluruh dunia.
      
Di Singapura saja, kata dia menyontohkan, arus pelayaran berkuang dari sekitar 500 unit kapal yang lalu lalang setiap hari menjadi sekitar 300-400 unit kapal per hari.
       
Akibat berkurangnya pesanan pelayaran, maka kini ratusan kapal labuh jangkar di sekitar perairan Batam, Selat Malaka sambil menunggu order.
      
Zulkifli mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan pemerintah untuk membangkitkan kembali industri pelayaran di Batam.
      
"Tidak ada yang bisa dilakukan, kecuali menunggu harga minyak dunia kembali naik. Kalau ibu-ibu suka harga minyak turun, tapi tidak bagi bisnis kami," kata dia.(Antara)








Sumber Gambar:
www.antarakepri.com/berita/32351/bisnis-pelayaran-batam-lesu
Sumber Gambar: 
www.tanjungpinangpos.co.id/wp-content/uploads/2014/11/UTAMA-feri-ebrsandar-di-Pelabunan-Punggur.f-abas-2.jpg

RI-AFSEL: Kepri & Eastern Capai Kerjasama 4 Sektor Bisnis

Views Juli 28, 2015

BISNIS.COM, BATAM--Provinsi Kepulauan Riau bersama Provinsi Eastern Cape Afrika Selatan menyepakati empat bidang kerja sama setelah melakukan pertemuan, Selasa (13/3/2013) di Batam.

Gubernur Kepulauan Riau M Sani mengungkapkan pihaknya sudah berdiskusi langsung dengan Gubernur Eastern Cape Noxolo Kiviet untuk membahas beberapa kemungkinan untuk memperluas pasar komoditas dan potensi masing-masing daerah melalui kerja sama yang rencananya akan dituangkan dalam MoU tersebut.

Adapun empat bidang yang sudah disepakati itu adalah bidang perikanan, pariwisata, perkapalan dan produk UKM.
"Empat ini penajaman yang sudah kami bincangkan hari ini. Nantinya akan diformulasikan dengan MoU antara dua Gubernur," ujarnya usai pertemuan di Graha Kepri, Batam, Rabu (13/3).
Sebelum MoU tersebut ditandatangani, lanjut Sani, kedua belah pihak akan membentuk tim teknis untuk menyusun kesepakatan kerja sama tersebut.
Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri Ahars Sulaiman akan memimpin tim teknis kerja sama Kepri-Eastern Cape bersama Ketua Badan Promosi Daerah, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
"Hari ini akan mulai kami susun tim teknisnya dan mulai bekerja," tambah sani.
Sani meyakini dengan adanya kerja sama iu akan memudahkan hubungan kedua kawasan dalam membuka pasar komoditas perdagangan.
Salah satu yang diyakini akan menguntungkan Kepri, tuturnya, adalah merambah pasar Afrika Selatan untuk produk UKM Kepri. Produk UKM Indonesia diyakini memiliki pasar potensial di Afsel.
Selain itu, dia juga memperkirakan kapal yang diproduksi industri perkapalan di Batam juga bisa menembus pasar Afsel.
"Produk UKM bisa dijual disana, secara teknis sektor UKM sangat bagus di Kepri jika melihat pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 8,2% ditunjang UKM bukan investasi. Afsel juga mau belajar UKM di kita," paparnya.
Sementara itu, Sani melanjutkan Eastern Cape bisa membuka pasar di kawasan ini salah satunya produk permata. Sebagai penghasil permata, Eastern Cape diyakini akan diberikan kemudahan jika ingin membangun pabrik pengolahan perhiasan di Kepri.
Eastern Cape juga dinilai cukup sukses dalam mengembangkan pariwisata setelah sukses menjadi salah satu provinsi tempat digelarnya World Cup 2010. Sehingga kerja sama pariwisata dengan Kepri diharapkan mampu membantu kawasan ini.
Sani juga mengatakan Afsel juga memiliki kemampuan mengelola pelabuhan besar. Pihaknya berharap kerjasama ini bisa disesuaikan seiring dengan proyek pengembangan pelabuhan kontainer Tanjung Sauh.
Sani menambahkan penandatanganan MoU masih belum ditentukan lokasinya. Terdapat kemungkinan penandatangan akan dilakukan di Afsel menyusul kerja sama yang juga ditengah dilakukan Indonesia dengan Afsel.
"Ada rencana pertemuan pada Agustus antara RI dengan Afsel, mungkin Agustus kerja sama ini mulai diterapkan," kata dia.(k17/yop)

Sumber Berita:

finansial.bisnis.com/read/20130313/9/3312/ri-afsel-kepri-eastern-cape-kerjasama-4-sektor-bisnis
Sumber Gambar:
4.bp.blogspot.com/-WUU83Wx4MKQ/VIBqReMSBAI/AAAAAAAABfA/V3V0udm55W4/s1600/south_africa_flag2.gif

Perikanan Kepri Potensial Di Pasar Singapura Dan Malaysia

Views Juli 28, 2015
Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai potensi perikanan di Kepulauan Riau yang besar, sangat menarik dan bernilai ekonomis tinggi, termasuk pasar ekspor ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Wilayah geografisnya sangat dekat dengan negara tetangga, sedangkan pasar perikanan di negara tersebut juga tinggi dan sangat prospek untuk dikembangkan," kata Dirjen Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Saut P Hutagalung kepada Bisnis.com, Jumat (23/5/2014).
Dibanding dengan wilayah lain, Kepri punya potensi untuk pengembangan komoditas perikanan akibat permintaan dari negara tetangga.
Berdasarkan data KKP, nilai produksi perikanan tangkap di Kepri yang masuk ke wilayah Selat Malaka dan Laut Andaman per tahunnya rerata mencapai 450.000-500.000 ton.
Kebutuhan negara Singapura dan Malaysia juga ternyata yakni nilai ekspor yang terus meningkat setiap tahun dengan rerata mencapai 48.000 ton.
Menariknya pasar ekspor ikan di wilayah Singapura, menurut Saut, adalah karena kebiasaan masyarakat Singapura yang mengkonsumsi ikan segar. Dua jenis ikan dengan permintaan tinggi adalah ikan kerapu dan ikan bawal.
Keberlangsungan prospek perikanan tangkap di Kepri menurut Saut masih panjang. Dengan kontur wilayah kepulauan, menjadi tempat yang cocok bagi ikan untuk berkembang dengan bantuan karang yang masih terjaga.
"Selain potensi ikan tangkap, wilayah ini juga sebenarnya bisa dikembangkan perikanan budidaya keramba dan jaring apung," kata Saut.
Sumber Berita:
www.industri.bisnis.com/read/20140523/99/230461/perikanan-kepri-potensial-di-pasar-singapura-dan-malaysia
Sumber Gambar;
www.isukepri.com/wp-content/uploads/2013/09/kelautan-dan-perikanan-Kepri-600x330.jpg

Follow us