Nasional

Peluang Ekonomi Peternakan Sapi di Bintan Belum Dioptimalkan

Views Agustus 31, 2015

TANJUNGUBAN, batamtoday - Kebutuhan harian akan daging sapi segar untpinang selama ini dipenuhi oleh daerah lain. Peluang pasar yang besar ini belum dilirik oleh peternak Bintan. Belum lagi kedekatannya secara geografis dengan Batam maupun Karimun, ataupun dengan negara tetangga seperti Singapura.

"Peluang peternakan sapi sampai saat ini belum diambil oleh peternak sapi secara maksimal. Kebutuhan sapi untuk Tanjungpinang dan Bintan masih dari luar daerah seperti dari Jambi. Kita masih sebatas penggemukan sapi untuk pemenuhan hewan kurban," kata Azhari, Kepala Seksi Pengembangan Peternakan Bintan, Selasa (2/10/2012).

Bahkan untuk saat ini kata Azhari, peternak sapi Bintan baru sebatas penggemukan sapi belum bisa beternak sebagaimana peternak sapi pada umumnya.

"Berbagai upaya kita lakukan supaya peternak sapi bisa melangkah dari penggemukan menuju peternakan. Salah satunya dengan mengadakan berbagai penyuluhan akan manfaat kotoran sapi untuk diolah menjadi kompos dan biogas," ujarnya.

Seluruh bagian dari ternak sapi sangat bermanfaat, dari daging, kotoran, bahkan air kencingnya juga bisa dijadikan pupuk.

"Pola pikir peternak harus dirubah mulai sekarang, dari pemikiran peternakan menuju agro industri. Sehingga peternakannya berorientasi pasar. Bahwa kotoran sapi bisa dijual dengan mengolahnya menjadi kompos. Bisa memakai biogas untuk memasak, sebagai pengganti gas elpiji," terangnya.

Sumber Berita:
http://m.batamtoday.com/detail2.php?id=20188

Sumber Gambar : https://totoharyanto.com/wp-content/uploads/2015/08/ternak-sapi-potong.jpg



Potensi Kabupaten Lingga

Potensi Kabupaten Lingga

Views Agustus 30, 2015

Potensi Peternakan dan Perikanan

1. Peternakan
Pada tahun 2010, populasi ternak besar seperti sapi tercatat 1.341 ekor, kerbau 3 ekor, kambing 748 ekor dan babi 335 ekor. Bila dibandingkan tahun sebelumnya populasi ternak besar mengalami kenaikan untuk sapi sebesar 3,2 persen, kambing sebesar 19,9 persen, dan babi sebesar 4,7 persen.
Populasi unggas pada tahun 2010 berjumlah 113.042 ekor. Jika dibandingkan dengan tahun 2009 yaitu sebanyak 110.169 ekor, ternak unggas di Kabupaten Lingga naik sebesar 2,6 persen.
Populasi ayam kampung memiliki jumlah terbanyak yaitu sebanyak 72.131 ekor. Populasi ayam petelur dan ayam pedaging masing-masing sebanyak 6.500 dan 32.800 ekor. Dan populasi itik sebanyak 1.611. Dari keempat jenis unggas tersebut, ayam kampung dan itik mengalami penurunan populasi masing-masing sebesar 1,5 persen dan 15 persen.
2. Perikanan
Untuk sub sektor perikanan di Kabupaten Lingga pada umumnya adalah perikanan laut. Pada tahun 2009 volume produksi perikanan laut sebesar 18.310,988 ton, pada tahun 2010 bertambah menjadi 21.560,931 ton atau mengalami peningkatan sebesar 17,7 persen.
Jumlah alat produksi perikanan dari tahun ke tahun cenderung mengalami penambahan. Pada tahun 2010 tercatat 9.964 unit alat penangkap ikan, 2.715 kapal motor, 124 motor tempel, 2.391 perahu tanpa motor dan 1.025 keramba.
Direncanakan akan dikembangkan pelabuhan perikanan di Kabupaten Lingga berdasarkan arahan dari RTRW Provinsi Kepulauan Riau adalah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) melayani kapal perikanan berukuran sekurang-kurangnya 3 GT dan menampung 20 buah kapal atau 60 GT kapal perikanan sekaligus.
Rencana pengembangan PPI di 6 lokasi wilayah Kabupaten Lingga sesuai dengan rencana pembangunan dan pengembangan pelabuhan perikanan di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tahun 2010 – 2030.
Pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Lingga meliputi:
1. Perikanan Tangkap
Perikanan tangkap meliputi:
a. jalur penangkapan 0 (nol) – 6 (enam) mil dari garis pantai diperuntukan bagi kegiatan perikanan tangkap dengan bagan, bubu atau perahu kurang dari 6 (enam) GT penekanan pada kegiatan penangkapan udang, ikan pelagis, dan ikan laut lainnya skala kecil;
b. jalur penangkapan 6 (enam) -12 (duabelas) mil dari garis pantai diperuntukan bagi kegiatan perikanan tangkap komersil untuk perahu/kapal ikan 6 (enam) – <60 (enam puluh) GT penekanan pada kegiatan penangkapan udang, ikan pelagis, dan ikan laut lainnya skala komersil; dan
c. jalur penangkapan >12 (duabelas) mil dari garis pantai diperuntukan bagi kegiatan perikanan tangkap komersil untuk perahu/kapal ikan >60 (enam puluh) GT penekanan pada kegiatan penangkapan ikan pelagis, dan ikan laut lainnya skala komersil.
2. Perikanan Budidaya
Kawasan perikanan budidaya laut berupa kawasan budidaya rumput laut, budidaya perikanan keramba jaring apung dan budidaya keramba jaring tancap. Adapun rencana pengembangan perikanan budidaya laut pada kawasan pemanfaatan umum berada di:
a. Kecamatan Senayang meliputi:
1. perairan Pulau Benan;
2. perairan Pulau Mensanak;
3. perairan Pulau Dua Besar;
4. perairan Pulau Duyung;
5. perairan Pulau Panjang;
6. perairan Pulau Tekeres;
7. perairan Pulau Setumu;
8. perairan Tanjung Gantung;
9. perairan Pulau Kongki Besar;
10. perairan Pulau Penaah;
11. perairan Pulau Senayang;
12. perairan Pulau Tajur Biru;
13. perairan Pulau Rejai;
14. perairan Pulau Pongok;
15. perairan Pulau Talas;
16. perairan Pulau Kekek;
17. perairan Pulau Baran; dan
18. perairan Pulau Cempa;
b. Kecamatan Lingga Utara meliputi:
1. perairan Kelurahan Pancur;
2. perairan Desa Teluk;
3. perairan Desa Limbung;
4. perairan Tanjung Bungsu;
5. perairan Pasir Lulun;
6. perairan Air Kelubi; dan
7. perairan Desa Sekanah;
c. Kecamatan Lingga terletak di perairan Serteh Desa Kelumu
d. Kecamatan Selayar meliputi:
1. perairan Pulau Selayar; dan
2. perairan Pulau Serang Lima;
e. Kecamatan Singkep Pesisir meliputi:
1. perairan Desa Kote;
2. perairan Desa Lanjut;
3. perairan Desa Berindat; dan
4. perairan Desa Sedamai;
f. Kecamatan Singkep Selatan meliputi:
1. perairan Tanjung Napan; dan
2. perairan Pulau Lalang;
g. Kecamatan Singkep Barat
meliputi:
1. perairan Desa Marok Tua;
2. perairan Teluk Sekanak;
3. perairan Desa Sungai Buluh; dan
4. perairan Desa Posek.

Potensi Kabupaten Natuna

Views Agustus 30, 2015

Potensi Kabupaten Natuna
1. GEOGRAFIS
A.Letak Wilayahh
Secara geografis, Kabupaten Natuna terletak pada titik koordinat 1016’-7019’ LU (Lintang Utara) dan 105000’-110000’ BT (Bujur Timur),dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
a.Sebelah utara dengan Vietnam dan Kamboja.
b.Sebelah selatan dengan Kabu-paten Bintan.
c.Sebelah barat dengan Kabupaten Kepulauan Anambas
d.Sebelah timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

B.Luas Wilayah
Menurut UU Nomor 33 Tahun 2008, Kabupaten Natuna memiliki luas wilayah 264.198,37 km2 Dengan luas daratan 2.001,30 km2 dan lautan 262.197,07 km2. Ranai sebagai Ibukota Kabupaten Natuna. Di kabupaten ini terdapat 154 pulau, dengan 30 pulau (19,48 persen) yang berpenghuni dan sebagian besar pulau (124 buah) tidak berpenghuni. Dua pulau terbesar diantaranya adalah Pulau Bunguran, dan Pulau Serasan. Pulau-pulau yang ada dapat dikelompokkan dalam 2 gugusan:
1. Gugusan Pulau Natuna, terdiri dari pulau-pulau di Bunguran, Sedanau, Midai, Pulau
2. Laut, dan Pulau Tiga. Gugusan Pulau Serasan, terdiri dari pulau-pulau di Serasan, Subi Besar dan Subi Kecil.

2. Keadaan Demografi.
Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Natuna (angka sementara) adalah 69.319 orang, yang terdiri atas 35.780 laki-laki dan 33.449 perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Barat, dan Midai merupakan 3 kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu masing masing 23.230 orang, 10.827 orang, 5.015 orang. Kecamtan Pulau Laut merupaka kecamtan yang memiliki jumlah penduduk terkecil yaitu 2.200 orang.

3.Iklim
Iklim di Kabupaten Natuna sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin. Musim kemarau biasanya terjadi pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Juli. Curah hujan rata-rata setahun berkisar 193,2 milimeter dengan rata-rata kelembaban udara sekitar 90,4 persen dan temperatur berkisar antara 25,80 celcius.

4. Topografi
Berdasarkan kondisi fisiknya, Kabupaten Natuna merupakan tanah berbukit dan bergunung batu. Dataran rendah dan landai banyak ditemukan di pinggir pantai. Ketinggian wilayah antar kecamatan cukup beragam, yaitu berkisar antara 3 sampai dengan 959 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 2 sampai 5 meter. Pada umumnya struktur tanah terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan yang tanah dasarnya mempunyai bahan granit, dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus.

Dengan segala potensi yang dimiliki Kabupaten Natuna diharapkan mampu dikelola dengan baik agar dapat mengembangkan wilayahnya. Potensi yang dimaksud terdiri dari beberapa sektor, antara lain:

A.Sektor Pertanian.Pertanian & perkebunan
seperti ubi-ubian, kelapa, karet, sawit dan cengkeh. Terdapat di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna, walaupun hasilnya prosentasinya terlalu tinggi namun mampu memberikan suplai masyarakat natuna.

B.SektorPerikanan.
Sumber daya perikanan laut yang mencapai lebih dari 1 juta ton/tahun dengan total pemanfaatan hanya 36%, yang hanya sekitar 4,3% oleh Kabupaten Natuna.

C.Sektor Pariwisata

1).Masjid Natuna
Masjid raya natuna dibangun oleh investor dari perusahan minyak yang menanamkan investasi di kabupaten natuna. Masjid ini dibangun pada tahun 2004 yang terletak di pusat kota, ranai. Keindahan masjid ini mampu menarik wisata dikarenakan gaya arsiktetur yang tinggi dari timur – tengah.

2).Pantai batu sindu.
Pantai ini memiliki legenda ada sepasang laki – laki dan perempuan ingin menikah laki – laki dari daerah ranai darat, dan perempuan daerah pesisir, kedua belah pihak melamar dan mengantar makanan. Dan yang laki – laki mencaci masakan perempuan sehingga pihak perempuan bersumpah dan mengutuk sehingga menjadi batu. Pantai batu sindu ini terletak di desa tanjung. Yang memiliki keindahan pantai denga bebatuan yang menghiasi pesisir pantai.

3.Sektor Migas
Selain banyak pantai dan pulau masih “perawan” Natuna juga super kaya dengan kandungan gas maupun minyak bumi. Terasa tak lengkap jika membicarakan Natuna tanpa kandungan alam gas alam yang disebutkan oleh para ahli, memiliki cadangan terbesar Asia Pasifik bahkan di dunia.Yaitu Blok Natuna D-Alpha merupakan blok gas dan minyak yang menyimpan sekitar 500 juta barel. Total potensi gas diperkirakan mencapai 222 triliun kaki kubik, dan inilah cadangan terbesar di dunia yang tidak akan habis dieksplorasi 30 tahun ke depan.

Potensi gas yang recoverable sebesar 46 tcf (46,000 bcf) atau setara dengan 8,383 miliar barel minyak (1 boe, barel oil equivalent = 5.487 cf ).Dengan potensi sebesar itu, dan asumsi harga rata-rata minyak US$ 75 / barel selama periode eksploitasi, nilai potensi ekonomi gas Natura adalah US$ 628,725 miliar atau sekitar Rp 6.287,25 triliun (kurs US$/Rp = Rp 10.000).

Bandingkan dengan APBN 2010 yang hanya Rp 1.047,7 triliun.Terhitung 2 November 2010 hingga 2 Maret 2011, Premier Oil telah mendeteksi kandungan minyak dan gas di kawasan Blok D Alpa Natuna.

Premier Oil perusahaan pengeboran minyak dan gas yang berkantor pusat di Inggris itu bakal melakukan pengeboran selama 30 tahun sesuai dengan kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia mulai tahun 2007. Pelaksanaannya secara bertahap, masa penjajakan potensi 10 tahun jika tidak menemukan potensi Migas yang bernilai ekonomis, maka pengeboran dihentikan. Goverment Affairs, Manager PT Premier Oil, Nina Marlina menjelaskan, butuh waktu hingga 2 Maret 2011 untuk mendeteksi kandungan Migas Blok yang berada di utara laut Natuna. Hal itu dia paparkan di aula kantor bupati Natuna di Ranai beberapa waktu lalu.

Saat itu, Nina hadir juga Kepala Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas (BP. Migas), Elan Biantoro bersama jajaran Kontraktor Premier Oil.Terkait hal itu, guna menunjang pelaksanaan proses eksploitasi, Premier Oil meminta kepada pemerintah Natuna untuk menyiapkan kelengkapan. Misalnya kantor Bea Cukai, Sah Bandar, Petugas Karantina dan Imigrasi, karena awal November ini kapal-kapal pembawa logistik dan lain nya mulai beroperasi di Natuna.Plt Bupati Natuna, Raja Amirullah menyambut baik kunjungan kerja BP Migas & Premier Oil ke daerahnya.

Perushaan yang melakukan investasi di kabupaten natuna adalah sebagai berikut :

1.PEARL ENERGY GROUP INDONESIA
Pearl Energy adalah anak perusahaan dari Mubdala Petroleum yang merupakan perusahaan kelas dunia. beroperasi di Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kazakhtan, Libia, Tanzania, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapore dan Indonesia. Di Natuna, Pearl Energy menjadi operator pada blok Kerapu, sistem kontraknya adalah PSC (Production Sharing Contract). seismik 3D pertama dilakukan pada 2010 kemarin, sedangkan pengeboran explorasi baru akan dimulai pada 2013 ini.

2.LUNDIN OIL & GAS B.V
Perusahaan minyak dan gas ini telah ada selama 30 tahun, dari awal tahun 80an dengan nama IPC (International Petroleum Corporation), kemudian menjadi Lundin Oil pada akhir 90an, dan terakhir menjadi LUNDIN PETROLEUM pada 2001 hingga sekarang. Daerah Operasi LUNDIN PETROLEUM meliputi Prancis, Tunisia, Irlandia, Malaysia, Norwegia, Belanda, Rusia dan Indonesia. Aset Lundin Petroleum di Indonesia meliputi produksi non-operasi dari lapangan gas Singa dan lima lisensi eksplorasi terletak di Laut Natuna, Jawa dan Papua Barat. Di Natuna, Lundin Oil mengelola blok Cakalang dan Baronang dengan sistim kontrak PSC.

3.STAR ENERGY
Merupakan perusahaan migas dunia, star energy memfokuskan kegiatan pada 3 sumber energi saat ini, yaitu Oil and Gas, Geothermal (panasbumi) dan CBM (Coal Bed Methane). Wilayah kerja Star Energy di Indonesia adalah : Sebatik, Sekayu, dan Kakap untuk Oil dan Gas, Jailolo dan Wayang Windu untuk Geothermal, dan GMB Sekayu II untuk CBM.
Di Natuna, star energy mengelola blok Kakap. Blok ini terletak di laut utara Natuna, 486 km arah timur laut dari Singapore dan 1,247 km sebelah utara dari Jakarta. Sejak 2003, Star Energy sudah menjadi operator dari contract yang mencakup 2,00 km persegi dalam dua blok terpisah. Sistimnya adalah PSC. PSC mengandung ladang gas dan minyak yang dioperasikan melalui empat platform dengan 6 subsea tie-backs. Kontrak terhadap blok ini memasuki fase perpanjangan dan akan efektif hingga 2028.

4.AUSTRALIA WORLDWIDE EXPLORATION, LTD
Sesuai dengan namanya, ini adalah perusahan explorasi milik Australia.AWE Limited telah melaksanakan perjanjian jual beli dengan anak perusahaan Genting Berhad untuk mengakuisisi 100 persen dan operatorship dalam dua kontrak bagi hasil lepas pantai Indonesia sebesar $ 39 juta. Menurut ketentuan perjanjian, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki AWE akan memperoleh aset yang meliputi ladang minyak yang belum dikembangkan dengan perkiraan 76 MMbbl minyak dipulihkan. Kedua PSC ini, yaitu North West Natuna PSC dan Anambas PSC, yang terletak di Laut Natuna di 230-295 feet (70 sampai 90 meter) dari air. NWN PSC berisi dari pengembangan lapangan minyak Ande Lumut, yang diperkirakan mengandung 76 MMbbl minyak berat dipulihkan, dan tiga sumur eksplorasi dan appraisal. Anambas PSC memiliki lapangan gas Anambas, ditemukan pada tahun 2006, bersama-sama dengan sejumlah prospek eksplorasi tambahan dalam suatu daerah lepas pantai yang mengandung pengembangan gas yang signifikan dan infrastruktur pipa. Transaksi ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2012 dan diantisipasi akan selesai pada Februari 2012. Pembelian tersebut akan didanai oleh cadangan kas dan hasil dari bagian penjualan saham AWE dalam Proyek BassGas.

5.PREMIER OIL, LTD.
Premier Oil merupakan perusahaan migas dunia yang banyak beroperasi di negara-negara luar, seperti Falkland Island, Norwegia, Pakistan, Mauritania, Inggris, Vietnam dan Indonesia.Premier Oil Indonesia adalah operator dari West Natuna Sea Block A, dan telah memproduksi minyak lebih dari satu dekade. dan yang baru ditemukan adalah lapangan Tuna.
Premier mengakuisisi areal operasi pertama di Indonesia - Natuna Sea Block A - termasuk ladang minyak Anoa pada tahun 1996. Dan kemudian mengembangkan Proyek Gas Laut Natuna:
1.GSA1 ditandatangani pada tahun 1999, membuat komersialisasi tutup gas di Anoa
2.Pipa WNTSdari Singapura selesai pada tahun 2000
3.Gas pertama dari lapangan Anoa dicapai pada awal tahun 2001

6.NATUNA VENTURES B.V
Merupakan perusahaan yang memenangi lelang terhadap lapangan Gurita dengan sistim kontrak PSC. tidak banyak info mengenai yang satu ini, dikarenakan tidak terdapat banyak refrensi.

7.CONOCO PHILIPS INDONESIA
Bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia perminyakan. siapa yang tak mengenal perusahaan ini. CoPhil adalah perusahaan migas besar kelas dunia. Beroperasi di 30 negara dengan 17.000 pekerja. di Natuna, CoPhil mengelola South Natuna Sea Block B dengan sistim kontrak PSC.
The West Natuna Gas Konsorsium, perusahaan patungan yang terdiri dari Pertamina, Conoco, Premier Oil dan Gulf Indonesia Resources, dikontrak oleh SembGas Singapura pada Januari 1999 untuk 325 juta kaki kubik per hari (MCFD) gas alam. Sebuah kontrak pipa pergi ke McDermott International.

Sumber Berita :
http://www.ismailsiabuga.com/2013/11/potensi-kabupaten-natuna.html?m=1
Sumber Gambar :
www.coremap.or.id/i/artikel/WB-Natuna.jpg

Nelayan Karimun Dibekali Ilmu Navigasi

Views Agustus 30, 2015

KARIMUN (HK) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karimun memberikan pembekalan aturan hukum tentang kelautan kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan yang ada di Kecamatan Buru. Selain aturan hukum, para nelayan juga diberi pelatihan navigasi serta bagaimana membaca peta dan alat bantu Global Positioning System (GPS).
Kegiatan yang berlangsung satu hari itu dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun,  Hazmi Yuliansyah. Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri sebanyak 30 orang pelaku usaha perikanan dan kelompok nelayan di Kecamatan Buru, agar para nelayan lebih memahami tentang aturan di laut.

"Selama ini kebanyakan nelayan di Karimun, khususnya nelayan tradisional tidak memahami bagaimana aturan tentang kelautan, apalagi Karimun berada di wilayah perbatasan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, banyak aturan yang mengikat dua negara khususnya di bidang kelautan," kata Hazmi.

Menurutnya, dalam UU No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Dalam UU tersebut sudah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.

Selain itu, ada juga Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan no 02 tahun 2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia. "Mulai sekarang, nelayan kita harus menguasai aturan tersebut agar tidak menjadi masalah saat mereka melaut," ungkap Hazmi.

Selain memberikan materi tentang aturan perikanan dan jalur penangkapan ikan bagi nelayan, kata Hazmi, pihaknya juga mempraktekkan bagaimana cara membaca peta yang baik kepada nelayan serta membaca alat bantu navigasi seperti GPS. Bukan itu saja, agar ilmu yang diberikan kepada nelayan tidak hilang, DKP juga memberikan silabus penggunaan GPS tersebut.  

Dikatakan, selain berada di wilayah perbatasan, Karimun yang masuk sebagai pelabuhan bebas dan kawasan perdagangan bebas (FTZ), maka menjadikan perairan Karimun sebagai lalulintas padat pelayaran. Untuk itulah, maka pelaku usaha perikanan nelayan di Karimun perlu dibekali ilmu tentang hukum dan navigasi laut.

Selain pemateri dari DKP Karimun, kegiatan itu juga menghadirkan narasumber dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun yang mengupas tentang cara membaca peta di laut dan alat bantu navigasi, serta Lanal Tanjungbalai Karimun yang memberikan materi tentang hukum di laut. (ham)

Sumber Berita :
http://haluankepri.com/karimun/54695-nelayan-karimun-dibekali-ilmu-navigasi.html
Sumber Gambar:
images.detik.com/customthumb/2011/07/29/1026/travel_dsc_9071.jpg

MEMACU DAYA SAING INDUSTRI MARITIM

Views Agustus 28, 2015

Kepulauan Riau memang merupakan daerah maritim. Bahkan, dari total luas wilayah daerah ini, daratan hanya tersisa 4 persen.
Tentu, potensi sumber daya maritimnya berlimpah. Bahkan, diyakini, untuk saat ini, potensi itu belum tergarap maksimal dan masih banyak dihasilkan nelayan asing.
Untuk memaksimalkan hasil dari potensi itu, Pemerintah Provinsi Kepri terus membuat beberapa rencana dan terobosan. Di antaranya, akan dibangun beberapa pelabuhan yang mendukung industri perikanan. Tujuannya, tak lain untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka lapangan kerja.
Rencana pembangunan industri perikanan itu disampaikan Gubernur Kepri, HM Sani, baru-baru ini. Saat ini, kata Sani, rencana strategis pembangunan industri perikanan itu masih disusun.
Industri perikanan dibutuhkan untuk mengolah hasil laut di Kepri yang cukup besar karena 96 persen wilayah Kepri adalah lautan. Kepri menghasilkan ikan tangkap rata-rata 360 ribu ton setiap tahunnya dan ikan budi daya 130 ribu ton setiap tahun. Jumlah itu masih sedikit jika dibanding dengan potensi yang dimiliki Kepri. Selama ini, potensi tersebut banyak dimanfaatkan oleh nelayan asing.
Untuk itu, pemerintah melakukan kajian guna mengembangkan industri perikanan di Kepri yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan produktivitas hasil perikanan di Kepri. Salah satu hasil kajiannya akan dibangun beberapa pelabuhan perikanan. "Pemerintah akan membangun tiga pelabuhan perikanan dengan anggaran sekitar 30 miliar rupiah," jelas Sani.
Tiga pelabuhan perikanan yang akan dibangun terletak di daerah Antang, Kabupaten Kepulauan Anambas, kemudian di Parit Rampak, Kabupaten Karimun, dan di Selat Rampa, Kabupaten Natuna. Ketiga tempat tersebut selama ini merupakan sentra perikanan tangkap dan budi daya sehingga diperlukan pelabuhan khusus perikanan untuk menunjang industri perikanan di daerah itu.
"Rencana pembangunan pelabuhan perikanan di tiga daerah itu sedang dalam kajian dan Detail Engineering Desain (DED) dalam persiapan, termasuk DED untuk lanjutan pembangunan di Parit Rampak, Karimun," kata dia.
Anggaran untuk membangun tiga pelabuhan itu berasal dari APBN dan APBD. Untuk itu, telah diusulkan anggarannya ke pemerintah pusat. Pembangunan pelabuhan perikanan juga dimaksudkan sebagai tempat berlabuh kapal-kapal penangkap ikan, termasuk kapal asing yang mendapat izin dari pemerintah pusat dan daerah.***

Sumber Berita: 
http://www.disperindagkepri.org/index.php?option=com_content&view=article&id=129:memacu-daya-saing-industri-maritim&catid=2:berita&Itemid=12
Sumber Gambar :
i431.photobucket.com/albums/qq38/BATAMANIA/maritim2.gif

Lingga Akan Kembangkan Ternak Sapi Skala di Tiga Lokasi

Views Agustus 28, 2015

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA- Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Lingga merencanakan membuka tiga wilayah peternakan sapu skala besar untuk masyarakat Kabupaten Lingga.
Satu lokasi di pulau Singkep yakni desa Marok. Sementara dua lainnya Pulau Cempa di Kecamatan Senayang dan Pulau Mabung.
Tiga lokasi tersebut dipilih, menurut Rusli Ismail selaku Kepala Distanhut Lingga, karena lahan untuk peternakan masih luas dan hijau.
"Kita rencanakan tiga wilayah peternakan lembu sekala besar. Lokasinya nanti di desa Mabung dan Cempa kecamatan Senayang dan satu lokasi lagi di Marok Tua Pulau Singkep," kata Rusli Ismail kepada Bintan News, Rabu (22/4/2015).
Dia menambahkan, program Distanhut tahun-tahun sebelumnya juga telah membantu pengadaan lembu bagi masyarakat Desa Mensanak, Kecamatan Senayang, Sungai Pinang dan Desa Bukit Harapan.
Hasilnya pun dikatakan Rusli sangat baik, ternak yang dikelola masyarakat berkembang.
"Sistemnya bergulir seperti di Bukit Harapan, peternakan lembu sangat berkembang, anakan ketiaga, lembu tersebut berpindah ke masyarakat lain," jelasnya.

Sumber Berita :
http://batam.tribunnews.com/2015/04/22/lingga-akan-kembangkan-ternak-sapi-skala-di-tiga-lokasi
Sumber Gambar :
kabarlingga.com/wp-content/uploads/2015/04/sapi-madura-272x125.jpg

BP Batam akan Bangun Agrowisata 112 Hektare

Views Agustus 24, 2015

Batam (Antara) - Badan Pengusahaan Kawasan Pedagangan dan Pelabuhan Bebas Batam tengah merancang pembangunan agrowisata seluas 112 hektare di Sei Temiang, untuk tempat pelancongan, penelitian, dan edukasi.

"Tahun ini kami tengah mempersiapkan rencana detailnya. Kalau tidak ada halangan 2016 mulai pembangunan fasilitas penunjangnya," kata Direktur Pemukiman dan Agribisnis BP Batam Tato Wahyu, di Batam, Rabu.

Ia mengatakan, secara fisik saat ini lahan yang akan dijadikan kawasan Agrowisata Sei Temiang sudah berkembang. Pada lokasi dimaksud sudah dikembangkan beberapa jenis pertanian mencakup sayur-mayur, buah-buhan. Selain itu terdapat juga pembudidayaan ikan, dan peternakan sapi.

"Jadi nanti tinggal ditata sedemikian rupa agar memiliki nilai jual lebih. Termasuk penambahan fasilitas penunjangnya. Karena dalam agrowisata, unsur wisata, edukasi yang ditonjolkan," kata dia.

Agrowisata Sei Temiang Batam nantinya akan dibagi dalam tiga zona dengan pembangunan secara bertahap. Zona pertama adalah kawasan pertanian, kawasan untuk kedatangan wisatawan dan bangunan pendukung, landmark. Untuk kedua akan dibangun kawasan peternakan dan terakhir kawasan rekreasi.

"Saat ini ada sekitar 30 petani. Jadi, nantinya yang memiliki jiwa pertanian akan diberdayakan," kata dia.

Dasar rencana pembangunan agrowisata, kata Toto, juga melihat kesuksesan agrowisata lain di Indonesia meski kawasannya tidak strategis seperti Batam.

"Nilai tambahnya luar biasa. Tidak seperti pertanian konvensional yang kalah dengan produk-produk impor yang masuk Batam," kata Tato.

Kasubdit Agribisnis BP Batam, Ibrahim Koto mengatakan sesuai dengan tataruang peruntukan kawasan di Sei Temiang yang hendak dikembangkan menjadi agrowisata memang kawasan pertanian.

"Sesuai dengan ketentuan Menteri Pertanian, bahwa lahan yang diperuntukan bagi pertanian bisa dijadikan agrowisata," kata dia.

Ia mengatakan, posisi lahan 112 hektare sangat strategis baik dan mudah dijangkau dari Pelabuhan Domestik Sekupang, Pelabuhan Internasional Marina dan Sekupang.

"Kalau orientasi untuk produksi saja tidak mumpuni untuk mensuplai kebutuhan pertanian di Batam. Tidak mensejahterakan petaninya juga. Jadi dengan dikembangkan mnejadi agrowisata diharapkan akan menguntungkan dari sektor kunjungan wisatawannya," kata Ibrahim.

Pertanian yang kini sudah ada, kata dia, akan distandarisasi dan dikembangkan dengan beberapa sistem termasuk hidroponik dan pertanian organik dengan sistem irigasi terpadu.

"Rencana ini juga didukung pemerintah pusat termasuk dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian," kata dia. (Antara)

Sumber Berita:
http://m.antarakepri.com/berita/32650/bp-batam-akan-bangun-agrowisata-112-hektare
Sumber Gambar:
aff.bstatic.com/images/hotel/max300/626/6268730.jpg

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS SERIUS MENGEMBANGKAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Views Agustus 23, 2015

Potensi rumput laut di Kabupaten Kepulauan Anambas sangat menjanjikan dilihat dari luas lautannya yang mencapai 98,7% (46.644,14 km2) dan daratannya hanya 1,3% (634,37 km2). Dengan lautan seluas itu dan banyaknya pulau-pulau kecil di dalamnya, tentu mengandung banyak potensi bagi pengembangan budidaya laut terutama budidaya rumput laut. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah dan pusat yang menetapkan Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai kawasan pengembangan kelautan dan perikanan. Apalagi ke depannya arah kebijakan pengembangan kelautan dan perikanan nasional akan lebih mengarah kepada pengembangan budidaya.

Untuk melihat potensi dan keseriusan pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kepulauan Anambas, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas telah melakukan Studi Kelayakan Pengembangan Budidaya Ruput Laut dengan melakukan kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat Institut Peranian Bogor (IPB) pada Tahun 2011. Adapun tujuan dilakukannya studi ini untuk mengkaji kelayakan pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kepulauan Anambas, menghitung dan menentukan luas kawasan pengembangan dan menyusun rencana pengelolaan dan pengembangan agribisnis rumput laut di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dari hasil studi oleh IPB telah menentukan sebaran lokasi pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 21 zona, yakni Kecamatan Palmatak (6 zona), Siantan Tengah (3 zona), Siantan (2 zona) dan Siantan Timur (10 zona) yang paling banyak potensi pengembangan karena memiliki pulau-pulau kecil yang berpotensi untuk dikembangkan. Mengacu pada hasil kajian ini luas kawasan pengembangan ruput laut ini mencapai 1.343 Ha dan yang paling luas terdapat di Kecamatan Siantan Tengan (703,9 Ha).

peta rlGambar. 1. Lokasi potensial pengembanganbudidaya rumput laut di Kabupaten kepulauan Anambas

Produksi dari hasil studi yang diharapkan pengembangan budidaya rumput laut dengan luas area potensi yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Anambas mampu menghasilkan produksi 203.132,66 ton rumput laut basah atau 33.855,44 ton kering per tahun dengan asumsi harga pasaran rumput laut kering Rp. 8.000 – Rp.10.000; atau bisa menghasilkan ± Rp. 270,84 miliar pertahunnya dan Ini merupakan potensi besar yang memiliki nilai ekonomins yang tinggi untuk bisa dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Tentunya pengembangan budidaya rumput laut ini memerlukan waktu atau tahap pengembangan, dan perlu investor pengembangan dengan sistem kerja sama dengan masyarakat. Kerja sama dengan investor ini sangat dibutuhkan demi meningkatkan sarana dan prasarana pengembangan budidaya sampai tahap pengolahan rumput laut.

Untuk menggali dan mengembangkan potensi rumput laut di Kabupaten Kepulauan Anambas, diperlukan pelaku usaha budidaya rumput laut. Diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan peluang yang ada tentunya dengan arahan dan bimbingan dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Selama pengembangan, pemerintah daerah sudah melakukan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan bantuan pembudidayaan rumput laut Tahun 2014 di Desa Lidi Kecamatan Siantan Tengah sebanyak 14 orang seluas 3,5 Ha. Diharapkan ke depan, masyarakat bisa mengembangkan budidaya rumput laut ini secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Program ini dilanjutkan pada tahun 2015, direncanakan penambahan pengembangan untuk 18 orang seluas 4,5 Ha.

Sumber Berita :
http://dkp.anambaskab.go.id/dinas-kelautan-dan-perikanan-kabupaten-kepulauan-anambas-serius-mengembangkan-budidaya-rumput-laut/
Sumber Gambar :
www.isukepri.com/wp-content/uploads/2013/03/Rumput-Laut-di-Laut-Madura.jpg

KKP Siapkan Rp300 miliar Dukung Perikanan Natuna

Views Agustus 21, 2015

Bisnis.com, BATAM—Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan dana hingga Rp300 miliar untuk mendukung Kabupaten Natuna di Provinsi Kepulauan Riau sebagai sentra perikanan terpadu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dirinya ingin wilayah Indonesia menjadi pusat perikanan, tidak hanya menjadi tempat mencari dan menangkap ikan.

"Saya ingin Natuna menjadi pusatnya, nanti bukan kapal asing lagi yang meminta izin menangkap ikan atau bahkan mencuri ikan, ini peluang bagi nelayan nasional," katanya belum lama ini.

Untuk merealisasikan rencana ini, KKP rencananya akan mengucurkan anggaran senilai Rp200 miliar hingga Rp300 miliar di Natuna.

Anggaran ini akan dipergunakan untuk membangun pelabuhan perikanan, fasilitas ruang pendingin (cold storage) untuk menyimpan hasil tangkapan dan fasilitas pendukung industri pengolahan hasil perikanan tangkap.

Sumber Berita dan Gambar:
http://sumatra.bisnis.com/m/read/20150209/13/54910/kkp-siapkan-rp300-miliar-dukung-perikanan-natuna

Pendidikan dan Budaya Sama-sama Penting

Views Agustus 20, 2015
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Pendidikan merupakan produk budaya, dan sebaliknya budaya juga merupakan produk pendidikan.
Setidaknya inilah yang diungkapkan Ketua Lembaga Adat Melayu(LAM) Karimun, Abu Samah saat menggelar pertemuan yang digagas Rektor Universitas Karimun, Elvis Adril, belum lama ini.
"Pendidikan merupakan produk budaya dan sebaliknya budaya juga merupakan produk pendidikan. Sudah seharusnya ke depan, dua lembaga ini dapat saling bersinergi untuk memajukan pembangunan pendidikan di daerah ini," kata Abu Samah.
Pertemuan yang berlangsung lebih kurang dua jam itu berlangsung santai di sebuah rumah makan di Tanjung Balai Karimun.
Kendati berlangsung santai, namun perbincangan yang terungkap terbilang sarat dengan hal krusial yang membahas nasib anak bangsa, khususnya dalam hal peningkatan mutu generasi muda di Karimun.
Selain Abu Samah dan Elvis Adril, dalam pertemuan itu juga hadir sejumlah pengurus LAM lainnya, seperti H Ahmad Jambi, Nur Rais, Amirullah, Sanusi dan beberapa pengurus lainnya.
Pengurus LAM menyambut baik niat Rektor UK yang datang bersilaturahim serta sekaligus memberikan informasi baru atau pencerahan tentang pendidikan kepada para pengurus LAM Karimun.
Tujuan Elvis menyambangi pengurus LAM Karimun untuk mempererat jalinan silaturahmi yang selama ini sudah direncanakannya.
Elvis juga menegaskan, tugas utama yang diembannya saat ini adalah mengembangkan pendidikan agar anak bangsa khususnya mahasiswa UK berkualitas.
"Tentunya semua diawali dengan manajemen yang transparan. Untuk itu kami perlu mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat karimun, terutama dari LAM Karimun. Pendidikan dan budaya ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya," katanya.(*)

Sumber Berita :
http://batam.tribunnews.com/2015/08/18/pendidikan-dan-budaya-sama-sama-penting?page=2

Batam Tetap Ingin Batuampar Jadi Penghubung Ekspor-Impor

Views Agustus 20, 2015

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengusaha Batam berambisi menjadikan Pelabuhan Batuampar sebagai penghubung (hub) utama internasional ekspor-impor Indonesia di Selat Malaka. Pelabuhan ini berkapasitas 600 ribu TEUs dan telah didukung megaproyek Pelabuhan Tanjungsauh senilai Rp 7 triliun.

"Kami sudah meminta Kementerian Koordinator Maritim mendukung pelabuhan di Batam itu sebagai hub di salah satu selat tersibuk di dunia yang dilintasi empat rute perdagangan internasional," kata Direktur Promosi dan Humas Badan Pengusaha Batam Purnomo Andiantono di Batam, Senin, 15 Juni 2015.

Badan Pengusaha Batam membutuhkan dukungan sejumlah pihak khususnya dari pemerintah pusat. "Selain letaknya yang paling dekat dengan Selat Malaka, kami yakin infrastruktur pelabuhan seperti Batuampar yang terus ditingkatkan akan siap menjadi penghubung utama. Megaproyek Pelabuhan Transhipment Tanjungsauh juga ideal menjadi hub mengingat kapasitas kargo bisa mencapai 8 juta TEUs per tahun dan bisa melayani kapal ukuran besar," kata dia.

Sejak 2012 Badan Perusahaan Batam memperluas Pelabuhan Batuampar dengan anggaran Rp 366 miliar untuk membangun dermaga utara sekaligus menambah kapasitas peti kemas menjadi sekitar 600 ribu TEUs dari hanya 200 ribu TEUs. Di samping Batuampar, sejak 2011 Badan Pengusaha Batam juga mencanangkan megaproyek pelabuhan alih jasa berkapasitas 8 juta TEUs di Tanjungsauh.

Proyek senilai Rp 7 triliun itu sampai saat ini belum jelas kelanjutannya karena masih menunggu lampu hijau pemberian status FTZ pada Pulau Tanjungsauh yang menjadi lokasi pelabuhan.
"Dengan kesiapan infrastruktur itu Batam dinilai lebih siap menjadi hub yang mengangkut barang dari dan ke Indonesia ke pelabuhan di negara-negara lain," kata Purnomo.

Badan Pengusaha Batam mencatat selama ini di Selat Malaka pergerakan barang ekspor impor dikuasai Port of Singapore Authority (PSA) dengan 60 juta TEUs per tahun dan Port Klang Tanjung Pelepas Malaysia sekitar 8 Juta TEUs. Sementara  itu Batam hanya menikmati 200 ribu TEUs per tahun.

Selat Malaka saat ini melayani 40 persen pergerakan perdagangan dunia. Sebanyak empat rute perdagangan melintasi Batam yakni trans Asia, Eropa, Amerika dan Australia.

Sumber Berita dan Gambar :
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/06/16/090675507/batam-tetap-ingin-batuampar-jadi-penghubung-ekspor-impor

Usaha Kecil Menengah di Karimun Masih Menjanjikan

Views Agustus 19, 2015

KARIMUN (HK) - Membuka  usaha kecil menengah (UKM)  di Tanjung Balai Karimun masih sangat menjanjikan.  Selain lokasi yang sangat strategis untuk memasarkan berbagai produk yang dihasilkan, sejauh ini pemerintah setempat juga memfasilitasi berbagai fasilitas guna memberikan keringanan bagi masyarakat yang ingin membuka usaha sendiri.
Imran,  Kasi Kelembagaan Koperasi dan UKM Kabupaten Karimun mengaku, ditahun 2013 ini memang peluang untuk masyarakat kecil yang ingin membuka usaha dan memulai usaha berupa UKM sangat menjanjikan, sebab pemerintah telah menyediakan sarana dan prasarana guna untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

"Sejauh ini memang sangat berpeluang untuk membuka usaha seperti UKM, jadi kami harap bagi masyarakat yang ingin membuka usaha dan memulai usaha UKM, sangat berpeluang sekali, karena sejauh ini pemerintah Kabupaten Karimun telah memberikan fasilitas sarana dan prasarana untuk masyarakat kecil seperti di coastal area, masih banyak stand yang kosong, apalagi tidak lama lagi proyek pembangunan wisata di sana sudah mulai di buka," tutur Imran.

Imaran juga mengaku sejauh ini sudah 713 UKM yang terdaftar di tahun 2013, namun angka ini masih sedikit dibanding dengan Kabupaten  yang berkembang pesat, apalagi aset dan penghasilan bumi karimun juga sangat menjanjikan, seperti hasil laut dan taninya, yang sudah mulai dilirik masyarakat luas. Aku Imran usaha ini sangat cocok dikembangkan guna membantu prekonomian masyarakat dan hasil bumi karimun bisa diolah menjadi beragam kuliner, cendra mata, kerajinan khas karimun dan cemilan seperti kerupuk khas Karimun.

"Untuk tahun 2013 ini memang sangat meningkat berkisar 10% peningkatan dari tahun 2012 kemarin, dan peningkatan UKM ini sudah sangat tinggi, berarti respon masyarakat sangat luar baisa. Saya rasa masyarakat masih berpeluang banyak untuk mengolah dan memperkenalkan produk-produk unggulan dari Kabupaten Karimun sendiri, mulai dari cemil-cemilan, dan aksesories rumah khas dari karimun dan tentunya kuliner hasil laut," tutur Imran.

Imran juga mengaku, selama ini pihaknya telah memberikan fasilitas yang menjanjikan bagi yang ikut bergabung bersama mereka dalam dunia usaha UKM di Karimun, mulai dari perndistrbusian, pelatihan dan menyediakan fasilitas. Agar masyarakat lebih sadar, jika usaha mendiri itu lebih menjanjikan ketimbang usaha besar, namun ikut dengan orang lain.(abk)

Sumber Berita:
http://www.haluankepri.com/ekonomi-bisnis/bisnis/55439-usaha-kecil-menengah-di-karimun-masih-menjanjikan.html
Sumber Gambr: http://cimg.antaranews.com/kepri/2011/04/ori/rd-gerai-makanan-khas-karimun-e-s.jpg

Produk UKM Batam dipromosikan ke Malaysia

Views Agustus 18, 2015

Batam Centre, BatamEkbiz.Com – Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Batam akan mempromosikan Batam melalui pameran produk usaha kecil dan menengah (UKM) di Malaysia. Dalam mempromosikan produk UKM, Disparbud bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru.

Dalam hal ini, KJRI akan memfasilitasi pelaku usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) asal Batam ikut dalam pameran dan menggelar galeri produknya di Johor dalam beberapa waktu ke depan. Promosi usaha ini bertujuan untuk mengenalkan potensi dan hasil usaha UMKM Batam di wilayah semenanjung Malaysia.

“Kami prioritaskan Batam, karena selain dekat kami juga sudah beberapa kali melakukan penjajakan,” Konsul dari KJRI Johor Bahru, Iwa Mulyana.

Melalui pameran itu, pelaku UMKM baik binaan pemerintah daerah maupun swasta dapat ikut bergabung. Nantinya, mereka akan mendapat stan pameran di Mall Kota Raya, salah satu pusat belanja besar di Johor Bahru.

Menurut Iwa, Beberapa hasil UMKM yang punya potensi untuk ditawarkan dan diperkirakan mendapat respon positif dari konsumen Johor Bahru antara lain pakaian muslim dan kuliner.

Iwa tak menampik jika produk Malaysia, terutama dari sisi pengemasan dinilai lebih menarik. Meski demikian, ia yakin produk UMKM Batam tetap dapat diterima di negeri jiran itu.

“Kami bekerjasama, sekaligus bersaing dengan produk dari sana,” ujarnya.

Kadisparbud Batam, Yusfa Hendri mengatakan, menyambut baik gagasan dari KJRI Johor Bahru itu. Peluang dari pameran itu juga diharapkan tak hanya sekedar mengenalkan produk Batam ke Malaysia. Lebih dari itu, ia berharap terjalin kerjasama dalam skala yang lebih besar.

“Jadi promosi ini bukan hanya sehari atau dua hari. Tapi terus menerus dan dari produknya bisa terjalin kontrak bisni,” kata Yusfa.

Namun Disparbud belum menyebut berapa banyak pelaku UMKM yang akan berangkat ke Johor Bahru untuk mengikuti pameran. Dengan makin dikenalnya produk Batam dan lalu lintas kerjasama yang makin intens, diharapkan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari Johor ke Batam.

Sejauh ini, pihaknya mencatat negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia jadi penyumbang jumlah wisatawan asing terbanyak yang masuk ke Batam.”Negeri-negeri di Semenanjung (Melayu) itu masih sangat mungkin untuk kita kembangkan (untuk menarik wisatawan asing),” katanya. (R05)

Sumber Berita:
http://batamekbiz.com/produk-ukm-batam-dipromosikan-ke-malaysia/
Sumber Gambar:
3.bp.blogspot.com/-hfbyPQeUVBg/U6o3rMvniDI/AAAAAAAAARw/-9kDEjUBqdk/s1600/produk%252BUKM%252BBatam.jpg

Tonggak Baru Industri Kopi Indonesia Dimulai

Views Agustus 17, 2015

LIPUTAN-AGRIBISNIS.COM – Mondelēz International meluncurkan program Coffee Made Happy di Jakarta,  sekaligus membuka Pusat Pelatihan Petani di Semendo, Lampung. Langkah ini merupakan wujud tekad perusahaan itu untuk memberdayakan petani kopi di seluruh dunia.

“Mondelēz International adalah salah satu perusahaan pembeli biji kopi Indonesia terbesar dan Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi fokus dari program Coffee Made Happy,” ujar Geraldine O’Grady, Global Coffee Sustainability Manager Mondelēz International.

Sebagai perusahaan kopi terbesar kedua di dunia, menurut Geraldine O’Grady, Mondelēz Internationali berkomitmen menginvestasikan minimum US$200 juta untuk memberdayakan satu juta petani kopi di beberapa negara penghasil kopi hingga tahun 2020.

“Coffee Made Happy adalah sebuah inisiatif global yang diciptakan untuk membantu generasi petani selanjutnya,” papar Geraldine.

Tingkatkan Produktivitas Kopi Petani Kecil

Bantuan itu, tambahnya, berupa langkah untuk menginspirasi, melatih, dan membangun kapasitas petani untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan mengajak generasi muda terlibat di sektor pertanian mikro. 

“Melalui program ini, kami ingin membantu menemukan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh para petani demi terciptanya pasokan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Jadi,  lanjut Geraldine, program ini akan meningkatkan produktivitas dan kelangsungan hidup petani kopi berskala kecil, memperkuat praktik-praktik pertanian dan membangun komunitas kopi yang lebih berkelanjutan.

Mondelēz International sendiri memang telah berkolaborasi dengan berbagai mitra  seperti Rainforest Alliance, Institusi Penelitian Kopi dan KakaoIndonesia (ICCRI), 4C Association, dan IDH –Inisiatif Perdagangan Berkelanjutan– untuk menjalankan program berkelanjutan ini.

Tonggak Industri Kopi Indonesia

“Dengan memberi dukungan kepada para petani kopi Indonesia. Dari teknik pengolahan lahan dan pengendalian kualitas, hingga pengembangan dan implementasi rencana bisnis yang efektif, Mondelēz International berharap dapat berkontribusi terhadap transformasi industri kopi Indonesia,” urai Geraldine..

Jadi, tegasnya, Coffee Made Happy ini menandai sebuah tonggak baru bagi industri kopi Indonesia.

Pusat Pelatihan Petani di Semendo, Lampung, sendiri merupakanhasil kolaborasi antara Mondelēz International dan organisasi swasta di Indonesia. Pusat Pelatihan ini akan memberi pelatihan langsung kepada 3.000 petani berskalakecil.

Para petani tersebut akan mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan peralatan dan perlengkapan, pencatatan transaksi bisnis, dan pengaturan anggaran belanja,sertakemampuan untuk membuat rencana bisnis.

Sumber Berita:
http://www.liputan-agribisnis.com/berita-pilihan/tongggak-baru-industri-kopi-indonesia-dimulai
Sumber Gambar :  www.mondelezinternational.com.au/~/media/InnovationHub/en/Images/Media%252520Centre/Video%252520Library/COFFEE-MADE-HAPPY-Introduction.jpg

Hadapi MEA, Rantai Produksi Ikan Hias Harus Diperkuat

Views Agustus 16, 2015

LIPUTAN-AGRIBISNIS.COM – Meski memiliki potensi besar, namun Indonesia masih tertinggal dalam kemampuan mengekspor ikan hias dibanding Malaysia dan Singapura.

Tentu hal ini akan menjadi tantangan besar saat negeri ini memasuki era pasar bebas ASEAN (MEA) di akhir 2015.

Karena itu, ditegaskan oleh Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk menghadapi persaingan tersebut maka infrastruktur pengembangan produksi ikan hias harus terus ditingkatkan.  Hal ini terutama terkait distribusi, transportasi dan juga logistik.

“Untuk dapat berbicara di era pasar bebas ASEAN, kita harus melakukan sinergi seluruh kekuatan dan stakeholder yang terkait dengan ikan hias sehingga mampu memperkuat mata rantai produksi ikan hias dari hulu sampai hilir. Dengan begitu kita akan mampu bersaing dengan negara lain,” papar Slamet.

Hal ini disampaikan Slamet saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan kunjungan kerja di Sentra Ikan Hias Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, 30 September 2014 lalu.

Perkembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Tulungagung saat ini dikelompokkan pada dua usaha, yaitu budidaya ikan hias dan konsumsi.

Ikan hias dikhususkan pada ikan mas koki (kaliko, tosa, rasket, mutiara, lion head (kepala singa), mata kantong (mata bola), mas lowo, tekim, spenser, rensil dan 40 jenis ikan hias lainnya.

Sedangkan ikan konsumsi yang berorientasi pasar adalah ikan lele, gurami, patin, tombro, nila hitam, dan tawes.

Ikan mas koki merupakan primadona ikan hias dari kabupaten ini. Pemasaran ikan mas koki dari pembudidaya Tulungagung meliputi hampir 90% wilayah Indonesia, termasuk untuk ekspor.

Pemasaran ikan hias dan konsumsi dari Kabupaten Tulungagung mencakup Jakarta, Denpasar, Bandung, Yogyakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Purwokerto, sebagian Sumatra, dan Sulawesi. Sedangkan untuk ekspor ikan hias telah menjalin hubungan dengan eksportir dari Bali, Surabaya dan Jakarta.

Sumber Berita : http://www.liputan-agribisnis.com/berita-pilihan/hadapi-mea-rantai-produksi-ikan-hias-harus-diperkuat
Sumber Gambar : 
4.bp.blogspot.com/-0YjVvlRBOYQ/U8lE_ORPl2I/AAAAAAAABDo/sl7ebEHh2Wk/s1600/budidaya%252Bikan%252Bhias.jpg

Sebagai Pengekspor Ikan Hias Dunia, Indonesia di Posisi Tiga

Views Agustus 16, 2015

LIPUTAN A – Indonesia saat ini menduduki posisi ketiga dunia sebagai negara pengekspor ikan hias. Sedangkan posisi pertama dan kedua dunia masih dipegang oleh Spanyol dan Jepang.

Nilai ekspor ikan hias Indonesia ke pasar dunia tersebut pada saat ini mencapai Rp1,7 triliun.

“Nilai ekspor ikan hias sebesarRp1,7 triliun itu didominasi oleh ikan hias air tawar,” ujar Slamet Soebjakto, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat membuka kongres Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI) di Depok, beberapa waktu lalu.

Menurut Slamet, potensi ikan hias air laut perlu lebih di gali secara optimal untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor ikan hias Indonesia.

Berdasarkan data statistik perikanan budidaya, volume produksi ikan hias selama periode 2010 – 2013 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 18,9% per tahun, yaitu 605 juta ekor pada tahun 2010 dan mencapai 1,137 miliar pada tahun 2013.

Bersaing Ketat di ASEAN

Namun, potensi yang ada harus terus ditingkatkan. Sebab, di kawasan ASEAN sendiri, ekspor ikan hias Indonesia masih harus bersaing dengan Malaysia dan Singapura.

“Infrastruktur pengembangan produksi ikan hias harus terus ditingkatkan. Khususnya yang terkait dengan distribusi, transportasi dan juga logistik,” tutur Slamet.

Untuk dapat berbicara di era Pasar Bebas ASEAN, lanjut Slamet, kita harus melakukan sinergi seluruh kekuatan stakeholder yang terkait dengan ikan hias, sehingga mampu memperkuat mata rantai produksi ikan hias dari hulu sampai hilir.

“Dengan begitu, kita akan mampu bersaing dengan negara lain, bahkan mampu menguasai pasar ikan hias secara global,” papar Slamet.

Sumber Berita:
www.liputan-agribisnis.com/berita-pilihan/sebagai-pengekspor-ikan-hias-dunia-indonesia-di-posisi-tiga
Sumber Gambar : 
cdn-2.tstatic.net/manado/foto/bank/images/ikan-hias-air-tawar.jpg

Potensi Kuda Laut Bintan Diteliti, Buka Peluang Ekspor

Views Agustus 15, 2015

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Keindahan alam bawah laut Bintan bukan hanya menyejukkan mata. Ternyata Bintan juga mempunyai populasi bawah laut yang sangat menarik yakni Populasi Kuda Laut yang diyakini bisa membangkitkan industri perikanan Bintan semakin terkenal dimata dunia.
Kasi Pendayagunaan dan Pelestarian, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Afdal Kamil menyebutkan, perairan Bintan juga punya potensi kuda laut. "Kami sudah memberikan atensi pada sektor kuda laut yang ada di Bintan ini," kata Afdal, belum lama ini.‬
‪BPSPL Padang, kata Afdal, akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai populasi dan habitat kuda laut yang ada di Bintan. Karena menurutnya, selama ini kuda laut hanya dimanfaatkan secara kecil-kecilan oleh nelayan tradisional. "Karena sudah sering ditangkap secara bebas, kami ingin mendata kembali, apakah populasi kuda laut itu masih melimpah atau tidak," ujarnya.‬
Jika memang populasi kuda laut masih melimpah di Bintan, tentunya ini akan membuka peluang bisnis sekala besar yang sangat menjanjikan. Sebab banyak negara diluar sana sangat membutuhkan seperti Tiongkok, Hong Kong, atau Taiwan. "Karena diketahui negara-negara tersebut punya kebutuhan yang masif untuk mengonsumsi kuda laut," tambahnya.
Tentunya hal ini tidak akan terjadi jika populasi kuda laut sudah kritis. Namun mereka tidak akan berdiam diri begitu saja, secepatnya BPSPL Padang akan memikirkan langkah teknis untuk penangkaran atau budidaya agar populasi kuda laut di Bintan tetap ada. "Tapi itu juga perlu studi penelitian dulu. Seperti untuk mengetahui jenis-jenis apa yang bisa dibudidayakan dan mengetahui cara merawatnya," ujar Afdal.‬
‪Data populasi kuda laut di Bintan itu, sambungnya, juga akan jadi rujukan pertimbangan untuk penyusunan regulasi nasional mengenai pemanfaatan kuda laut. Karena satwa laut ini juga sudah mendapat perhatian serius dari dunia internasional. "Peraturan secara nasional memang belum ada. Data dari kami akan diteruskan ke pusat untuk jadi rujukan," terang Afdal. Harapannya, peraturan itu ada dan bisa diterapkan untuk melindungi kuda laut dari ancaman kepunahan.‬
‪Terlebih, Afdal tak memungkiri ancaman pencemaran laut Bintan yang disebabkan limbah tumpahan minyak hitam. "Itu jenis limbah yang berbahaya. Khawatir bisa mematikan banyak satwa laut di sini. Termasuk juga kuda laut. Ini harus segera dicegah bersama," pungkasnya.

Sumber Berita dan Gambar:
http://batam.tribunnews.com/2015/03/16/potensi-kuda-laut-bintan-diteliti-buka-peluang-ekspor

Keutamaan Sedekah; Kunci Kesuksesan Seorang Pengusaha

Views Agustus 15, 2015

Bagi seorang pengusaha, bahkan bukan hanya pengusaha muslim saja. Sedekah merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis. Bill Gates, manusia terkaya di muka bumi ini menyumbangkan 50% dari kekayaannya untuk kepentingan sosial. Jika dilihat secara logika, harusnya kedudukannya sebagai manusia terkaya mudah tergeser ke nomor dua atau nomor tiga manusia terkaya. Namun kenyataannya ia tetap menduduki peringkatnya dalam waktu yang sangat lama.

Inilah salah satu bukti dari firman Allah yang sudah disebutkan pada artikel sebelumnya tentang keutamaan sholat dhuha. Bahkan Allah tidak pilih kasih meskipun mereka non islam. Jika orang non islam saja Allah menepati janjinya, lalu bagaimana dengan umat islam sendiri?

Untuk setiap umat, Kami telah berikan pola syari’at ( aturan ) dan jalan hidup yang benar ( tata cara pelaksanaannya ), sekiranya Allah menghendaki, pastilah kamu dijadikannya satu umat saja, namun Allah hendak mengujimu dalam hal karunia yang telah diberikan kepadamu, karena itu berlomba-lombalah untuk berbuat kebajikan….( AL MAIDAH 5 : 48 )

AKUNTANSI KEUANGAN BISNIS ALA NABI MUHAMMAD SAW

Akuntansi merupakan jantung dari perkembangan sebuah bisnis. Kebanyakan orang tidak sadar akan hal ini. Sebuah bisnis tidak akan pernah berkembang jika tidak didasari dengan ilmu akuntansi yang baik. Lalu, apakah kita harus kuliah akuntansi? Jawabannya tidak. Karena nabi Muhammad SAW mengajarkan kita sebuah ilmu akuntansi sederhana yang jika diterapkan pada bisnis insya allah akan baik hasilnya. Berikut sepenggal sabda rasullullah SAW tentang bagaimana mengatur keuangan bisnis:

Dia menjawab, ‘Karena kamu mengatakan itu, maka aku melihat hasil kebunku. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiganya lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga siasanya aku kembalikan kepadanya.

Ya, bagilah penghasilan kamu menjadi 3 bagian. Yang pertama yaitu mensedekahkannya kepada yang membutuhkan, menggunakannya untuk kehidupan bersama keluargamu, dan menggunakannya untuk kemajuan bisnis. Ini sangatlah sederhana dan semua orang bisa menerapkannya.

KEUTAMAAN SEDEKAH LAINNYA

Bukan hanya memiliki peran penting dalam hal bisnis, sedekah juga sangat penting dalam kehidupan sosial dan agama. Ada banyak sekali firman Allah dan sabda rasul yang menyinggung manfaat dan keutamaan dari sedekah. Seperti memberi keberkahan pada harta, menghapus dosa, hingga mendapatkan naungan pada hari akhir.

So, apakah kamu akan tetap berfikir 2x untuk melakukan sedekah?

Sumber Berita: http://www.entrepreneurmuslim.com/keutamaan-sedekah-kunci-kesuksesan-seorang-pengusaha
Sumber Gambar: www.dnaberita.com/foto_berita/7Sedekah.jpg

INI FAKTOR KUNCI NEGARA BERKEMBANG JADI TARGET PASAR PROSPEKTIF

Views Agustus 15, 2015
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di dunia merasakan adanya transformasi lanskap global yang banyak menyoroti emerging markets atau pasar negara berkembang. Sehubungan dengan hal tersebut, pada tahun 2016 nanti diperkirakan 88% populasi dunia akan menetap di negara-negara berkembang ini.
Menurut data dari Euromonitor International, dalam kurun waktu tujuh tahun antara 2013 dan 2020, ekonomi pasar yang berkembang diperkirakan tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan ekonomi negara maju, dengan persentase rata-rata 65% dari pertumbuhan ekonomi global.
Meskipun tidak semua pasar berkembang tumbuh pada tingkat yang sama, output ekonomi secara keseluruhan dari kelompok ini meningkat dari tahun ke tahun.
Nyatanya, banyak yang menganggap semua negara di benua, atau suatu daerah, berada dalam golongan yang sama.
Namun, terdapat perbedaan besar antara satu negara dengan negara yang lain, terlepas dari persamaan yang mereka miliki.
Dari penetrasi internet hingga pembangunan infrastruktur, budaya lokal sampai dengan hukum perpajakan, setiap negara di pasar negara berkembang perlu pendekatan yang berbeda, dengan menempatkan strategi bisnis yang sesuai.
Misalnya Kenya dan Ethiopia, meskipun bertetangga, kedua negara tersebut memiliki tingkat penetrasi internet yang berbeda, yaitu 47,3% populasi Kenya menggunakan internet, sedangkan Ethiopia hanya 1,9%.
Adopsi teknologi lebih cepat
Banyak pasar negara berkembang telah melewatkan langkah yang diambil di negara-negara yang lebih maju ketika merujuk pada pemasangan sambungan telepon, desktop dan internet dial-up.
Akibatnya, teknologi baru – termasuk nirkabel, penggunaan ponsel dan aplikasi, dan mobile banking – didominasi oleh populasi muda dan penggemar teknologi berada pada laju yang lebih cepat.
Misalnya di Indonesia, sebagai salah satu pasar smartphone terbesar di dunia, yang memiliki 280 juta pengguna ponsel saat ini. Sementara itu, Kenya memimpin pasar negara berkembang dalam teknologimobile payment.
Kelas menengah mendorong belanja konsumen
Kelas menengah di pasar negara berkembang nyatanya berkembang sangat pesat, menciptakan kelompok konsumen baru. Peningkatan pendapatan konsumen di pasar berkembang sebagai imbas dari pembangunan ekonomi menyebabkan tumbuhnya permintaan produk-produk berkualitas tinggi.
Selain itu, dibandingkan di negara maju, kelas menengah di pasar negara berkembang semakin didominasi oleh kalangan muda. Kelompok usia muda ini lebih terfokus pada penggunaan teknologi, yang mempengaruhi kebiasaan belanja secara online untuk membeli produk dan layanan berkualitas.
Kian Moini, Co-founder dan Managing Director Lamudi Global, mengatakan populasi kaum muda yang berkembang, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi, membuat pasar negara berkembang menjadi pilihan favorit bagi startups, usaha kecil dan menengah, dan perusahaan multinasional.
“Masyarakat kelas menengah yang semakin berkembang secara berkelompok pindah ke kota, membawa daya beli yang kuat, penetrasi ponsel yang tinggi dan permintaan besar terhadap layananonline, menyajikan banyak peluang untuk pengembangan ide-ide bisnis baru,” ujarnya seperti dikutip siaran pers.
Sumber Berita dan Gambar (www.etftrends.com)

http://www.marketing.co.id/ini-faktor-kunci-negara-berkembang-jadi-target-pasar-prospektif/

Meneropong Potensi Perikanan, Pertanian dan Peternakan di Provinsi Kepulauan Riau

Views Agustus 14, 2015

Hampir diseluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau berpotensi untuk diolah menjadi lahan pertanian dan peternakan mengingat tanahnya subur. Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kota Batam.Luas lahan pertanian sawah pada Tahun 2011 di Provinsi Kepulauan Riau seluas
453 ha, meningkat drastis sebesar 225 persen, dari 453 hektar di tahun 2011 menjadi 1.021 hektar pada tahun 2012. Sedangkan untuk lahan bukan sawah justru mengalami penurunan 0,10 persen dari 537.661 hektar di tahun 2011 menjadi 537.093 hektar pada tahun 2012. Sektor perkebunan memiliki potensi yang besar terutama Tanaman karet, kelapa ,cengkeh . Nilai produksi karet yang dihasilkan adalah 11.820.550 Kg dengan rata-rata produksi sebesar 291 Kg/ Ha. Demikian juga dengan komoditas kelapa yang berproduksi sebanyak 1 2.070.540 Kg / th dengan rata-rata produksi 345 Kg/ Ha. produksi komoditas cengkeh 3.139.801 Kg dengan rata- rata produksi 329 Kg/ Ha. Sektor peternakan khususnya populasi sapi meningkat dari 8.323 ekor di tahun 2011 menjadi 17.255 ekor pada tahun 2012. Sedangkan populasi kambing 22.402 pada tahun 2012 Berdasarkan kajian Komoditi/Produk/Jenis Unggulan (KPJu) di Provinsi Kepulauan Riau diperoleh KPJu di Provinsi Kepulauan Riau sebagai berikut :
•sektor padi palawija adalah padi, jagung, ubi kayu, kacang tanah dan sagu.
•sektor Sayuran adalah cabe, kacang panjang, ketimun, sawi, dan kangkung.
•sektor buah-buahan adalah durian, pisang, buah naga, pepaya, mangga.
•sektor perkebunan adalah karet, kelapa, cengkeh, lada, gambir.
•sektor peternakan adalah sapi, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, ayam buras, dan kambing
Berdasarkan kajian komoditas unggulan daerah lokasi prioritas pengembangan komoditas unggulan sektor tanaman pangan sebagai berikut :
•Natuna : jagung, ubi kayu, bayam, kacang panjang
•Karimun : jagung, ubi Ialar, ketimun,
•Lingga : jagung, Ubi kayu, Kacang Tanah, ketimun, Sawi, Cabe besar,
•Bintan : bayam, Terungkangkung, Pisang
•Batam : bayam, pare, Rambutan,
•Tanjung Pinang : Bayam Cabe besar, Terung
Prioritas pengembangan potensi peternakan di Provinsi Kepulauan Riau :
•Kabupaten Natuna dapat diproyeksikan sebagal lokasi pengembangan sapi potong, kambing dan ayam buras.
•Kabupaten Karimun diproyeksikan untuk lokasi pengembangan temak sapi potong, kambing, dan itik.
•Kabupaten Lingga diproyeksikan sebagai lokasi pengembangan sapi potong dan kambingdan kerbau.
•Kabupaten Bintan di proyeksikan untuk lokasi pengembangan sapi potong, kambing dan kerbau.
•Kota Batam diproyeksikan sebagai lokasi pengembangan temak babi, sapi potong, ayam petelur dan ayam pedaging.
•Kota Tanjungpinang menjadi pasar komoditi pangan asal hewan temak.
PELUANG INVESTASI SEKTOR PERTANIAN
Potensi Kawasan Free Trade Zone sebagai Pasar Komoditi Pertanian, Kawasan Batam, Bintan dan Karimun yang merupakan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas dapat menjadi potensi pasar bagi berkembangnya Kabupaten Lingga sebagai Kawasan Sentra Produksi Pertanian. Meningkatnya aktifitas di Kawasan Batam, Bintan dan Karimun secara tidak langsung akan menarik berbagai aktifitas, tenaga kerja, dan penduduk, sehingga kebutuhan akan produk pangan juga akan meningkat. Semakin bertambahnya jumlah penduduk di kota Batam, Tanjungpinang, kabupaten lain dan dari pendatang menyebabkan ketergantungan yang tinggi kebutuhan akan tanaman pangan dan holtikultura sangat terbatas dan dijual di pasar dengan harga yang tinggi dalam kondisi tertentu (misalnya cuaca kurang bagus, distribusi kurang lancar, gagal panen di Jawa/ Sumatera). Potensi besar pertanian dan perkebunan , dapat menyuplai [menyediakan) kebutuhan pangan masyarakat baik skala lokal dan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau khususnya ke kawasan Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun, serta jika memungkinkan hasil pertanian dan perkebunan tersebut dapat diekspor ke luar negeri melalui kawasan FTZ BBK tersebut. Berdasarkan potensi dan kebijakan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan lahan pertanian untuk tanaman pangan pada kawasan strategis yang ditetapkan untuk meningkatkan produksi dan pemenuhan kebutuhan lokal dan antar kabupaten/kota dan ekspor ke Singapore. Selain itu Masih tersedianya lahan pertanian yang luas di Kabupaten Lingga, Natuna, Anambas dan Karimun juga menjadi peuang untuk pengembangan investasi di sektor pertanian dan perkebunan.

Di sektor agro industri, Pembangunan industri/pabrik pengolahan produk tanaman pangan untuk memenuhi permintaan pasar di tingkat domestik, nasional dan luar negeri masih memiliki peluang yang sangat besar terkait dengan trend saat ini sebagai makanan oleh-oleh (Rue/cake), keripik yang bisa didistribusikan ke luar daerah kabupaten/ kota setempat. Di sektor pertanian hortikultura Provinsi Kepulauan Riau memiliki lahan area yang belum dimanfaatkan sebesar 83,6% . Kebutuhan pasar internasional yang sangat tinggi Singapura membutuhkan 2.500 ton komoditas hortikultura per hari, tetapi Indonesia hanya mengekspor 200 ton per hari. Untuk memenuhi kebutuhan pasar Singapura, Indonesia hanya bisa memasok 6% dari total kebutuhan mereka. Pangsa pasar buah Malaysia terbesar, yaitu 34 persen, diikuti China 15 persen, Amerika Serikat 10 persen, Afrika Selatan 8 persen, Thailand 8 persen, dan Indonesia 0,6 persen. Pangsa pasar sayur Malaysia di Singapura adalah 43 persen, China 29 persen, India 5 persen, serta Indonesia dan Australia masing-masing 4 persen. Mercermati potensi pasar , serta kebijakan pengembangan pertanian hortikultura di propinsi kepri , peluang peluang yang dapat di kembangkan antara lain
•Budidaya tanaman pangan pokok (jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, padi, ubi kayu, ubi jalar),
•Membuka lahan/kawasan pengembangan pertanian holtikultura pada beberapa kawasan unggulan holtikultura
•Membuka lahan/kawasan agrobisnis untuk pertanian holtikultura.
•Pembangunan industri/pabrik pengolahan produk tanaman holtikultura [buah-buahan) guna memenuhi permintaan pasar di tingkat domestik, nasional dan luar negeri

PELUANG INVESTASI SEKTOR PERKEBUNAN
Prioritas pengembangan komoditas perkebunan ekonomi dan sosial meliputi :
•Prioritas pertama Karet, Lada
•Prioritas kedua Kakao, Kopi, Cengkeh
•Prioritas ketiga Kelapa dala, Kelapa sawit
Potensi pasar pengembangan sektor perkebunan di kepulauan riau dapat diidentifikasi sebagai berikut:
•Ketersediaan hasil perkebunan yang bagus dengan cirri khas potensi setiap kota/kabupaten bisa dipasarkan pada lingkungan domestic maupun ekspor
•Pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat
•Sebagai sumber bahan baku apabila sudah tersedia pabrik pengolahan industry perkebunan di kota/kabupaten Kepulauan Riau ataupun di wilayah lain
Berdasarkan potensi sumber daya alam dan ketersediaan infra struktur yang mendukung sektor perkebunan maka peluang investasi pengembangan sektor perkebunan antara lain :
•Pengelolaan hasil perkebunan masih tradisional dan tumbuh secara konvensional, sehingga perlu pengelolaan dan pengembangan yang lebih terarah agar bisa menjadi penghasil tanaman perkebunan yang lebih intensif
•Kerjasama dengan pemerintah dalam pengelolaan hutan tanaman hasil industry. Hasil perkebunan dan juga merupakan penghijauan di daerah setempat perlu dibudidayakan dengan peningkatan teknologi pengelolaan tanaman perkebunan
•Mendirikan perusahaan pengolahan hasil tanaman perkebunan seperti pengolahan karet, cengkeh, kelapa untuk santan dan pabrik pengolahan sagu yang lebih modern dengan didukung fasilitas teknologi yang bagus
Beberapa peluang investasi yang dapat dikembangkan terkait dengan potensi sumber daya alam di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan antara lain:
•Perkebunan jambu mete dan industri biji mete kering dan Cashew Nut Shell Liquid[CNSL
•Perkebunan lada dan industri biji lada putih kering dan biji lada hitam kering
•Perkebunan Kelapa dan Industri Minyak Kelapa
•Perkebunan Kelapa dan Industri Kopra, Serat (fiber), Arang Tempurung, debu (dust), Nata De Coco
•Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri Minyak Kelapa Sawit (CPO)
•Perkebunan Kopi dan Industri Pengupasan, Pembersihan dan Sortasi Kopi
•Perkebunan Kakao dan Industri Pengupasan, Pembersihan dan Pengeringan Kakao
•Perkebunan Cengkeh dan Industri Bunga Cengkeh Kering
•Perkebunan Karet dan Industri Sheet, Lateks Pekat, Industri Crumb Rubbe
•Perkebunan Tanaman Obat/Bahan Farmasi
Selain itu di Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki potensi alam yang sesuai untuk pengembangan tanaman Sagu , khususnya di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Karimun. Perkiraan produksi hasil yang paling mendekati kenyataan pada kondisi liar dengan produksi 40 – 60 batang/ha/tahun, jumlah empulur 1 ton/batang, kandungan aci sagu 18,5 %, dapat diperkirakan hasil per hektar per tahun adalah 7 - 11 ton aci sagu kering. Secara teoritis, dari satu batang pohon sagu dapat dihasilkan 100 -600 Kg aci sagu kering. Rendemen total untuk pengolahan yang ideal adalah 15%. Tanaman sagu memiliki banyak manfaat. Empulur sagu setelah diparut dan diolah lebih lanjut dapat dijadikan makanan ternak, media tumbuh tanaman Selain itu sagu juga dapat diolah menjadi tepung sagu untuk industri makanan, bahan bakar biofuel, bahan baku penyedap makanan, bahan bakku gula cair, bahan baku plastik ramah lingkungan
PELUANG INVESTASI Sektor Peternakan
Pengembangan Kawasan peternakan merupakan sebagai kawasan yang diperuntukan untuk kegiatan pengusahaan ternak dilakukan secara terpadu sebagai bagian dari komponen usaha tani lainnya (tanaman pangan, perkebunan, hortikultura atau perikanan) dan terpadu sebagai komponen ekosistem tertentu (kawasan hutan lindung atau suaka alam). Kawasan peternakan di Provinsi Kepulauan Riau diarahkan berdasarkan pendekatan berbasis pulau dan terintegrasi dengan tanaman pangan, perkebunan, hortikultura dan perikanan. Kawasan peternakan dibagi berdasarkan peruntukan skala agribisnis dan skala peternakan rakyat (backyard farming).
•kawasan agribisnis diprioritaskan pada Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan serta beberapa pulau yang memiliki potensi dan kesesuaian dari aspek daya dukung lahan dan agroklimat.
•Khusus untuk Kota Batam, kawasan peternakan dikembangkan pada daerah hinterland.
•Sedangkan pengembangan sub sistem hilir peternakan diarahkan di kota Batam dan Kota Tanjungpinang
Berdasarkan morfologi dan ukuran ternak, maka ternak besar (sapi dan kerbau) dikembangkan di Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Bintan. Untuk ternak kecil (kambing, domba dan babi) diarahkan di Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga. Sedangkan ternak unggas diarahkan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau. Peluang pasar hasil ternak, antara lain:
•Pangsa pasar hasil ternak terbuka lebar (lokal, domestik, ekspor);
•Mengurangi jumlah daging/kebutuhan sapi dari impor luar negeri.
•Dengan potensi lahan pakan cukup memadai mempunyai peluang untuk pengembangan populasi lebih besar
Potensi pasar hasil ternak di Kepulauan Riau, antara lain :
•Meningkatnya pertambahan penduduk, maka permintaan daging dan makanan hewani kian meningkat setiap tahun;
•Meningkatnya daya beli, sehingga kebutuhan daging/hewani meningkat;
•Terjadinya perubahan dalam pola konsumsi dan peningkatan dalam kesadaran gizi masyarakat; dan
•Meningkatkan jumlah wisata kuliner restoran, rumah makan di Kepulauan Riau sehingga kebutuhan akan daging hasil ternak juga meningkat.
Potensi Potensi di bidang peternakan difokuskan pada ternak itik, ternak sapi, ternak ayam dan ternak kambing yang umumnya masih dilaksanakan oleh peternakan kecil, Berdasarkan potensi sumber daya alam dan potensi pasar yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, peluang investasi yang dapat di kembangkan antara lain :
•Pengembangan peternakan rakyat
•Pengembangan usaha budidaya peternakan (sapi, kambing, ayam ras, ayam petelur, ayam pedaging, itik dan babi) diarahkan pada suatu kawasan, baik kawasan khusus maupun terintegrasi dengan komoditi lainnya serta terkonsentrasi disuatu wilayah
•Industri pengemasan dan pengolahan hasil ternak
•Industri Pengasapan Karet
•Industri Makanan Olahan Dari Biji-bijian dan umbi-umbian, sagu, melinjo dan kopra
•Industri alat mesin pertanian yang menggunakan teknologi madya seperti perontok padi, pemipil jagung dan traktor tangan
•Persewaan Mesin Pertanian dan Peralatannya.

Sumber Berita :
http://bappeda.kepriprov.go.id/index.php/data-dan-informasi/potensi-daerah/29-potensi-daerah/80-sektor-pertanian-perkebunan-dan-peternakan
Sumber Gambar :
http://photos1.blogger.com/blogger/6395/1904/1600/Peta%252520Kepri.jpg

Bisnis Disektor Agrobisnis

Views Agustus 14, 2015

Seorang penggiat agrobisnis, Pak Purwanto, Krajan, Jambewangi, Banyuwangi (bercocok tanam coklat dan kates) yang sudah 22 tahun digelutinya, mengatakan : Kegiatan agro adalah kombinasi antara hobby dan seni. Seperti apa hobby itu ? Anda jangan beternak ikan jika anda tidak bisa betapa nikmatnya melihat ikan meliuk-liuk atau ikan dengan lahapnya saat kita memberi makan. Lantas seninya dimana ? anda membutuhkan kreatifitas mengatur tata-letak kolam, tanaman yang menaunginya atau peralatan beternak ikan yang anda modifikasi sehingga pekerjaan beternak ikan makin mudah dan tidak melelahkan.
Agrobisnis
seperti bisnis lainnya merupakan peluang jika anda bisa menyikapi dan menjalankannya dengan baik. Wilayah Indonesia yang luas, iklim yang cukup stabil dan sinar matahari yang melimpah sepanjang musim. Kata koes Plus, tanah kita tanah surga, menjawab bahwa bisnis ini layak digeluti dengan serius. Padi, ikan, jagung, kedelai mampu di mulia-biakkan hampir diseluruh wilayah Indonesia.
Sekarang, saatnya anda menangkap peluang ini, mulailah tahap kecil skala kecil. Berbeda dengan perdagangan langsung seperti jual beli dipasar, anda akan menerima profit dalam bentuk uang tunai dalam satu hari, bercocok-tanam atau beternak membutuhkan waktu lebih lama. Ikan Patin 7 bulan, Cabe 4 bulan, sawit minimal 4 tahun.
Anda bisa melirik data dibawah ini, yang range modalnya antaraRp.500.000 hingga Rp.100.000.000
Pembibitan tanaman
Pembenihan ikan
Pupuk, pestida dan obat-obatan, suplemen, vitamin, probiotik dan antibiotik ikan.
Beternak modal sangat minim seperti : Cacing sutra, cacing lumbricus, kroto, ulat hongkong (Point ini anda bisa memulai modal dibawah Rp.500.000)
Bahkan beberapa binatang yang menjijikkan sekarang ini sudah dilirik, sarang semut, belatung dan lalat.
Jasa transportasi dan packing.
Pengepul, suplier, dropshipper atau pengecer.
Jasa keuangan atau menggunakan sistem bagi hasil dengan pelaku yang dipercaya.
Budidaya tanaman hias, iklan hias, komoditi pertanian yang berorientasi ekspor.
Produk olahan dan kuliner hasil bumi.
Beberapa komoditi yang selalu dibutuhkan sepanjang masa, seperti : padi, jagung dan buah-buahan. Coklat, tomat, beternak ayam dan banyak lagi.

Kompleksitas sektor agrobisnis justru bisa dijadikan peluang usaha dan anda bisa memilih salah satu bidang yang paling anda kuasai teknik dan cara-caranya, yang paling anda suka. Yang membuat anda bergairah.
Nah, andaikata anda berminat dan sudah menentukan pilihan bisnis anda, pastikan bahwa anda berjanji kepada diri sendiri : Bahwa anda bisa.

PELUANG USAHA
Agrobisnis adalah pilihan peluang usaha yang dapat memberikan keuntungan menggiurkan. Beberapa produk suplemen, probiotik dan antibiotik ikan air tawar bisa menjadi pilihan.
Di Indonesia, penggunaan suplemen, probiotik dan antibiotik untuk peningkatan kualitas tumbuh ikan masih minim, budidaya selama ini masih mengandalkan cara tradisional, managemen kolam yang apa adanya dan mengandalkan kebaikan alam.
PRODUK ANDAL
Menurut penuturan penggiat disektor agrobisnis, saat ini budidaya ikan air tawar selalu mengalami pasang surut, pada hari ini ada peternak yang gulung tikar namun diwaktu dan tempat lain tumbuh peternak baru. Sementara kebutuhan akan ikan Nila, Lele, Patin, Gurami, Bawal, Mujair, Mas dan lain lain dari waktu kewaktu selalu meningkat. Merekapun selalu melakukan uji coba, trial and error yang menghabiskan biaya, waktu dan tenaga.
TANTANGAN DAN INOVASI
Usaha ini bukan tanpa kendala, menjelaskan kepada pembeli tentang produk kita adalah hal yang paling berat, mengenalkan brand name adalah menjadi awal-awal yang paling sulit. Satu saja apresiasi positif yang diberikan oleh peternak menjadi kebanggaan tak terkira. Sedih juga diperoleh jika ada komplain jika produk tidak memberi manfaat kepada penggunannya, kita tahu variabel dari sebuah budidaya ditentukan dari banyak faktor seperti :
Kualitas benih
Persiapan kolam
Managenen pakan
Managemen Transportasi
Dan lain-lain
Inovasi tak kenal waktu adalah landasan yang menjadi cambuk pemecut semangat. Riset, penelitian dan pengembangan produk dan harus menjadi pioneer adalah obsesi tertinggi dengan selalu menggali dan mengenal kebutuan budidayawan ikan air tawar diseluruh Indonesia.

Sumber Berita :
http://boosterfish.com/bisnis-di-sektor-agrobisnis-bag-1/
Sumber Gambar :
static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/stories/thumbs/ladang_agrobisnis09.jpg

Follow us