Nasional

Potensi Kuda Laut Bintan Diteliti, Buka Peluang Ekspor

Views Agustus 15, 2015

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Keindahan alam bawah laut Bintan bukan hanya menyejukkan mata. Ternyata Bintan juga mempunyai populasi bawah laut yang sangat menarik yakni Populasi Kuda Laut yang diyakini bisa membangkitkan industri perikanan Bintan semakin terkenal dimata dunia.
Kasi Pendayagunaan dan Pelestarian, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Afdal Kamil menyebutkan, perairan Bintan juga punya potensi kuda laut. "Kami sudah memberikan atensi pada sektor kuda laut yang ada di Bintan ini," kata Afdal, belum lama ini.‬
‪BPSPL Padang, kata Afdal, akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai populasi dan habitat kuda laut yang ada di Bintan. Karena menurutnya, selama ini kuda laut hanya dimanfaatkan secara kecil-kecilan oleh nelayan tradisional. "Karena sudah sering ditangkap secara bebas, kami ingin mendata kembali, apakah populasi kuda laut itu masih melimpah atau tidak," ujarnya.‬
Jika memang populasi kuda laut masih melimpah di Bintan, tentunya ini akan membuka peluang bisnis sekala besar yang sangat menjanjikan. Sebab banyak negara diluar sana sangat membutuhkan seperti Tiongkok, Hong Kong, atau Taiwan. "Karena diketahui negara-negara tersebut punya kebutuhan yang masif untuk mengonsumsi kuda laut," tambahnya.
Tentunya hal ini tidak akan terjadi jika populasi kuda laut sudah kritis. Namun mereka tidak akan berdiam diri begitu saja, secepatnya BPSPL Padang akan memikirkan langkah teknis untuk penangkaran atau budidaya agar populasi kuda laut di Bintan tetap ada. "Tapi itu juga perlu studi penelitian dulu. Seperti untuk mengetahui jenis-jenis apa yang bisa dibudidayakan dan mengetahui cara merawatnya," ujar Afdal.‬
‪Data populasi kuda laut di Bintan itu, sambungnya, juga akan jadi rujukan pertimbangan untuk penyusunan regulasi nasional mengenai pemanfaatan kuda laut. Karena satwa laut ini juga sudah mendapat perhatian serius dari dunia internasional. "Peraturan secara nasional memang belum ada. Data dari kami akan diteruskan ke pusat untuk jadi rujukan," terang Afdal. Harapannya, peraturan itu ada dan bisa diterapkan untuk melindungi kuda laut dari ancaman kepunahan.‬
‪Terlebih, Afdal tak memungkiri ancaman pencemaran laut Bintan yang disebabkan limbah tumpahan minyak hitam. "Itu jenis limbah yang berbahaya. Khawatir bisa mematikan banyak satwa laut di sini. Termasuk juga kuda laut. Ini harus segera dicegah bersama," pungkasnya.

Sumber Berita dan Gambar:
http://batam.tribunnews.com/2015/03/16/potensi-kuda-laut-bintan-diteliti-buka-peluang-ekspor

Keutamaan Sedekah; Kunci Kesuksesan Seorang Pengusaha

Views Agustus 15, 2015

Bagi seorang pengusaha, bahkan bukan hanya pengusaha muslim saja. Sedekah merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis. Bill Gates, manusia terkaya di muka bumi ini menyumbangkan 50% dari kekayaannya untuk kepentingan sosial. Jika dilihat secara logika, harusnya kedudukannya sebagai manusia terkaya mudah tergeser ke nomor dua atau nomor tiga manusia terkaya. Namun kenyataannya ia tetap menduduki peringkatnya dalam waktu yang sangat lama.

Inilah salah satu bukti dari firman Allah yang sudah disebutkan pada artikel sebelumnya tentang keutamaan sholat dhuha. Bahkan Allah tidak pilih kasih meskipun mereka non islam. Jika orang non islam saja Allah menepati janjinya, lalu bagaimana dengan umat islam sendiri?

Untuk setiap umat, Kami telah berikan pola syari’at ( aturan ) dan jalan hidup yang benar ( tata cara pelaksanaannya ), sekiranya Allah menghendaki, pastilah kamu dijadikannya satu umat saja, namun Allah hendak mengujimu dalam hal karunia yang telah diberikan kepadamu, karena itu berlomba-lombalah untuk berbuat kebajikan….( AL MAIDAH 5 : 48 )

AKUNTANSI KEUANGAN BISNIS ALA NABI MUHAMMAD SAW

Akuntansi merupakan jantung dari perkembangan sebuah bisnis. Kebanyakan orang tidak sadar akan hal ini. Sebuah bisnis tidak akan pernah berkembang jika tidak didasari dengan ilmu akuntansi yang baik. Lalu, apakah kita harus kuliah akuntansi? Jawabannya tidak. Karena nabi Muhammad SAW mengajarkan kita sebuah ilmu akuntansi sederhana yang jika diterapkan pada bisnis insya allah akan baik hasilnya. Berikut sepenggal sabda rasullullah SAW tentang bagaimana mengatur keuangan bisnis:

Dia menjawab, ‘Karena kamu mengatakan itu, maka aku melihat hasil kebunku. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiganya lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga siasanya aku kembalikan kepadanya.

Ya, bagilah penghasilan kamu menjadi 3 bagian. Yang pertama yaitu mensedekahkannya kepada yang membutuhkan, menggunakannya untuk kehidupan bersama keluargamu, dan menggunakannya untuk kemajuan bisnis. Ini sangatlah sederhana dan semua orang bisa menerapkannya.

KEUTAMAAN SEDEKAH LAINNYA

Bukan hanya memiliki peran penting dalam hal bisnis, sedekah juga sangat penting dalam kehidupan sosial dan agama. Ada banyak sekali firman Allah dan sabda rasul yang menyinggung manfaat dan keutamaan dari sedekah. Seperti memberi keberkahan pada harta, menghapus dosa, hingga mendapatkan naungan pada hari akhir.

So, apakah kamu akan tetap berfikir 2x untuk melakukan sedekah?

Sumber Berita: http://www.entrepreneurmuslim.com/keutamaan-sedekah-kunci-kesuksesan-seorang-pengusaha
Sumber Gambar: www.dnaberita.com/foto_berita/7Sedekah.jpg

INI FAKTOR KUNCI NEGARA BERKEMBANG JADI TARGET PASAR PROSPEKTIF

Views Agustus 15, 2015
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di dunia merasakan adanya transformasi lanskap global yang banyak menyoroti emerging markets atau pasar negara berkembang. Sehubungan dengan hal tersebut, pada tahun 2016 nanti diperkirakan 88% populasi dunia akan menetap di negara-negara berkembang ini.
Menurut data dari Euromonitor International, dalam kurun waktu tujuh tahun antara 2013 dan 2020, ekonomi pasar yang berkembang diperkirakan tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan ekonomi negara maju, dengan persentase rata-rata 65% dari pertumbuhan ekonomi global.
Meskipun tidak semua pasar berkembang tumbuh pada tingkat yang sama, output ekonomi secara keseluruhan dari kelompok ini meningkat dari tahun ke tahun.
Nyatanya, banyak yang menganggap semua negara di benua, atau suatu daerah, berada dalam golongan yang sama.
Namun, terdapat perbedaan besar antara satu negara dengan negara yang lain, terlepas dari persamaan yang mereka miliki.
Dari penetrasi internet hingga pembangunan infrastruktur, budaya lokal sampai dengan hukum perpajakan, setiap negara di pasar negara berkembang perlu pendekatan yang berbeda, dengan menempatkan strategi bisnis yang sesuai.
Misalnya Kenya dan Ethiopia, meskipun bertetangga, kedua negara tersebut memiliki tingkat penetrasi internet yang berbeda, yaitu 47,3% populasi Kenya menggunakan internet, sedangkan Ethiopia hanya 1,9%.
Adopsi teknologi lebih cepat
Banyak pasar negara berkembang telah melewatkan langkah yang diambil di negara-negara yang lebih maju ketika merujuk pada pemasangan sambungan telepon, desktop dan internet dial-up.
Akibatnya, teknologi baru – termasuk nirkabel, penggunaan ponsel dan aplikasi, dan mobile banking – didominasi oleh populasi muda dan penggemar teknologi berada pada laju yang lebih cepat.
Misalnya di Indonesia, sebagai salah satu pasar smartphone terbesar di dunia, yang memiliki 280 juta pengguna ponsel saat ini. Sementara itu, Kenya memimpin pasar negara berkembang dalam teknologimobile payment.
Kelas menengah mendorong belanja konsumen
Kelas menengah di pasar negara berkembang nyatanya berkembang sangat pesat, menciptakan kelompok konsumen baru. Peningkatan pendapatan konsumen di pasar berkembang sebagai imbas dari pembangunan ekonomi menyebabkan tumbuhnya permintaan produk-produk berkualitas tinggi.
Selain itu, dibandingkan di negara maju, kelas menengah di pasar negara berkembang semakin didominasi oleh kalangan muda. Kelompok usia muda ini lebih terfokus pada penggunaan teknologi, yang mempengaruhi kebiasaan belanja secara online untuk membeli produk dan layanan berkualitas.
Kian Moini, Co-founder dan Managing Director Lamudi Global, mengatakan populasi kaum muda yang berkembang, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi, membuat pasar negara berkembang menjadi pilihan favorit bagi startups, usaha kecil dan menengah, dan perusahaan multinasional.
“Masyarakat kelas menengah yang semakin berkembang secara berkelompok pindah ke kota, membawa daya beli yang kuat, penetrasi ponsel yang tinggi dan permintaan besar terhadap layananonline, menyajikan banyak peluang untuk pengembangan ide-ide bisnis baru,” ujarnya seperti dikutip siaran pers.
Sumber Berita dan Gambar (www.etftrends.com)

http://www.marketing.co.id/ini-faktor-kunci-negara-berkembang-jadi-target-pasar-prospektif/

Meneropong Potensi Perikanan, Pertanian dan Peternakan di Provinsi Kepulauan Riau

Views Agustus 14, 2015

Hampir diseluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau berpotensi untuk diolah menjadi lahan pertanian dan peternakan mengingat tanahnya subur. Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kota Batam.Luas lahan pertanian sawah pada Tahun 2011 di Provinsi Kepulauan Riau seluas
453 ha, meningkat drastis sebesar 225 persen, dari 453 hektar di tahun 2011 menjadi 1.021 hektar pada tahun 2012. Sedangkan untuk lahan bukan sawah justru mengalami penurunan 0,10 persen dari 537.661 hektar di tahun 2011 menjadi 537.093 hektar pada tahun 2012. Sektor perkebunan memiliki potensi yang besar terutama Tanaman karet, kelapa ,cengkeh . Nilai produksi karet yang dihasilkan adalah 11.820.550 Kg dengan rata-rata produksi sebesar 291 Kg/ Ha. Demikian juga dengan komoditas kelapa yang berproduksi sebanyak 1 2.070.540 Kg / th dengan rata-rata produksi 345 Kg/ Ha. produksi komoditas cengkeh 3.139.801 Kg dengan rata- rata produksi 329 Kg/ Ha. Sektor peternakan khususnya populasi sapi meningkat dari 8.323 ekor di tahun 2011 menjadi 17.255 ekor pada tahun 2012. Sedangkan populasi kambing 22.402 pada tahun 2012 Berdasarkan kajian Komoditi/Produk/Jenis Unggulan (KPJu) di Provinsi Kepulauan Riau diperoleh KPJu di Provinsi Kepulauan Riau sebagai berikut :
•sektor padi palawija adalah padi, jagung, ubi kayu, kacang tanah dan sagu.
•sektor Sayuran adalah cabe, kacang panjang, ketimun, sawi, dan kangkung.
•sektor buah-buahan adalah durian, pisang, buah naga, pepaya, mangga.
•sektor perkebunan adalah karet, kelapa, cengkeh, lada, gambir.
•sektor peternakan adalah sapi, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, ayam buras, dan kambing
Berdasarkan kajian komoditas unggulan daerah lokasi prioritas pengembangan komoditas unggulan sektor tanaman pangan sebagai berikut :
•Natuna : jagung, ubi kayu, bayam, kacang panjang
•Karimun : jagung, ubi Ialar, ketimun,
•Lingga : jagung, Ubi kayu, Kacang Tanah, ketimun, Sawi, Cabe besar,
•Bintan : bayam, Terungkangkung, Pisang
•Batam : bayam, pare, Rambutan,
•Tanjung Pinang : Bayam Cabe besar, Terung
Prioritas pengembangan potensi peternakan di Provinsi Kepulauan Riau :
•Kabupaten Natuna dapat diproyeksikan sebagal lokasi pengembangan sapi potong, kambing dan ayam buras.
•Kabupaten Karimun diproyeksikan untuk lokasi pengembangan temak sapi potong, kambing, dan itik.
•Kabupaten Lingga diproyeksikan sebagai lokasi pengembangan sapi potong dan kambingdan kerbau.
•Kabupaten Bintan di proyeksikan untuk lokasi pengembangan sapi potong, kambing dan kerbau.
•Kota Batam diproyeksikan sebagai lokasi pengembangan temak babi, sapi potong, ayam petelur dan ayam pedaging.
•Kota Tanjungpinang menjadi pasar komoditi pangan asal hewan temak.
PELUANG INVESTASI SEKTOR PERTANIAN
Potensi Kawasan Free Trade Zone sebagai Pasar Komoditi Pertanian, Kawasan Batam, Bintan dan Karimun yang merupakan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas dapat menjadi potensi pasar bagi berkembangnya Kabupaten Lingga sebagai Kawasan Sentra Produksi Pertanian. Meningkatnya aktifitas di Kawasan Batam, Bintan dan Karimun secara tidak langsung akan menarik berbagai aktifitas, tenaga kerja, dan penduduk, sehingga kebutuhan akan produk pangan juga akan meningkat. Semakin bertambahnya jumlah penduduk di kota Batam, Tanjungpinang, kabupaten lain dan dari pendatang menyebabkan ketergantungan yang tinggi kebutuhan akan tanaman pangan dan holtikultura sangat terbatas dan dijual di pasar dengan harga yang tinggi dalam kondisi tertentu (misalnya cuaca kurang bagus, distribusi kurang lancar, gagal panen di Jawa/ Sumatera). Potensi besar pertanian dan perkebunan , dapat menyuplai [menyediakan) kebutuhan pangan masyarakat baik skala lokal dan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau khususnya ke kawasan Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun, serta jika memungkinkan hasil pertanian dan perkebunan tersebut dapat diekspor ke luar negeri melalui kawasan FTZ BBK tersebut. Berdasarkan potensi dan kebijakan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan lahan pertanian untuk tanaman pangan pada kawasan strategis yang ditetapkan untuk meningkatkan produksi dan pemenuhan kebutuhan lokal dan antar kabupaten/kota dan ekspor ke Singapore. Selain itu Masih tersedianya lahan pertanian yang luas di Kabupaten Lingga, Natuna, Anambas dan Karimun juga menjadi peuang untuk pengembangan investasi di sektor pertanian dan perkebunan.

Di sektor agro industri, Pembangunan industri/pabrik pengolahan produk tanaman pangan untuk memenuhi permintaan pasar di tingkat domestik, nasional dan luar negeri masih memiliki peluang yang sangat besar terkait dengan trend saat ini sebagai makanan oleh-oleh (Rue/cake), keripik yang bisa didistribusikan ke luar daerah kabupaten/ kota setempat. Di sektor pertanian hortikultura Provinsi Kepulauan Riau memiliki lahan area yang belum dimanfaatkan sebesar 83,6% . Kebutuhan pasar internasional yang sangat tinggi Singapura membutuhkan 2.500 ton komoditas hortikultura per hari, tetapi Indonesia hanya mengekspor 200 ton per hari. Untuk memenuhi kebutuhan pasar Singapura, Indonesia hanya bisa memasok 6% dari total kebutuhan mereka. Pangsa pasar buah Malaysia terbesar, yaitu 34 persen, diikuti China 15 persen, Amerika Serikat 10 persen, Afrika Selatan 8 persen, Thailand 8 persen, dan Indonesia 0,6 persen. Pangsa pasar sayur Malaysia di Singapura adalah 43 persen, China 29 persen, India 5 persen, serta Indonesia dan Australia masing-masing 4 persen. Mercermati potensi pasar , serta kebijakan pengembangan pertanian hortikultura di propinsi kepri , peluang peluang yang dapat di kembangkan antara lain
•Budidaya tanaman pangan pokok (jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, padi, ubi kayu, ubi jalar),
•Membuka lahan/kawasan pengembangan pertanian holtikultura pada beberapa kawasan unggulan holtikultura
•Membuka lahan/kawasan agrobisnis untuk pertanian holtikultura.
•Pembangunan industri/pabrik pengolahan produk tanaman holtikultura [buah-buahan) guna memenuhi permintaan pasar di tingkat domestik, nasional dan luar negeri

PELUANG INVESTASI SEKTOR PERKEBUNAN
Prioritas pengembangan komoditas perkebunan ekonomi dan sosial meliputi :
•Prioritas pertama Karet, Lada
•Prioritas kedua Kakao, Kopi, Cengkeh
•Prioritas ketiga Kelapa dala, Kelapa sawit
Potensi pasar pengembangan sektor perkebunan di kepulauan riau dapat diidentifikasi sebagai berikut:
•Ketersediaan hasil perkebunan yang bagus dengan cirri khas potensi setiap kota/kabupaten bisa dipasarkan pada lingkungan domestic maupun ekspor
•Pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat
•Sebagai sumber bahan baku apabila sudah tersedia pabrik pengolahan industry perkebunan di kota/kabupaten Kepulauan Riau ataupun di wilayah lain
Berdasarkan potensi sumber daya alam dan ketersediaan infra struktur yang mendukung sektor perkebunan maka peluang investasi pengembangan sektor perkebunan antara lain :
•Pengelolaan hasil perkebunan masih tradisional dan tumbuh secara konvensional, sehingga perlu pengelolaan dan pengembangan yang lebih terarah agar bisa menjadi penghasil tanaman perkebunan yang lebih intensif
•Kerjasama dengan pemerintah dalam pengelolaan hutan tanaman hasil industry. Hasil perkebunan dan juga merupakan penghijauan di daerah setempat perlu dibudidayakan dengan peningkatan teknologi pengelolaan tanaman perkebunan
•Mendirikan perusahaan pengolahan hasil tanaman perkebunan seperti pengolahan karet, cengkeh, kelapa untuk santan dan pabrik pengolahan sagu yang lebih modern dengan didukung fasilitas teknologi yang bagus
Beberapa peluang investasi yang dapat dikembangkan terkait dengan potensi sumber daya alam di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan antara lain:
•Perkebunan jambu mete dan industri biji mete kering dan Cashew Nut Shell Liquid[CNSL
•Perkebunan lada dan industri biji lada putih kering dan biji lada hitam kering
•Perkebunan Kelapa dan Industri Minyak Kelapa
•Perkebunan Kelapa dan Industri Kopra, Serat (fiber), Arang Tempurung, debu (dust), Nata De Coco
•Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri Minyak Kelapa Sawit (CPO)
•Perkebunan Kopi dan Industri Pengupasan, Pembersihan dan Sortasi Kopi
•Perkebunan Kakao dan Industri Pengupasan, Pembersihan dan Pengeringan Kakao
•Perkebunan Cengkeh dan Industri Bunga Cengkeh Kering
•Perkebunan Karet dan Industri Sheet, Lateks Pekat, Industri Crumb Rubbe
•Perkebunan Tanaman Obat/Bahan Farmasi
Selain itu di Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki potensi alam yang sesuai untuk pengembangan tanaman Sagu , khususnya di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Karimun. Perkiraan produksi hasil yang paling mendekati kenyataan pada kondisi liar dengan produksi 40 – 60 batang/ha/tahun, jumlah empulur 1 ton/batang, kandungan aci sagu 18,5 %, dapat diperkirakan hasil per hektar per tahun adalah 7 - 11 ton aci sagu kering. Secara teoritis, dari satu batang pohon sagu dapat dihasilkan 100 -600 Kg aci sagu kering. Rendemen total untuk pengolahan yang ideal adalah 15%. Tanaman sagu memiliki banyak manfaat. Empulur sagu setelah diparut dan diolah lebih lanjut dapat dijadikan makanan ternak, media tumbuh tanaman Selain itu sagu juga dapat diolah menjadi tepung sagu untuk industri makanan, bahan bakar biofuel, bahan baku penyedap makanan, bahan bakku gula cair, bahan baku plastik ramah lingkungan
PELUANG INVESTASI Sektor Peternakan
Pengembangan Kawasan peternakan merupakan sebagai kawasan yang diperuntukan untuk kegiatan pengusahaan ternak dilakukan secara terpadu sebagai bagian dari komponen usaha tani lainnya (tanaman pangan, perkebunan, hortikultura atau perikanan) dan terpadu sebagai komponen ekosistem tertentu (kawasan hutan lindung atau suaka alam). Kawasan peternakan di Provinsi Kepulauan Riau diarahkan berdasarkan pendekatan berbasis pulau dan terintegrasi dengan tanaman pangan, perkebunan, hortikultura dan perikanan. Kawasan peternakan dibagi berdasarkan peruntukan skala agribisnis dan skala peternakan rakyat (backyard farming).
•kawasan agribisnis diprioritaskan pada Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan serta beberapa pulau yang memiliki potensi dan kesesuaian dari aspek daya dukung lahan dan agroklimat.
•Khusus untuk Kota Batam, kawasan peternakan dikembangkan pada daerah hinterland.
•Sedangkan pengembangan sub sistem hilir peternakan diarahkan di kota Batam dan Kota Tanjungpinang
Berdasarkan morfologi dan ukuran ternak, maka ternak besar (sapi dan kerbau) dikembangkan di Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Bintan. Untuk ternak kecil (kambing, domba dan babi) diarahkan di Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga. Sedangkan ternak unggas diarahkan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau. Peluang pasar hasil ternak, antara lain:
•Pangsa pasar hasil ternak terbuka lebar (lokal, domestik, ekspor);
•Mengurangi jumlah daging/kebutuhan sapi dari impor luar negeri.
•Dengan potensi lahan pakan cukup memadai mempunyai peluang untuk pengembangan populasi lebih besar
Potensi pasar hasil ternak di Kepulauan Riau, antara lain :
•Meningkatnya pertambahan penduduk, maka permintaan daging dan makanan hewani kian meningkat setiap tahun;
•Meningkatnya daya beli, sehingga kebutuhan daging/hewani meningkat;
•Terjadinya perubahan dalam pola konsumsi dan peningkatan dalam kesadaran gizi masyarakat; dan
•Meningkatkan jumlah wisata kuliner restoran, rumah makan di Kepulauan Riau sehingga kebutuhan akan daging hasil ternak juga meningkat.
Potensi Potensi di bidang peternakan difokuskan pada ternak itik, ternak sapi, ternak ayam dan ternak kambing yang umumnya masih dilaksanakan oleh peternakan kecil, Berdasarkan potensi sumber daya alam dan potensi pasar yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, peluang investasi yang dapat di kembangkan antara lain :
•Pengembangan peternakan rakyat
•Pengembangan usaha budidaya peternakan (sapi, kambing, ayam ras, ayam petelur, ayam pedaging, itik dan babi) diarahkan pada suatu kawasan, baik kawasan khusus maupun terintegrasi dengan komoditi lainnya serta terkonsentrasi disuatu wilayah
•Industri pengemasan dan pengolahan hasil ternak
•Industri Pengasapan Karet
•Industri Makanan Olahan Dari Biji-bijian dan umbi-umbian, sagu, melinjo dan kopra
•Industri alat mesin pertanian yang menggunakan teknologi madya seperti perontok padi, pemipil jagung dan traktor tangan
•Persewaan Mesin Pertanian dan Peralatannya.

Sumber Berita :
http://bappeda.kepriprov.go.id/index.php/data-dan-informasi/potensi-daerah/29-potensi-daerah/80-sektor-pertanian-perkebunan-dan-peternakan
Sumber Gambar :
http://photos1.blogger.com/blogger/6395/1904/1600/Peta%252520Kepri.jpg

Bisnis Disektor Agrobisnis

Views Agustus 14, 2015

Seorang penggiat agrobisnis, Pak Purwanto, Krajan, Jambewangi, Banyuwangi (bercocok tanam coklat dan kates) yang sudah 22 tahun digelutinya, mengatakan : Kegiatan agro adalah kombinasi antara hobby dan seni. Seperti apa hobby itu ? Anda jangan beternak ikan jika anda tidak bisa betapa nikmatnya melihat ikan meliuk-liuk atau ikan dengan lahapnya saat kita memberi makan. Lantas seninya dimana ? anda membutuhkan kreatifitas mengatur tata-letak kolam, tanaman yang menaunginya atau peralatan beternak ikan yang anda modifikasi sehingga pekerjaan beternak ikan makin mudah dan tidak melelahkan.
Agrobisnis
seperti bisnis lainnya merupakan peluang jika anda bisa menyikapi dan menjalankannya dengan baik. Wilayah Indonesia yang luas, iklim yang cukup stabil dan sinar matahari yang melimpah sepanjang musim. Kata koes Plus, tanah kita tanah surga, menjawab bahwa bisnis ini layak digeluti dengan serius. Padi, ikan, jagung, kedelai mampu di mulia-biakkan hampir diseluruh wilayah Indonesia.
Sekarang, saatnya anda menangkap peluang ini, mulailah tahap kecil skala kecil. Berbeda dengan perdagangan langsung seperti jual beli dipasar, anda akan menerima profit dalam bentuk uang tunai dalam satu hari, bercocok-tanam atau beternak membutuhkan waktu lebih lama. Ikan Patin 7 bulan, Cabe 4 bulan, sawit minimal 4 tahun.
Anda bisa melirik data dibawah ini, yang range modalnya antaraRp.500.000 hingga Rp.100.000.000
Pembibitan tanaman
Pembenihan ikan
Pupuk, pestida dan obat-obatan, suplemen, vitamin, probiotik dan antibiotik ikan.
Beternak modal sangat minim seperti : Cacing sutra, cacing lumbricus, kroto, ulat hongkong (Point ini anda bisa memulai modal dibawah Rp.500.000)
Bahkan beberapa binatang yang menjijikkan sekarang ini sudah dilirik, sarang semut, belatung dan lalat.
Jasa transportasi dan packing.
Pengepul, suplier, dropshipper atau pengecer.
Jasa keuangan atau menggunakan sistem bagi hasil dengan pelaku yang dipercaya.
Budidaya tanaman hias, iklan hias, komoditi pertanian yang berorientasi ekspor.
Produk olahan dan kuliner hasil bumi.
Beberapa komoditi yang selalu dibutuhkan sepanjang masa, seperti : padi, jagung dan buah-buahan. Coklat, tomat, beternak ayam dan banyak lagi.

Kompleksitas sektor agrobisnis justru bisa dijadikan peluang usaha dan anda bisa memilih salah satu bidang yang paling anda kuasai teknik dan cara-caranya, yang paling anda suka. Yang membuat anda bergairah.
Nah, andaikata anda berminat dan sudah menentukan pilihan bisnis anda, pastikan bahwa anda berjanji kepada diri sendiri : Bahwa anda bisa.

PELUANG USAHA
Agrobisnis adalah pilihan peluang usaha yang dapat memberikan keuntungan menggiurkan. Beberapa produk suplemen, probiotik dan antibiotik ikan air tawar bisa menjadi pilihan.
Di Indonesia, penggunaan suplemen, probiotik dan antibiotik untuk peningkatan kualitas tumbuh ikan masih minim, budidaya selama ini masih mengandalkan cara tradisional, managemen kolam yang apa adanya dan mengandalkan kebaikan alam.
PRODUK ANDAL
Menurut penuturan penggiat disektor agrobisnis, saat ini budidaya ikan air tawar selalu mengalami pasang surut, pada hari ini ada peternak yang gulung tikar namun diwaktu dan tempat lain tumbuh peternak baru. Sementara kebutuhan akan ikan Nila, Lele, Patin, Gurami, Bawal, Mujair, Mas dan lain lain dari waktu kewaktu selalu meningkat. Merekapun selalu melakukan uji coba, trial and error yang menghabiskan biaya, waktu dan tenaga.
TANTANGAN DAN INOVASI
Usaha ini bukan tanpa kendala, menjelaskan kepada pembeli tentang produk kita adalah hal yang paling berat, mengenalkan brand name adalah menjadi awal-awal yang paling sulit. Satu saja apresiasi positif yang diberikan oleh peternak menjadi kebanggaan tak terkira. Sedih juga diperoleh jika ada komplain jika produk tidak memberi manfaat kepada penggunannya, kita tahu variabel dari sebuah budidaya ditentukan dari banyak faktor seperti :
Kualitas benih
Persiapan kolam
Managenen pakan
Managemen Transportasi
Dan lain-lain
Inovasi tak kenal waktu adalah landasan yang menjadi cambuk pemecut semangat. Riset, penelitian dan pengembangan produk dan harus menjadi pioneer adalah obsesi tertinggi dengan selalu menggali dan mengenal kebutuan budidayawan ikan air tawar diseluruh Indonesia.

Sumber Berita :
http://boosterfish.com/bisnis-di-sektor-agrobisnis-bag-1/
Sumber Gambar :
static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/stories/thumbs/ladang_agrobisnis09.jpg

Indonesia-Turki akan ada penerbangan langsung

Views Agustus 13, 2015
 JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pertemuan billateral di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat (31/7). Dari pertemuan ini kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama di bidang perekonomian, salah satunya di industri transportasi udara.
Menurut Jokowi ada beberapa kerjasama ekonomi yang dibidik untuk dilakukan dengan Turki. Beberapa diantaranya adalah kerjasama di bidang industri perawatan peralatan militer, industri pembuatan kapal-kapal kecil, di bidang pembangkit listrik tenaga gas, hingga terkait penerbangan langsung dari Turki ke Indonesia.
Kedua negara memang telah sepakat akan dibuat penerbangan dari Turki ke Malaysia lalu ke Jakarta dan dilanjutkan ke Denpasar. "Ini akan segera kita konkretan," ujar Jokowi kemarin.
Kerjasama penerbangan ini untuk meningkatkan wisatawan Turki ke Indonesia. Sementara, dalam keterangannya Erdogan lebih menekankan pentingnya kerjasama di bidang politik dan keamanan terutama terkait terorisme.
Menurut Erdogan ada warga Negara Indonesia (WNI) yang diketahui menyebrangi perbatasan Turki untuk tujuan yang terkait dengan terorisme.
Sumber Gambar Dan Berita :
http://nasional.kontan.co.id/news/indonesia-tukri-akan-ada-penerbangan-langsung/

Peluang Usaha Agrobisnis Di Lahan Sempit

Views Agustus 13, 2015

Peluang usaha agrobisnis di lahan sempit merupakan artikel yang akan menceritakan mengenai tahapan apa saja yang harus di lakukan dalam memanfaatkan dan memulai usaha di bidang agrobisnis. Agrobisnis adalah memanfaatkan peluang usaha dengan memanfaatkan lahan di sekitar kita atau bisa disebut juga bisnis pertanian. Jadi tanaman yang di tanam tidak hanya di maksudkan untuk membuat lingkungan menjadi hijau. Namun juga di manfaatkan dari segi bisnis. Yakni tanaman tersebut di jual dan di pasarkan kepada masyarakat.

Berbeda dengan pertanian biasa, agrobisnis biasanya di kelola sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Sehingga pertanian agrobisnis bisa juga di jadikan sebagai objek wisata. Wisatawan bisa melihat keindahan pertanian sambil memetik buah-buahan atau sayuran sendiri.

Menjalani bisnis di bidang agrobisnis ini tidak selalu memerlukan lahan yang luas. Di lahan yang sempit pun Anda bisa menjalankan bisnis ini. Yang terpenting adalah Anda mampu mengelolanya dengan baik agar terlihat indah dan juga agar potensial dari sisi nilai ekonominya.

Lalu bagaimana memanfatkan peluang usaha di bidang agrobisnis dengan luas lahan yang terbatas? Ada banyak sekali solusi dan cara untuk permasalahan ini. Langsung saja ikuti uraian penjelasan mengenai peluang usaha agrobisnis di lahan sempit di bawah ini.

Peluang Usaha Agrobisnis

Peluang usaha agrobisnis di lahan sempit antara lain adalah sebagai berikut ini :

• Membuat Kebun Vertikal

Cara pertama dalam memanfaatkan peluang usaha di bidang agrobisnis dengan luas lahan yang terbatas adalah dengan membuat kebun vertikal. Seperti apa sih kebun vertikal itu? Kebun vertikal adalah sebuah media tanam yang di buat secara vertikal yang berdiri tegak dari atas ke bawah. Anda bisa menggunakan botol bekas yang di gantungkan untuk membuat kebun vertikal ini. Anda juga bisa membuat sebuah media tanam dari kayu yang berisi tanah yang di sangga sedemikian rupa agar tidak terjatuh, lalu media tanam tersebut di sandarkan pada dinding dan jadilah sebuah kebun vertikal. Atau Anda juga bisa menempelkan pot-pot pada dinding rumah untuk membuat kebun vertikal. Sebenarnya ada begitu banyak cara untuk membuat kebun vertikal ini. Anda bisa berkreasi sedemikian rupa tergantung pada kreativitas Anda. Hal terpenting adalah Anda sudah memahami betul bagaimana konsep dari kebun vertikal ini. Salah satu kebun vertikal seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar di atas merupakan tanaman strawberry yang di tanam dalam pot yang di susun secara vertikal. Selain menghemat tempat lahan yang sempit, penataan kebun vertikal seperti gambar di atas membuat kesan kebun yang rapi dan indah. Membuat siapapun yang melihat tergoda untuk berkeliling kebun vertikal dan ingin memetik strawberry tersebut.

• Membuat Media RambatUntuk Tanaman Merambat

Salah satu solusi cerdas dalam mengatasi lahan yang sempit adalah Anda bisa menanam tanaman yang merambat. Sehingga keberadaan tanaman tersebut tidak memakan tempat. Oleh karena itu sediakan media sebagai tempat tanaman Anda merambat. Selain itu, dengan adanya media rambat tanaman Anda lebih mudah untuk di panen atau di petik. Salah satu contohnya seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Dua cara memanfaatkan peluang usaha agrobisnis di lahan sempit sudah di sampaikan. Selanjutnya tergantung bagaimana mengaplikasikan kedua cara yang telah di bahas pada uraian di atas. Mungkin Anda mempunyai ide atau solusi yang lebih unik dan menarik untuk menjalankan usaha di bidang agrobisnis di lahan terbatas ini.

Sumber Berita dan Gambar:
www.tabloidbisnis.com/peluang-usaha-agrobisnis-di-lahan-sempit/

Gerakan Nasional “Ayo Kerja” Pada 70 Tahun Indonesia Merdeka

Views Agustus 13, 2015

Indonesia kini berusia Tujuh Puluh tahun merdeka. Ini momentum jembatan emas dalam mewujudkan semua harapan berbangsa dan bernegara, yakni: memiliki Indonesia yang “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Harapan itu hanya bisa dicapai dengan kerja. Hanya melalui kerja sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya. Kerja disini haruslah dengan keinsyafan akan kekuatan dari Persatuan Indonesia. Kerja yang dilakukan dengan gotong royong. Ini bukan semata urusan rakyat, tapi para pemimpin-pun harus memberi contoh bergotong royong dalam kerja.

Gotong-royong dalam kerja menjadi jiwa gerakan perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia. Melalui Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka, yang dicanangkan tepat di Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang ini, Presiden Joko Widodo bertekad menjadikannya sebagai titik tolak mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan gotong royong.

Presiden Joko Widodo ingin menggunakan momentum perayaan 70 tahun Indonesia merdeka untuk memperbarui tekad dalam mewujudkan harapan seluruh rakyat Indonesia. Harapan dari segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Dengan keinsyafan itulah, dari Nol Kilometer Indonesia ini Presiden Joko Widodo menyerukan: Ayo Kerja! Ayo Kerja! Ayo Kerja! Presiden Joko Widodo mengajak kerja bersama-sama untuk membuat harapan rakyat itu bisa terwujud. Gerakan “Ayo Kerja” ini merupakan satu langkah besar mewujudkan impian Indonesia Merdeka dalam arti sesungguhnya.

Ayo kerja bukanlah slogan semata melainkan sebuah pergerakan. Presiden Joko Widodo memiliki keyakinan pergerakan yang ingin dibangun adalah menjebol mentalitas bangsa yang berada dalam keterjajahan, ketertindasan, ketidakadilan, ketidak merdekaan serta membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen. Itulah makna mendasar dari revolusi mental.

Ayo Kerja! Sesungguhnya adalah perwujudan praktis dari gerakan Revolusi Mental. Targetnya bukan semata untuk rakyat namun harus menjangkau dan mengikat para penyelenggara negara. Mereka memiliki tanggung jawab moral maupun konstitusional untuk bekerja jujur, tanpa pamrih, melayani rakyat secara paripurna.

Gerakan Nasional “Ayo Kerja” tidak ingin berhenti pada slogan ataupun perayaan semata, tapi gerakan nyata yang membangkitkan semangat rakyat dalam mewujudkan impian Indonesia Merdeka. Gerakan ini mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat, turun tangan secara bersama-sama mewujudkan impiannya.

Dalam pencanangan, Presiden Joko Widodo menyaksikan pembacaan impian Indonesia 70 Tahun ke depan dari salah seorang perwakilan anak bangsa diujung paling barat Indonesia. Penulisan impian anak bangsa itu akan disimpan secara rapi dalam “Kapsul Waktu”.

Membayangkan Indonesia 70 Tahun ke depan di harapkan bergulir di seluruh pelosok Indonesia: mulai dari desa-desa di pedalaman, kampung-kampung pesisir sampai dengan di kota-kota. Impian seluruh rakyat Indonesia dari 34 Provinsi akan disimpan dalam “Kapsul Waktu” yang rencananya perjalanannya berakhir di Provinsi Papua, tepatnya di ujung timur Indonesia, Merauke.

Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan perayaan ulang tahun kemerdekaan RI ke 70 dapat melalui www.setneg.go.id (Tim PKP/twitter : @GPRindonesia atau @bakohumas)

Sumber Berita dan Gambar:
mediacenter.batamkota.go.id/gerakan-nasional-ayo-kerja-pada-70-tahun-indonesia-merdeka/

Swasta Berperan Dongkrak Pembangunan Riau

Views Agustus 12, 2015

Pembangunan di daerah tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan pihak swasta. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Riau mengharapkan pihak swasta dapat mendukung dan berkontribusi pihak swasta yang ada diprovinsi Riau berkontribusi terhadap perkembangan daerah.

“Memang kontribusi swasta berperan lebih besar dari pada APBD Riau dalam meningkatkan program pembangunan di Riau. Makanya kita mendukung dengan  menciptkan iklim investasi yang kondusif dan prosedur perizinan yang baik melalui satu pintu,” ujar Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru.

Dengan dukungan itu, ia mengharapkan pihak swasta yang ada di Provinsi Riau dapat mengembangkan usahanya. Sehingga ke depan dapat menciptakan peluang investasi baru yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Mantan Legislator Riau itu juga berharap dukungan dari kemudahan dan berinvestasi dapat direspon secara positif dan maksimal. Sehingga sinergitas itu dapat terjalin untuk kemajuan Riau kedepan.

Plt Gubri mencontohkan Badan Operasional Bersama (BOB) PT.Bumi Siak Pusako (BSP)- Pertamina Hulu yang terus memperlihatkan trend positif. Pasalnya hingga semester I tahun 2015, produksi minyak di lapangan Block CPP yang dikelola melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah.(*)

Sumber Berita:
http://riaubisnis.com/swasta-berperan-dongkrak-pembangunan-riau/
Sumber Gambar:
www.bertuahpos.com/assets/public/images/thumbnail/300/JUNI_2015/Investasi_Riau.jpg

Strategi Pengusaha Riau Hadapi Pelemahan Rupiah

Views Agustus 11, 2015

Bisnis.com, PEKANBARU - Tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar beberapa waktu terakhir, memaksa pengusaha membuat sejumlah langkah antisipatif.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau Wijatmoko Rah Trisno mengatakan saat ini pelaku usaha yang bergerak di bidang mesin-mesin besar sangat terdampak dari pelemahan nilai rupiah.

"Contohnya pengusaha yang menang tender memasang mesin besar, tentu alat-alatnya didatangkan langsung dari luar dan dia harus mengeluarkan biaya lebih untuk itu," katanya kepada Bisnis, Senin (10/8/2015).

Akibatnya, biaya operasional dan belanja perusahaan membengkak dan tentunya laba yang telah diperkirakan malah tergerus.

Untuk menyiasati hal itu, beberapa pengusaha terpaksa membuat klausul tambahan pada perjanjian kerja yang bakal dilakukan.

Pada klausul itu disebutkan, apabila nilai tukar rupiah berada pada level tertentu, nilai proyek yang dikerjakan harus disesuaikan dengan kondisi tersebut.

"Kami menyebut upaya ini membuat klausul 'ajaib', karena kalau tidak begitu pengusaha akan merugi dan tentu memberatkan sekali," katanya.

Sementara itu untuk pengusaha yang sebagian besar masih mengandalkan produksi perkebunan seperti kelapa sawit, tidak terlalu merasakan dampak pelemahan nilai tukar ini, karena dengan prioritas produk untuk ekspor, pengusaha bidang itu malah merasakan dampak positifnya.

Selain mendapatkan untung dari nilai tukar, harga sawit di dalam negeri cenderung melemah sehingga beban produksi bisa ditekan.

"Jadi ada dampak positif dan negatifnya dari pelemahan nilai tukar ini, tapi kami harapkan kondisi ini jangan terlalu sering karena rata-rata harian dalam sebulan ini cenderung naik," katanya.

Adapun dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dollar terus melemah, hingga saat ini sudah menyentuh angka Rp13.500 per USD.

Sumber Berita dan Gambar:
http://sumatra.bisnis.com/m/read/20150811/23/59541/strategi-pengusaha-riau-hadapi-pelemahan-rupiah

Investor Tiongkok Berencana Investasi Perikanan di Anambas

Views Agustus 11, 2015

Anambas (Antara Kepri)- Sektor kelautan di Kepulauan Anambas kembali dilirik investor asing, kali ini investor asal Tiongkok berminat menanamkan modalnya di bidang perikanan, kata Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin.

Investor tersebut, kata dia telah melakukan survei potensi terkait hal itu. "Insya Allah ada investor masuk, Mereka sangat tertarik, untuk lokasi, mereka akan survei tahap kedua," kata Bupati pada Minggu ini di Tarempa.

Pemerintah daerah, kata dia, menyambut positif rencana investor tersebut menanamkan modalnya. Dia berharap para investor itu tidak hanya mengirimkan bahan mentah semata, akan tetapi berbentuk barang setengah jadi untuk memenuhi permintaan pasar.

"Saya minta tidak hanya mengumpulkan ikan. Tetapi minimal hasil setengah jadi baru keluar dari wilayah kita. Paling tidak ada pabrik, atau cold storage lah kita minta," harapnya. 

Mengenai sistem untuk mendapatkan ikan, menurut dia akan dibicarakan lebih lanjut. Namun menurutnya, harga ikan akan disesuaikan dengan harga ikan di pasaran. "Sistemnya bisa beragam, apakah nanti mereka menyediakan alat tangkap kemudian mereka gaji, atau mereka beli dari masyarakat nelayan. Yang jelas mereka sangat tertarik," terangnnya .

Selain itu, Bupati juga menambahkan para investor tidak hanya tertarik pada sektor kelautan dan perikanan, sejumlah investor diketahui juga tertarik pada bidang perkebunan yang terdapat di Pulau Jemaja. Di mana di sana terdapat lahan seluas 5.000 Ha yang diberikan oleh Kementerian Kehutanan.

Dijelaskannya memang telah dipersiapkan untuk merealisasikan hal tersebut. "Lahannya cukup, kan sudah ditata batas oleh Menteri Kehutanan. Pulau Jemaja itu luasnya mencapai 21 ribu. Nantinya untuk perkebunan karet dan buah- buahan," ungkapnya.

Ia pun mengatakan, dengan fokus bidang perkebunan oleh investor tersebut, kedepannya tidak hanya menjadikan wilayah tersebut sebagai wisata laut semata, melainkan juga menjadikan Jemaja sebagai kawasan agrowisata. (Antara)

Sumber Berita:
http://m.antarakepri.com/berita/32154/investor-tiongkok-berencana-investasi-perikanan-di-anambas
Sumber Gambar:
www.covesia.com/photos/berita/270715122029_tiongkok-dianggap-mitra-bisnis-strategis-bagi.jpeg

Petani Karimun Keluhkan Harga Karet Terus Anjlok

Views Agustus 10, 2015

Karimun (Antara Kepri) - Para petani karet di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengeluhkan harga jual komoditas tersebut terus anjlok hingga menyentuh Rp6.000 per kilogram.

"Kami mau makan apalagi kalau harga karet terus turun. Untuk beli bensin saja tidak cukup dengan harga karet yang turun sampai Rp6.000 per kilogram," kata seorang petani karet di Pulau Kundur, Herman di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Sabtu.

Herman menuturkan, sebelumnya harga karet berkisar Rp8.500.kg, dan sekarang melorot menjadi Rp6.000/kg. Kondisi harga yang rendah tersebut menyulitkan dirinya untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga sehar-hari.

Menurut dia, petani karet di Pulau Kundur tidak memiliki posisi tawar untuk mempertahankan harga karet agar tetap tinggi. Ia menjelaskan, karet yang dipanen petani di pulau tersebut dijual kepada pengumpul dalam bentuk ojol, bukan diolah menjadi bahan baku setengah jadi.

Selain ditentukan harga karet dunia, anjloknya harga karet Pulau Kundur juga dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu. Kalau hujan, dirinya tidak bisa "menoreh" getah karena pohon karet diguyur hujan. Sedangkan kalau cuaca panas, maka karet yang dipanen baru bisa dijual dalam sepuluh hari.

"Kalau hujan, hasil sadapan merosot, kadang untuk mengumpulkan getah sebanyak 50 kilogram, kami harus menunggu sampai dua atau tiga minggu," ujar dia.

Karet sebanyak 50 kilogram tersebut, menurut dia baru menghasilkan uang sebanyak Rp250.000 untuk sekali jual.

"Dalam tiga minggu, kami hanya dapat Rp250.000, mana cukup untuk makan sementara harga barang-barang cukup mahal. Belum lagi biaya anak sekolah dan lainnya," ucapnya.

Anjloknya harga karet memaksa para penyadap karet beralih menggarap kebun karetnya dengan menanam komoditas pertanian lainnya, seperti sayur-mayur dan buah-buahan.

Seorang petani karet lain Mahmud menuturkan, pohon karet di lahannya ia tebang, dan ia ganti dengan menanam sayuran, seperti cabai.

"Buat apa dipertahankan kalau harga karet tidak menguntungkan kami, lebih baik diganti dengan tananam lain," ucap dia.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Karimun, Amirullah dalam satu kesempatan mengatakan, petani tidak punya nilai tawar untuk mempertahankan harga karet. Ia mengatakan harga karet sangat ditentukan pedagang pengumpul yang mematok harga murah.

"Sebagai sentra perkebunan karet, para petani seharusnya memiliki posisi tawar, tapi nyatanya mereka terombang-ambing dengan harga karet yang tidak menentu, syukur-syukur tembus Rp12.000/kg, tapi kenyataannya terus melorot," ucapnya.

Pemerintah, menurut dia, seharusnya memikirkan untuk mendirikan pabrik pengolahan karet, sehingga petani tidak lagi menjual dalam bentuk bahan mentah.

"Kalau diolah menjadi bahan setengah jadi, tentu harganya akan lebih tinggi. Karena itu, pendirian pabrik pengolahan karet sangat penting," kata dia. (Antara)

Sumber Berita:
http://m.antarakepri.com/berita/34512/petani-karimun-keluhkan-harga-karet-terus-anjlok
Sumber Gambar:
vibiznews.com/wp-content/uploads/2014/04/karet1.jpg

Investor Cina Kian Lirik Peluang Bisnis di Kepri

Views Agustus 10, 2015

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Para investor asal Cina mulai tertarik peluang bisnis pada bidang pariwisata di Kepri.
Ketertarikan tersebut ditunjukkannya mereka dengan menjalin kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah (Pemda) se-Kepri.

Kerja sama ini mulai diretas melalui kunjungan Zhu Hong Hai, Jenderal Konsulat Tiongkok untun wilayah Sumatera dan Kepri yang berkedudukan di Medan dengan Gubernur Kepri HM Sani. Dalam kunjungan itu, Zhu menyampaikan rencana kerja sama yang hendak dibangun antara Cina dengan Pemprov Kepri san beberapa Pemkab/Pemko se-Kepri.

"Ini adalah kunjungan pertama saya ke Kepri untuk menjalin hubungan baik. Melalui kunjungan ini, kami juga bertemu dangan Bupati dan Wali Kota untuk membicarakan tentang kerja sama di bidang budaya, perekonomian dan perdadangan di Kepri," ungkap Zhu dalam sebuah konferens pers dengan Sani, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (24/10) siang.

Sebelum bertemu Sani, Zhu sendiri sudah terlebih dahulu bertemu Ahmad Dahlan, Wali Kota Batam. Pertemuan keduanya yang berlangsung pada Kamis (23/10) lalu itu disusul dengan silaturahmi bersama para investor Cina di Batam dan Kepri guna menguatkan hubungan kerja sama yang sudah dibangun selama ini.

"Ini adalah suatu silaturahmi yang baik dan semoga akan bermanfaat bagi kerja sama di waktu yang akan datang. Kami menyadari bahwa para investor Cina di Kepri mendapat tanggapan baik. Kami yakin, ke depan ada banyak investor yang datang lagi ke sini," jelas Zhu melalui Merry penerjemahnya.

Selain membeberkan hubungan baik antara para investor dengan Pemda se-Kepri, Zhu juga mengutarakan ketertarikannya pada dunia pariwisata di Kepri, terutama pulau Bintan. Menurutnya, Bintan adalah pulau yang cantik seperti Bali. Ketertarikannya inilah yang membuat Zhu ingin mengajak para investor Cina untuk menjalin kerja sama dalam dunia pariwisata dengan Pemda setempat.

"Pulau Bintan jadi tempat pariwisata yg baik. Selama ini sekitar 90 juta turis Cina berkunjung ke Indonesia. Mereka hanya mau melihat pulau Bali. Tapi ternyata ada pulau Bintan. Ke depan pemerintah Cina pasti mendukung pariwisata di Bintan yang cantik ini," ungkap Zhu penuh keyakinan.

Sumber Berita:
www.batam.tribunnews.com/2014/10/24/investor-cina-kian-lirik-peluang-bisnis-di-kepri
Sumber Gambar:
en.citizendaily.net/wp-content/uploads/2015/02/indonesia-china-300x164.jpg

Biang Kerok Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi RI

Views Agustus 10, 2015

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2015 tercatat 4,67 persen, atau turun dari realisasi kuartal sebelumnya yang berada di level 4,72 persen. Ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7 persen hingga semester I 2015, turun dari periode sama tahun lalu sekitar 5,17 persen.

Ekonom BCA, David Sumual menuturkan, perlambatan ekonomi Indonesia itu dimulai dalam dua hingga tiga tahun lalu. Hal itu seiring perlambatan ekonomi global dan harga komoditas turun. Padahal sebagian besar ekspor Indonesia komoditas. "60 persen ekspor Indonesia adalah komoditas jadi harga komoditas turun turut pengaruhi ekonomi Indonesia," ujar David saat dihubungi Liputan6.com, Senin (10/8/2015).

David menilai, Indonesia tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya terutama saat harga komoditas melonjak. Indonesia dinilai terlena dengan harga komoditas tinggi, sehingga giat ekspor sumber daya alam, dan tidak memberikan nilai tambah terhadap ekspor itu.

"Indonesia alami booming minyak pada 1970, lalu pada 1980 harga minyak turun kita mengalami devaluasi. Saat itu juga booming hutan tetapi tidak bisa dimanfaatkan. Lalu pada 2008-2013 booming komoditas, ini mirip-mirip tetapi Indonesia seperti jatuh lubang yang ke sama," kata David.

Karena itu, David menilai, Indonesia belum memiliki perencanaan ekonomi terintegrasi dan tak memiliki struktur bagus. Contoh saja Masterplan Percepatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) kini sudah jarang terdengar gaungnya. David menilai, pemerintah tidak konsisten untuk menerapkan konsep pembangunannya.

"Jadi perlu perencanaan jangka panjang yang diatur dalam Undang-undang jadi tidak seenaknya diubah-ubah. Saat ini ganti pemerintahan ganti kebijakan," ujar David.

Selain itu, David mengatakan, Indonesia perlu mencari sumber pertumbuhan baru untuk mendukung ekonomi ke depan. Ekspor komoditas kini tidak dapat menjadi andalan di tengah harga komoditas tertekan. Indonesia harus menciptakan industri manufaktur sehingga tidak mengandalkan impor. "Ekspor manufaktur baru dapat terasa tiga hingga empat tahun lagi," kata David.

Sejumlah faktor baik internal dan eksternal mempengaruhi ekonomi Indonesia melambat tersebut. Faktor-faktor itu antara lain:

1. Harga komoditas turun mempengaruhi ekspor Indonesia

"Ekspor melemah seiring harga komoditas jatuh. Ekspor jatuh itu membuat pendapatan masyarakat terutama di daerah perkebunan, tambang menurun jadi daya beli masyarakat juga melemah," ujar Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro.

Berdasarkan data BPS, ekspor Indonesia turun 11,86 persen menjadi US$ 78,28 miliar selama periode semester I 2015 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 88,82 miliar. Ekspor minyak dan gas bumi (migas) turun 36,34 persen menjadi US$ 9,98 miliar pada semester I 2015 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 15,86 miliar. Ekspor non migas turun 6,62 persen menjadi US$ 68,30 miliar.

Sementara itu, impor turun 17,81 persen menjadi US$ 73,94 miliar sepanjang semester I 2015 dari periode saham tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor gas turun 39,91 persen menjadi US$ 13,10 miliar dan non migas US$ 60,84 miliar atau turun 10,74 persen.

Harga minyak internasional tertekan juga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Harga minyak turun 43,3 persen secara year on year. Harga minyak berada di kisaran US$ 40 lebih per barel.

2. Realisasi Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Belum Optimal

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan, realisasi APBN semester I tahun anggaran 2015 antara lain belanja negara sekitar Rp 773,9 triliun atau 39 persen dari total pagu APBN-P 2015 sekitar Rp 1.984,1 triliun.

Kementerian keuangan mencatat penyerapan belanja pemerintah pusat sekitar Rp 436,1 triliun atau 33,1 persen dari pagu APBN-P 2015 sekitar Rp 1.319,5 triliun. Realisasi belanja pegawai mencapai 42,9 persen atau sekitar Rp 125,8 triliun dari total pagu sekitar Rp 293,1 triliun.

Belanja barang 25,1 persen atau sekitar Rp 60,1 triliun dari total pagu APBN-P 2015 sekitar Rp 238,8 triliun. Belanja modal, salah satu pengeluaran pemerintah yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi hanya mampu diserap sekitar Rp 30,2 triliun, atau 11 persen dari pagu APBN-P 2015 sekitar Rp 275,8 triliun.

Dorongan pertumbuhan ekonomi baru dari transfer ke daerah dan dana desar yang mencapai 50,8 persen dari Rp 337,7 triliun pada semester I 2015 dari pagu APBN-P 2015 sebesar Rp 664,6 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Keuangan, dana pemerintah daerah (pemda) yang masih terparkir di bank daerah mencapai sekitar Rp 273,5 triliun.

3. Rencana Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral AS Tekan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), dari awal tahun 2015 hingga 10 Agustus 2015, nilai tukar rupiah melemah 8,5 persen dari 12.474 per dolar AS menjadi 13.536 per dolar AS. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS ini dinilai menekan daya beli masyarakat.

Hal itu juga mempengaruhi penjualan mobil, motor dan semen. Penjualan mobil turun 18 persen menjadi 525.458 unit hingga semester I 2015.

Data BPS pun menyebutkan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 4,97 persen pada kuartal II 2015 dari periode sama tahun sebelumnya sekitar 5,1 persen. David menuturkan, harga komoditas melemah telah berdampak terhadap konsumsi masyarakat. Padahal biasanya sektor konsumsi paling bertahan.

Pertumbuhan konsumsi masyarakat biasa 5-5,5 persen, David menuturkan, pertumbuhan konsumsi masyarakat hanya di bawah empat persen. "Daya beli masyarakat turun dilihat dari penjualan mobil, semen dan motor. Selama ini impor kita tinggi jadi ketika nilai tukar rupiah melemah jadi daya beli masyarakat melemah," kata Ekonom BCA, David Sumual.

4. Ekonomi China Melambat

Saat ini pertumbuhan ekonomi China berkutat di angkat 7 persen. Andry menuturkan, ekonomi China melambat membuat permintaan komoditas merosot. Hal itu juga turut mempengaruhi ekspor Indonesia yang juga sebagian besar komoditas.

Dengan melihat kondisi tersebut, Andry memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekitar 4,8 persen-5 persen pada akhir 2015. Pertumbuhan ekonomi itu akan ditopang dari realisasi belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Pertumbuhan ekonomi tersebut pun sama dengan prediksi David. Realisasi belanja pemerintah dan daya beli masyarakat diharapkan dapat kembali stabil sehingga membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia."Pertumbuhan ekonomi 5,3 persen untuk semester II. Jadi akhir tahun bisa lima persen, dan juga bisa di kisaran 4,8 persen-5 persen. Belanja pemerintah dan konsumsi masih jadi penopangnya," kata David.
Sumber Berita dan Gambar:
www.liputan6.com/bisnis/read/2290199/ini-biang-kerok-perlambatan-pertumbuhan-ekonomi-ri

100 Hari Kepemimpinan Rektor Universitas Karimun Periode 2015-2019

Views Agustus 10, 2015

Terpilih melalui Fit and Propertes kemudian dilantik menjadi rektor pada tanggal 30 April 2015 oleh Ketua Yayasan 7 Juli Karimun yakni Drs.H.Haris Fadilah sekaligus disaksikan oleh utusan kopertis wilayah X serta dihadiri oleh Bupati Karimun Dr.H.Nurdin Bashirun, tepat hari ini merupakan moment 100 hari kepemimpinan Rektor baru Universitas Karimun (Dr. Elvis Adril, ST.,MT) yang berasal dari Dosen Politeknik Negeri Padang.
Banyak hal yang telah dimulai mulai oleh beliau untuk  pengembangan dan pembenahan universitas ini kedepan. Apa langkah yang telah dilakukan oleh sang rektor dibumi berazam ini selama 100 hari kepemimpinannya berikut wawancara Tim Kreatif Kepribisnis.com (TKKB) dengan Rektor Universitas Karimun Dr.Elvis Adril, ST.,MT (Rektor), ruang kerjanya :
-      (TKKB) : 
Bisa kami minta waktu Bapak beberapa saat untuk mewawancarai Bapak ?
-         (Rektor) :  
Boleh, terima kasih saudara telah datang ke sini, saudara dari mana?
-         Kami dari Tim Kreatif Kepribisnis.com pak :
-         (Rektor) :  
Baik, Silahkan
-         (TKKB) : 
Apa saja yg telah bapak lakukan selama 100 hari kepemimpinan Bapak
-         (Rektor) :  
Alhamdulillah ada beberapa hasil strategis yang terkait dengan status Kampus Universitas Karimun salah satunya yang kini sangat penting dan berarti yakni telah terakreditasinya Universitas  Karimun oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Dirjen Pendidikan Tinggi (BAN PT Dikti) Dgn No: 630/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2015 (dimana khusus untuk akreditasi institusi ini, Kampus Universitas Karimun merupakan satu satunya universitas swasta pertama di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yg telah terakreditasi secara institusi oleh Dirjen Dikti. Anda bisa melihat ini di link website berikut: http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil_aipt.php



-         (TKKB) : 
Baik, Selanjutnya apa gambaran umum yang langkah strategis yang utama bapak lakukan dalam 100 hari ini pak ?
-         (Rektor) :  
Yang saya lakukan sesuai arahan dari Sosialisai Monitoring dan Evaluasi (Monev) tahun 2015 dari Tim Koordinator Perguruan Tinggi (Kopertis) Wilayah IX yakni melakukan Pembenahan Struktur Organisasi, Insyaalloh struktur yang telah disepakati bersama dengan yayasan akan rampung pada akhir bulan ini, struktur yang ada mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), dosen dan Karyawan untuk pembenahan dan perbaikan pembenahan yang sesuai job deskripsinya.
-         (TKKB) :
Maksudnya apa bapak mau mengganti semua struktural yang ada pak?
-         (Rektor) :  
Bukan diganti, maksudnya semua diseleksi disesuaikan dengan peraturan yang ada yaitu Permendikbud No.184.Tahun 2001, Keputusan Dirjen Dikti No.034 Tahun 2002 dan UU No.12 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi, hal ini menuntun kita, agar kita menjalankan Institusi tidak melanggar aturan yg ada.
-         (TKKB) :
Contohnya penerapannya bagaimana pak?
-         (Rektor) :  
Jadi begini, misalnya untuk menjadi Dosen tetap yayasan ada persyaratan yg harus dipenuhi sesuai aturan yang saya jelaskan tadi, yakni setelah tertata struktur organisasi baru sesuai aturan, saya akan melangkah ke pada Proses Proses Belajar Mengajar (PBM) dimana hal ini kedepan sangat erat berhubungan nantinya dengan pembenahan kurikulum guna menghasilkan para alumni yg professional dan mampu diterima serta dipakai oleh semua stakeholder yang membutuhkan khususnya di Kabupaten Karimun.
-         (TKKB) :
Baik pak, untuk selanjutnya, mohon maaf, jika pertanyaan ini jika agak sensitif.

-         (Rektor) :  
Pemasalahannya ?
-         (TKKB) :
Mengenai masalah pembayaran honor bapak yang katanya sangat rendah sekali ketika menjadi Rekor Universitas Karimun ini dan bahkan ada yang mengatakan bapak meminta gaji sampai Rp.25 Juta, bagaimana penjelasannya itu pak?
-         (Rektor) :  
Seperti informasi yang beredar selama ini di beberapa portal berita khususnya di internet, saya katakan bahwa saya tidak pernah minta gaji Rp 25 jt seperti yg diberitakan media masa internet waktu saya baru dilantik dulu, saya dalam hal ini berkomitmen untuk bekerja dan memperlihatkan terlebih dahulu hasil kerja nyata, jika telah ada pembaharuan dan perubahan untuk Universitas Karimun hingga lebih maju, saya yakin dan percaya pihak Yayasan tentu akan memperhatikan semua hal yang terkait dengan tingkat kesejahteran dan bisa jadi tidak menutup kemungkinan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini mungkin juga tidak akan tinggal diam, karena ini juga menyangkut marwah daerah yak kan?.
-         (TKKB) :
Mengenai hubungan dgn yayasan bagaimana pak ?
-         (Rektor) :
Hubungan saya dengan fihak yayasan yang menaungi universitas dalam hal ini Alhamdulillahsangat haromonis karena itulah kondisi ideal yang perlu dilakukan untuk saling menjaga dan selalu menjalin kerjasa yang baik, walaupun dalam job deskripsi (Jobdesk) pekerjaan mana kita tetap membagi sesuai dengan garis kerja masing-masing. Garis kerja rektor dilakukan oleh rektor sendiri begitu juga sebaliknya, dengan tetap saling saling komunikasi dan musyawarah dalam melakukan pengelolaan Universitas Karimun ini agar lebih baik dan maju.
-         (TKKB) :
Baik, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak yang telah bersedia melakukan perbincangan ini.

Moment 100 Hari Kepemimpinan Rektor Universitas Karimun 2015-2019

Views Agustus 10, 2015

Terpilih melalui Fit and Propertes kemudian dilantik menjadi rektor pada tanggal 30 April 2015 oleh Ketua Yayasan 7 Juli Karimun yakni Drs.H.Haris Fadilah sekaligus disaksikan oleh utusan kopertis wilayah X serta dihadiri oleh Bupati Karimun Dr.H.Nurdin Bashirun, tepat hari ini merupakan moment 100 hari kepemimpinan Rektor baru Universitas Karimun (Dr. Elvis Adril, ST.,MT) yang berasal dari Dosen Politeknik Negeri Padang.
Banyak hal yang telah dimulai mulai oleh beliau untuk  pengembangan dan pembenahan universitas ini kedepan. Apa langkah yang telah dilakukan oleh sang rektor dibumi berazam ini selama 100 hari kepemimpinannya berikut wawancara Tim Kreatif Kepribisnis.com (TKKB) dengan Rektor Universitas Karimun Dr.Elvis Adril, ST.,MT (Rektor), ruang kerjanya :
-      (TKKB) : 
Bisa kami minta waktu Bapak beberapa saat untuk mewawancarai Bapak ?
-         (Rektor) :  
Boleh, terima kasih saudara telah datang ke sini, saudara dari mana?
-         Kami dari Tim Kreatif Kepribisnis.com pak :
-         (Rektor) :  
Baik, Silahkan
-         (TKKB) : 
Apa saja yg telah bapak lakukan selama 100 hari kepemimpinan Bapak
-         (Rektor) :  
Alhamdulillah ada beberapa hasil strategis yang terkait dengan status Kampus Universitas Karimun salah satunya yang kini sangat penting dan berarti yakni telah terakreditasinya Universitas  Karimun oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Dirjen Pendidikan Tinggi (BAN PT Dikti) Dgn No: 630/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2015 (dimana khusus untuk akreditasi institusi ini, Kampus Universitas Karimun merupakan satu satunya universitas swasta pertama di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yg telah terakreditasi secara institusi oleh Dirjen Dikti. Anda bisa melihat ini di link website berikut: http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil_aipt.php



-         (TKKB) : 
Baik, Selanjutnya apa gambaran umum yang langkah strategis yang utama bapak lakukan dalam 100 hari ini pak ?
-         (Rektor) :  
Yang saya lakukan sesuai arahan dari Sosialisai Monitoring dan Evaluasi (Monev) tahun 2015 dari Tim Koordinator Perguruan Tinggi (Kopertis) Wilayah IX yakni melakukan Pembenahan Struktur Organisasi, Insyaalloh struktur yang telah disepakati bersama dengan yayasan akan rampung pada akhir bulan ini, struktur yang ada mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), dosen dan Karyawan untuk pembenahan dan perbaikan pembenahan yang sesuai job deskripsinya.
-         (TKKB) :
Maksudnya apa bapak mau mengganti semua struktural yang ada pak?
-         (Rektor) :  
Bukan diganti, maksudnya semua diseleksi disesuaikan dengan peraturan yang ada yaitu Permendikbud No.184.Tahun 2001, Keputusan Dirjen Dikti No.034 Tahun 2002 dan UU No.12 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi, hal ini menuntun kita, agar kita menjalankan Institusi tidak melanggar aturan yg ada.
-         (TKKB) :
Contohnya penerapannya bagaimana pak?
-         (Rektor) :  
Jadi begini, misalnya untuk menjadi Dosen tetap yayasan ada persyaratan yg harus dipenuhi sesuai aturan yang saya jelaskan tadi, yakni setelah tertata struktur organisasi baru sesuai aturan, saya akan melangkah ke pada Proses Proses Belajar Mengajar (PBM) dimana hal ini kedepan sangat erat berhubungan nantinya dengan pembenahan kurikulum guna menghasilkan para alumni yg professional dan mampu diterima serta dipakai oleh semua stakeholder yang membutuhkan khususnya di Kabupaten Karimun.
-         (TKKB) :
Baik pak, untuk selanjutnya, mohon maaf, jika pertanyaan ini jika agak sensitif.

-         (Rektor) :  
Pemasalahannya ?
-         (TKKB) :
Mengenai masalah pembayaran honor bapak yang katanya sangat rendah sekali ketika menjadi Rekor Universitas Karimun ini dan bahkan ada yang mengatakan bapak meminta gaji sampai Rp.25 Juta, bagaimana penjelasannya itu pak?
-         (Rektor) :  
Seperti informasi yang beredar selama ini di beberapa portal berita khususnya di internet, saya katakan bahwa saya tidak pernah minta gaji Rp 25 jt seperti yg diberitakan media masa internet waktu saya baru dilantik dulu, saya dalam hal ini berkomitmen untuk bekerja dan memperlihatkan terlebih dahulu hasil kerja nyata, jika telah ada pembaharuan dan perubahan untuk Universitas Karimun hingga lebih maju, saya yakin dan percaya pihak Yayasan tentu akan memperhatikan semua hal yang terkait dengan tingkat kesejahteran dan bisa jadi tidak menutup kemungkinan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini mungkin juga tidak akan tinggal diam, karena ini juga menyangkut marwah daerah yak kan?.
-         (TKKB) :
Mengenai hubungan dgn yayasan bagaimana pak ?
-         (Rektor) :
Hubungan saya dengan fihak yayasan yang menaungi universitas dalam hal ini Alhamdulillahsangat haromonis karena itulah kondisi ideal yang perlu dilakukan untuk saling menjaga dan selalu menjalin kerjasa yang baik, walaupun dalam job deskripsi (Jobdesk) pekerjaan mana kita tetap membagi sesuai dengan garis kerja masing-masing. Garis kerja rektor dilakukan oleh rektor sendiri begitu juga sebaliknya, dengan tetap saling saling komunikasi dan musyawarah dalam melakukan pengelolaan Universitas Karimun ini agar lebih baik dan maju.
-         (TKKB) :
Baik, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak yang telah bersedia melakukan perbincangan ini.

Follow us